News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Profil Patrialis Akbar, Mantan Hakim MK yang Terjerat Kasus Kuota Impor Daging Sapi

Patrialis Akbar divonis bersalah, menerima uang dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi pada tahun 2017.
Kamis, 8 September 2022 - 13:18 WIB
Mantan Hakim MK Patrialis Akbar
Sumber :
  • viva.co.id

Jakarta - Mantan Hakim MK Patrialis Akbar dikabarkan bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung pada Selasa (6/9/2022). Ia dapat menjalani pidana di luar penjara dengan bimbingan dari Balai Pemasyarakatan.

Patrialis Akbar divonis bersalah, menerima uang dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi pada tahun 2017. Ia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Patrialis dijatuhkan vonis penjara selama 8 tahun dan pidana denda sebesar Rp300 juta, subsidair pidana kurungan selama 3 bulan. Namun, hukumannya dikurangi menjadi 7 tahun di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

Berikut profil Patrialis Akbar mantan Hakim MK yang terjerat kasus pengurusan kuota impor daging.

Patrialis Akbar lahir di Padang, Sumatera Barat, 31 Oktober 1958. Masa sekolah dasar hingga menengah diselesaikan di tempat kelahirannya. Lulus dari sekolah lanjutan atas, Patrialis merantau ke ibu kota. Ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah, Jakarta dan berhasil menyandang gelar sarjana hukum pada usia 25 tahun.

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjananya, Patrialis memulai kariernya sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah sekaligus menjadi pengacara dan penasihat hukum. Setelah sekian tahun menjalani profesi dosen dan pengacara, Patrialis beralih sebagai politikus. Dia bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN), partai besutan Amien Rais, saat awal lahirnya Era Reformasi 1998.

Selanjutnya, pada pemilu 1999, dia terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 1999-2004. Pada pemilu berikutnya, dia terpilih kembali anggota dewan sekaligus menjadi Ketua Fraksi PAN di MPR RI 2004-2009. Di tengah kesibukannya, Patrialis tetap menyelesaikan pendidikan magister hukumnya di UGM dan doktornya di Unpad, Bandung.

Namun karier pria berdarah minang ini terhenti pada pemilu 2009, dia tidak terpilih kembali menjadi anggota dewan. Meski demikian, kariernya justru meroket.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada masa pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ia terpilih menjadi Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia Jilid II. Ayah dari lima anak ini akhirnya menjadi Hakim Konstitusi setelah mengucap sumpah jabatannya sebagai hakim konstitusi masa jabatan 2013-2018 pada 13 Agustus di Istana Negara, Jakarta.

Pendidikan
Sekolah Dasar Muhammadiyah Padang, 1971
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, SMPN II, Padang, 1974
Sekolah 4 Tahun Pendidikan Guru Agama Negeri, Padang, 1975
Sekolah 2 Tahun Pendidikan Guru Agama Negeri, Padang, 1977
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, STM Negeri II, Padang, 1977
S1, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah, Jakarta, 1983
S2, Magister Hukum Universitas Gadjah Mada, 2010
S3, Doktor Hukum Universitas Padjajaran, Bandung, 2012

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lima Pegawai Ekspedisi Diduga Jadi Korban Penyekapan di Tanjung Priok, Polisi Ungkap Faktanya

Lima Pegawai Ekspedisi Diduga Jadi Korban Penyekapan di Tanjung Priok, Polisi Ungkap Faktanya

Viral di media sosial, lima pegawai sebuah perusahaan ekspedisi diduga menjadi korban penyekapan di wilayah gudang Dunex Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Perahu Muat Sound Horeg untuk Nyadran Tenggelam di Sungai Balongdowo Sidoarjo

Perahu Muat Sound Horeg untuk Nyadran Tenggelam di Sungai Balongdowo Sidoarjo

Salah satu warga, Samai, menyampaikan saat pertama berlayar suara kencang musik sound horeg meramaikan suasana. Namun, setelah melaju 50 meter perahu tersebut oleng dan akhirnya sound horeg tenggelam.
Terima Kunjungan 200 Alumni LPDP, Seskab Teddy Indra Wijaya: Harus Konstruktif dan Solid Kawal Kebijakan Pemerintah

Terima Kunjungan 200 Alumni LPDP, Seskab Teddy Indra Wijaya: Harus Konstruktif dan Solid Kawal Kebijakan Pemerintah

Seskab Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan dari 200 alumni penerima beasiswa LPDP yang tergabung dalam organisasi Mata Garuda di kantor Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Sabtu (7/2/2026).
Meski Timnas Futsal Indonesia Jadi Runner Up Piala Asia 2026, Kok Belum Bisa ke Piala Dunia 2028? Ini Alasan yang Jarang Diketahui

Meski Timnas Futsal Indonesia Jadi Runner Up Piala Asia 2026, Kok Belum Bisa ke Piala Dunia 2028? Ini Alasan yang Jarang Diketahui

Timnas Futsal Indonesia jadi runner up Piala Asia 2026, namun belum lolos ke Piala Dunia. Simak alasan utamanya dan peluang Garuda tampil di panggung dunia.
Hampir 90% Publik Percaya Riza Chalid Terlibat Kasus Minyak Pertamina

Hampir 90% Publik Percaya Riza Chalid Terlibat Kasus Minyak Pertamina

Survei Indikator menunjukkan 87,3% masyarakat yakin Riza Chalid terlibat kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina.
Kesaksian Karyawan Ekspedisi yang Viral Diduga Disekap Perusahaannya Sendiri: Lemas dan Tak Diberi Makan

Kesaksian Karyawan Ekspedisi yang Viral Diduga Disekap Perusahaannya Sendiri: Lemas dan Tak Diberi Makan

Viral sebuah video menampilkan lima orang di sebuah gudang di daerah Jakarta Utara. Diketahui, mereka adalah karyawan perusahaan ekspedisi yang diduga disekap.

Trending

Jadwal Final Kejuaraan Beregu Asia 2026: China Berpeluang Sapu Bersih Medali Emas, Indonesia Kawinkan Perunggu

Jadwal Final Kejuaraan Beregu Asia 2026: China Berpeluang Sapu Bersih Medali Emas, Indonesia Kawinkan Perunggu

Jadwal final Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana China berpeluang menyapu bersih medali emas dan Indonesia hanya menjadi penonton usai kawinkan perunggu.
Update Ranking Dunia Timnas Futsal Indonesia Usai Buat Kejutan di Piala Asia 2026: Sejajar dengan Negara Kuat Eropa

Update Ranking Dunia Timnas Futsal Indonesia Usai Buat Kejutan di Piala Asia 2026: Sejajar dengan Negara Kuat Eropa

Setelah mencatatkan sejarah dengan menjadi runner-up Piala Asia 2026, Timnas Futsal Indonesia berpotensi alami kenaikan peringkat di ranking dunia FIFA.
OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Setahun, Imbas Pelanggaran IPO Repower Asia

OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Setahun, Imbas Pelanggaran IPO Repower Asia

OJK membekukan izin underwriter UOB Kay Hian Sekuritas selama satu tahun akibat pelanggaran penjatahan pasti IPO Repower Asia Indonesia Tbk.
Ramalan Keuangan Zodiak 9 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak 9 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 9 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces, membahas peluang rezeki, kondisi finansial, dan angka hoki harian.
Pantas Saja Gagal ke Piala Dunia, John Herdman Ungkap Masalah Utama Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert

Pantas Saja Gagal ke Piala Dunia, John Herdman Ungkap Masalah Utama Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert

John Herdman membongkar masalah utama Timnas Indonesia di era sebelumnya hingga gagal maksimal di level internasional. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar skuad Garuda?
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Super League: Kejar Laju Persib Bandung dan Borneo FC Jadi Harga Mati

Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Super League: Kejar Laju Persib Bandung dan Borneo FC Jadi Harga Mati

Laga lawan Arema FC nanti malam cukup penting bagi Persija Jakarta yang bertekad untuk menempel Persib Bandung dan Borneo FC di papan atas klasemen Super League
Lama Tinggalkan Red Sparks, Megawati Hangestri Trending Lagi di Korea Selatan, Ada Apa?

Lama Tinggalkan Red Sparks, Megawati Hangestri Trending Lagi di Korea Selatan, Ada Apa?

Di tengah performa menanjaknya bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026, nama Megawati Hangestri kembali jadi obrolan hangat di kalangan media Korea.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT