News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesal Tarif Terlalu Murah, Sopir Pukuli Lawan Bisnis Hingga Enam Giginya Tanggal

Pelaku sudah membubuhi ramuan campuran kecubung yang bisa memberikan efek mabuk hingga keracunan. Ramuan itu pun bereaksi pada tubuh korban sehingga dia jatuh pingsan.
Kamis, 17 Juni 2021 - 11:20 WIB
Sopir pukuli saingan dengan kunci besi
Sumber :
  • Andri Prasetyo

Sleman, DI Yogyakarta – Kesal karena menawarkan tarif terlalu murah, seorang sopir jasa angkut, Cahyo (35), menganiaya lawan bisnisnya yang berinisial A. Untuk mengelabui korban, Cahyo memasukkan ramuan kecubung yang memabukkan ke makanan dan minuman A. Cahyo kemudian memukuli A dengan kunci besi hingga giginya tanggal enam.

Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Sleman mengungkapkan kasus yang berlatar belakang persaingan bisnis ini. Kepala Unit Jatanras Polres Sleman IPDA Leonard Vanangian Hutajulu menjelaskan kronologis kasus yang berlangsung Selasa (25/5) tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Leonard, korban yang sehari-hari mangkal di Jalan Kaliurang KM 8, Kecamatan Ngaglik, Sleman mendapat telepon dari BSC. Pelaku saat itu berpura-pura memesan jasa angkut milik A. Korban tanpa curiga mendatangi rumah pelaku.

“Pada saat sesampainya di rumah, korban disuguhi makanan dan minuman oleh pelaku,” beber Leonard. Ternyata pelaku sudah membubuhi ramuan campuran kecubung yang bisa memberikan efek mabuk hingga keracunan. Ramuan itu pun bereaksi pada tubuh korban sehingga dia jatuh pingsan.

“Tiba-tiba korban tidak sadar, dan saat korban sadar sudah dalam posisi terikat di mobil,” lanjut Kanit Jatanras. Pelaku kemudian membawa A ke tempat sepi dengan mobil pikap milik korban. Ternyata korban mulai sadar, “setelah itu dipukuli oleh pelaku beberapa kali menggunakan tangan kosong dan kunci besi.”

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka di wajahnya. Hantaman kunci besi juga mengakibatkan sejumlah gigi A rontok.

“Kondisi korban saat kita periksa ada beberapa luka di muka, sempat dijahit juga dan giginya copot enam karena dipukul kunci besi ini,” ujar Leonard.

Pelaku kemudian menggasak dompet dan telepon genggam milik A. Lantas meninggalkan korban bersama pikapnya.

“Pikap milik korban tidak dibawa. Pelaku hanya membawa uang milik korban sebesar Rp500 ribu,” ungkap Kanit Jatanras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat diwawancarai, Cahyo mengungkapkan alasan kekesalannya.

“Persaingan, Mas. Terlalu murah kalau kasih tarif. 40-50 ribu ditarik. Di daerah saya (tarifnya) 80 ribu. Karena dia kasih murah jadi anjlok semua. Dia terus yang dapat angkutan,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.
Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Secara sederhana, bisnis hijau adalah model usaha yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, penggunaan sumber daya secara efisien, serta penerapan
KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan tim internal terkait adanya dugaan intimidasi terhadap saksi kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Bersama Dai, arah pembangunan perbatasan ke depan ditujukan untuk mengubah citra wilayah perbatasan dari daerah tertinggal menjadi beranda depan negara yang maju, damai, dan sejahtera.
Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta geledah beberapa ruangan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (9/4).
Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Tim Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan sebanyak tujuh tersangka dalam kasus dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral pada periode 2008-2015, pada Kamis (9/4).

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral