GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Presiden Tunisia Pecat Perdana Menteri & Bekukan Parlemen

Presiden Tunisia Kais Saied membubarkan pemerintah dan membekukan parlemen pada Minggu (25 Juli 2021), sebuah langkah yang secara dramatis memperparah krisis politik di negara itu.
Senin, 26 Juli 2021 - 11:41 WIB
Presiden Tunisia pecat perdana menteri, bekukan parlemen
Sumber :
  • ANTARA FOTO

Tunis, 26/7 - Presiden Tunisia Kais Saied membubarkan pemerintah dan membekukan parlemen pada Minggu (25 Juli 2021), sebuah langkah yang secara dramatis memperparah krisis politik di negara itu. Kerumunan orang memenuhi Ibu Kota Tunis untuk mendukung langkah presiden, namun oposisi menyebut tindakan Saied itu sebagai kudeta.

Saied mengatakan, dia akan mengambil alih kekuasaan eksekutif dengan bantuan perdana menteri yang baru. Konstitusi demokratis 2014 yang memisahkan kekuasaan presiden, perdana menteri, dan parlemen kini menghadapi tantangan terbesar. Kerumunan orang memenuhi jalan-jalan di Tunis, bersorak-sorak dan membunyikan klakson kendaraan. Suasana itu mengingatkan pada revolusi 2011 yang membawa demokrasi dan memicu aksi protes "kebangkitan dunia Arab" (Arab Spring) yang mengguncang Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sejauh mana dukungan pada langkah Saied melawan pemerintahan rapuh dan parlemen yang tercerai berai tidak jelas. Dia memperingatkan masyarakat agar tidak bertindak anarkis. "Saya peringatkan siapa pun yang berpikir untuk menggunakan senjata... dan siapa pun yang menembakkan peluru, tentara akan membalasnya dengan peluru," kata Saied dalam pernyataan di televisi.

Bertahun-tahun kelumpuhan, korupsi, buruknya layanan publik, dan meningkatnya pengangguran telah menyengsarakan rakyat Tunisia sebelum pandemi global menghantam ekonomi tahun lalu dan tingkat penularan COVID-19 melonjak musim panas ini.

Protes, yang diserukan aktivis media sosial tapi tidak didukung partai besar mana pun, bermunculan pada Minggu. Sebagian besar kemarahan tertuju pada partai Islam moderat Ennahda yang menguasai parlemen. "Kami telah terbebas dari mereka," kata seorang perempuan bernama Lamia Meftahi tentang pemerintah dan parlemen. Dia ikut merayakan keputusan Saied itu di Tunis tengah.

"Ini adalah momen paling membahagiakan sejak revolusi," tambahnya.

Ennahda, yang dilarang sebelum revolusi, telah menjadi partai paling sukses sejak 2011 dan selalu menjadi bagian pemerintahan koalisi. Rached Ghannouchi, pemimpin Ennehda yang juga ketua parlemen, lewat percakapan telepon dengan Reuter segera menyebut keputusan Saied "sebuah kudeta terhadap revolusi dan konstitusi". "Kami menganggap institusi masih berdiri, dan pendukung Ennahda dan rakyat Tunisia akan membela revolusi," kata dia, meningkatkan kemungkinan munculnya bentrok antarpendukung Ennahda dan Saied.

Sengketa

Said dalam pernyataannya mengatakan bahwa tindakan yang diambilnya sesuai dengan Pasal 80 konstitusi. Dia juga mengutip pasal itu untuk mencabut kekebalan anggota-anggota parlemen. "Banyak orang tertipu oleh kemunafikan, pengkhianatan, dan perampokan hak-hak rakyat," kata dia.

Presiden dan parlemen dipilih lewat pemilu terpisah pada 2019, sedangkan Hichem Mechichi menjabat perdana menteri sejak musim panas lalu menggantikan pemerintah sebelumnya yang berumur pendek. Saied, seorang independen tanpa partai, bersumpah akan merombak sistem politik yang rumit dan terjangkit korupsi. Sementara itu, pemilihan parlemen membawa perpecahan karena tak satu pun partai meraih lebih dari seperempat jumlah kursi.

Sengketa atas konstitusi Tunisia semula akan diselesaikan lewat mahkamah konstitusi. Namun, tujuh tahun setelah konstitusi disahkan, mahkamah belum juga dibentuk akibat perselisihan dalam penunjukan para hakim.

Presiden telah terjerat dalam perselisihan politik dengan PM Mechichi selama lebih dari setahun, ketika negara itu bergulat dengan krisis ekonomi, kegentingan finansial, dan kegagalan penanganan pandemi COVID-19.

Berdasarkan konstitusi, presiden hanya memiliki tanggung jawab langsung atas urusan luar negeri dan militer. Namun setelah terjadi kekisruhan dalam pelaksanaan vaksinasi pekan lalu, dia meminta militer untuk mengambil alih penanganan pandemi.

Lonjakan kasus infeksi dan tingkat kematian akibat COVID-19 di Tunisia telah menambah kemarahan publik pada pemerintah ketika partai-partai politik bertengkar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Mechichi berusaha menegosiasikan pinjaman baru dengan Dana Moneter Internasional (IMF) yang dipandang penting untuk mengatasi krisis fiskal yang memburuk ketika Tunisia berjuang menutupi defisit anggaran dan pembayaran utang.

Reformasi ekonomi dianggap perlu untuk mendapatkan pinjaman, meski dapat merugikan warga biasa dengan hilangnya subsidi atau berkurangnya pekerjaan di sektor publik. Namun, perselisihan tentang reformasi tersebut telah membuat pemerintah Tunisia nyaris ambruk. (ari/ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KDM Serahkan Bantuan untuk Korban Longsor Desa Cibogo Lembang, Beri Uang hingga Siapkan Rumah

KDM Serahkan Bantuan untuk Korban Longsor Desa Cibogo Lembang, Beri Uang hingga Siapkan Rumah

Selain memberikan bantuan berupa uang kepada korban longsor di Desa Cibogo, Lembang, KDM sapaan Dedi Mulyadi, juga sedang menyiapkan rumah bagi korban longsor.
Momen Liburan, Kebun Binatang Ragunan Buka Pada H+2 Lebaran 2026

Momen Liburan, Kebun Binatang Ragunan Buka Pada H+2 Lebaran 2026

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan tempat wisata Kebun Binatang Ragunan baru dibuka pada hari kedua Lebaran 2026.
Media Belanda Tak Habis Pikir Soal Kasus Dean James, KNVB Akhirnya Buka Suara soal Nasib Bek Timnas Indonesia itu

Media Belanda Tak Habis Pikir Soal Kasus Dean James, KNVB Akhirnya Buka Suara soal Nasib Bek Timnas Indonesia itu

Respons KNVB terhadap aduan yang diajukan NAC Breda menjadi titik krusial dalam polemik status Dean James. Masa depan Dean James di kompetisi liga Belanda
Pastikan Izin Kerja Dean James Sah, Media Lokal Sebut Bek Naturalisasi Timnas Indonesia Tetap Pegang Paspor Belanda

Pastikan Izin Kerja Dean James Sah, Media Lokal Sebut Bek Naturalisasi Timnas Indonesia Tetap Pegang Paspor Belanda

Dean James membawa kemenangan telak Go Ahead Eagles atas NAC Breda dengan skor 6-0, Minggu (15/3/2026).
Muncul di Momen Lebaran, Ridwan Kamil Minta Maaf hingga Singgung Konten Hoaks Sudah Jadi Malapetaka Hidupnya

Muncul di Momen Lebaran, Ridwan Kamil Minta Maaf hingga Singgung Konten Hoaks Sudah Jadi Malapetaka Hidupnya

Mantan Gubernur Jawa barat (Jabar), Ridwan Kamil (RK) muncul saat Hari Raya Idul Fitri 2026. Eks suami Atalia minta maaf hingga sesalkan banyak konten hoaks.
Gubernur Khofifah, Wagub Emil dan Mensos Gus Ipul bersama Jemaah Salat Idulfitri di Masjid Al-Akbar

Gubernur Khofifah, Wagub Emil dan Mensos Gus Ipul bersama Jemaah Salat Idulfitri di Masjid Al-Akbar

Gubernur Khofifah, Wagub Emil, dan Mensos RI Saifullah Yusuf Salat Ied 1 di Masjid Al Akbar Surabaya.

Trending

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyayangkan penjual cilok yang mudik berjalan kaki dari Bandung-Ciamis, Asep Kumala Seta tidak berani minta ongkos ke bos.
Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Sebanyak 17 pemain dari skuad provisional dicoret hingga akhirnya ada 24 pemain dalam skuad final Timnas Indonesia.
John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

Dari daftar nama yang dicoret, hampir seluruhnya nama berasal dari klub-klub Super League. John Herdman bahkan mencoret Ezra Walian dan Ricky Kambuaya dari daftar final Timnas Indonesia. 
Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

NAC Breda mengajukan protes dengan meminta pertandingan melawan Go Ahead Eagles diulang. Kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles dituduhkan NAC Breda karena tidak sahnya klub lawan menurunkan Dean James. 
Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo Jelang FIFA Series 2026

Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo Jelang FIFA Series 2026

Kabar mengejutkan datang jelang agenda penting Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Wabah batuk dilaporkan melanda sejumlah rekan klub Jay Idzes di Sassuolo.
Resmi Umumkan Skuad Final FIFA Series, Ini Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia untuk Debut John Herdman

Resmi Umumkan Skuad Final FIFA Series, Ini Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia untuk Debut John Herdman

John Herdman memilih 24 pemain final Timnas Indonesia dari total 41 skuad provisional tepat pada Hari Raya Idul Fitri pada Sabtu (21/3/2026). 
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Paspor Pemain Timnas Indonesia Diprotes Keras di Belanda

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Paspor Pemain Timnas Indonesia Diprotes Keras di Belanda

Dean James gegerkan Eredivisie usai NAC Breda minta laga diulang karena dugaan masalah paspor dan izin kerja pemain Timnas Indonesia. Simak selengkapnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT