GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dino Patti Djalal Soroti Risiko RI Gabung Board of Peace Trump, Singgung Dugaan Biaya Rp1 Miliar

Eks Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal, soroti risiko Indonesia jika gabung Board of Peace Trump. Ia juga menyinggung soal uang Rp1 miliar
Senin, 26 Januari 2026 - 11:44 WIB
Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal
Sumber :
  • VIVA

Jakarta, tvOnenews.com – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan catatan kritis terkait kabar Indonesia harus membayar hingga Rp1 miliar agar bisa masuk dalam keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Melalui unggahannya di media sosial X pada Jumat, 23 Januari 2026, Dino menilai informasi seputar keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian masih terlalu abstrak, normatif, dan minim transparansi. Ia menegaskan, pemerintah perlu memberikan penjelasan yang lebih terbuka kepada publik, terutama terkait manfaat konkret dan potensi risiko keanggotaan Indonesia dalam forum internasional tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebagai negosiator Indonesia untuk Dewan Perdamaian, Menlu perlu memberikan penjelasan yang lebih mendalam,” tulis Dino. Menurut dia, rakyat Indonesia berhak mengetahui secara jelas apa yang didapat dan apa yang harus dikorbankan negara dalam keanggotaan Dewan Perdamaian Trump ini.

Salah satu sorotan terkuat Dino adalah munculnya kabar bahwa negara yang ingin menjadi anggota permanen Dewan Perdamaian harus membayar hingga US$1 miliar atau setara sekitar Rp16 triliun. Dino menyebut skema tersebut berpotensi bersifat transaksional dan elitis, serta berisiko mencederai prinsip diplomasi Indonesia yang selama ini mengedepankan keadilan dan solidaritas global.

“Kalau benar harus membayar, menurut saya jangan,” tegas Dino. Ia menilai, diplomasi perdamaian seharusnya tidak dibangun atas dasar transaksi finansial, melainkan komitmen moral dan politik untuk menyelesaikan konflik secara adil.

Selain soal biaya, Dino juga mempertanyakan posisi dan kedaulatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tersebut. Ia khawatir Indonesia justru hanya menjadi pengikut agenda pihak tertentu, terutama mengingat Dewan Perdamaian ini diinisiasi langsung oleh Presiden AS Donald Trump yang dikenal memiliki pendekatan tidak konvensional dalam politik luar negeri.

Dino juga mengingatkan potensi konflik kepentingan, terutama jika Dewan Perdamaian justru berubah menjadi proyek politik atau bisnis, termasuk dalam konteks rekonstruksi Gaza. Ia menilai perlu ada jaminan bahwa Palestina tidak hanya dijadikan objek, tetapi tetap menjadi subjek utama dalam setiap proses perdamaian.

“Bagaimana mencegah agar Dewan Perdamaian steril dari kepentingan bisnis aktor-aktor luar yang sebenarnya tidak peduli dengan Palestina?” tulis Dino dalam catatannya.

Sebagai mantan diplomat senior, Dino menekankan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump harus dikaji secara matang, bukan sekadar dilihat sebagai langkah simbolik. Menurut dia, pemerintah perlu menyampaikan secara terbuka apa hak dan kewajiban Indonesia, bagaimana mekanisme pengambilan keputusan, serta bagaimana posisi Dewan Perdamaian ini dalam tatanan global, termasuk relasinya dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Rakyat Indonesia butuh dan berhak mendapat penjelasan yang gamblang mengenai ini,” kata Dino.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam Dewan Perdamaian atau Board of Peace Charter pada Kamis, 22 Januari 2026, di sela World Economic Forum di Davos, Swiss. Pemerintah menyebut partisipasi Indonesia sebagai langkah strategis untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik di Gaza.

Namun, bagi Dino Patti Djalal, kabar soal kewajiban membayar hingga Rp1 miliar—atau bahkan lebih—untuk masuk Dewan Perdamaian Trump justru menjadi alarm penting. Ia menilai, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut harus didasarkan pada prinsip keadilan, kemandirian diplomasi, dan kepentingan nasional, bukan transaksi atau tekanan geopolitik. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Tanggung-tanggung, Kapolda NTT Terjun Langsung Patroli Amankan Idulfitri di Kota Kupang

Tak Tanggung-tanggung, Kapolda NTT Terjun Langsung Patroli Amankan Idulfitri di Kota Kupang

Tak Tanggung-tanggung, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko bersama Forkopimda turun langsung meninjau Kamtibmas di Kota Kupang saat pelaksanaan pawai malam
Sudah Mandi Wajib Sebelum Shalat Id, Apakah Masih Perlu Wudhu? Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Sudah Mandi Wajib Sebelum Shalat Id, Apakah Masih Perlu Wudhu? Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Sudah mandi wajib sebelum Shalat Id, apakah masih perlu wudhu? Simak penjelasan Ustaz Khalid Basalamah tentang syaratnya.
Mahfud MD Jadi Khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al Azhar, Temanya Singgung Fithrah Negara

Mahfud MD Jadi Khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al Azhar, Temanya Singgung Fithrah Negara

Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah mengumumkan jadwal dan pelaksanaaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.
Memangnya Harus Lewat Jalan Berbeda saat Pulang Shalat Idul Fitri? Kata Ustaz Adi Hidayat Berkaitan Sunnah

Memangnya Harus Lewat Jalan Berbeda saat Pulang Shalat Idul Fitri? Kata Ustaz Adi Hidayat Berkaitan Sunnah

Melintasi jalan yang berbeda setelah shalat Idul Fitri (shalat Ied). Ustaz Adi Hidayat (UAH) sebut itu amalan sunnah Nabi Muhammad SAW dijelaskan dalam hadis.
Gubernur Sumut dan Seskab RI Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di malam Idul Fitri

Gubernur Sumut dan Seskab RI Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di malam Idul Fitri

Gubernur Sumut Bobby Nasution membagikan sebanyak 2.500 paket bingkisan berisi bahan makanan dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada masyarakat Sumut di malam
Terkait Umumkan Lebaran Selain Pemerintah, MUI: Haram Hukumnya

Terkait Umumkan Lebaran Selain Pemerintah, MUI: Haram Hukumnya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) jelaskan terkait penetapan Lebaran merupakan kewenangan pemerintah. Selain itu, MUI menyinggung adanya larangan mengumumkan hari

Trending

Hukum Sengaja Meninggalkan Khutbah Shalat Idul Fitri, Sebenarnya Dosa atau Tidak?

Hukum Sengaja Meninggalkan Khutbah Shalat Idul Fitri, Sebenarnya Dosa atau Tidak?

Mengacu dari sejumlah hadis riwayat Rasulullah SAW dan kesepakatan ulama, hukum meninggalkan khutbah shalat Idul Fitri (shalat Ied) diperbolehkan dalam Islam.
Pramono Anung: 1.000 Bedug Meriahkan Malam Takbiran di Bundaran HI

Pramono Anung: 1.000 Bedug Meriahkan Malam Takbiran di Bundaran HI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Malam Takbiran dan Pawai Obor di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).
Truk Sumbu 3 Diduga Langgar Aturan SKB di Tol Cikampek, Kemenhub: Kepolisian sudah Melakukan Tindakan Tegas

Truk Sumbu 3 Diduga Langgar Aturan SKB di Tol Cikampek, Kemenhub: Kepolisian sudah Melakukan Tindakan Tegas

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi sejumlah truk yang diduga dikawal oleh anggota TNI, melanggar aturan surat keputusan bersama (SKB) soal
Catat! Ini Sunnah-sunnah Hari Raya Idul Fitri Sesuai Ajaran Rasulullah SAW yang Bisa Diamalkan

Catat! Ini Sunnah-sunnah Hari Raya Idul Fitri Sesuai Ajaran Rasulullah SAW yang Bisa Diamalkan

Sunnah Hari Raya Idul Fitri sesuai ajaran Rasulullah SAW, mulai dari shalat Id, makan sebelum berangkat, hingga amalan yang sering terlupakan.
Seskab Teddy: Istana Presiden Dibuka untuk Masyarakat Halal Bihalal Lebaran

Seskab Teddy: Istana Presiden Dibuka untuk Masyarakat Halal Bihalal Lebaran

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Istana Kepresidenan, Jakarta akan dibuka untuk masyarakat umum dalam kegiatan halal bihalal pada Hari Raya Idul
Keerom Papua Diguncang Gempa M 5,6

Keerom Papua Diguncang Gempa M 5,6

Gempa bumi terjadi di wilayah Keerom, Papua. Kekuatan gempa mencapai 5,6 magnitudo. "Gempa Mag:5,6," tulis akun X BMKG, Sabtu (21/3/2026).
Ihwal Angka Kecelakaan Mudik 2026, Korlantas Polri: Turun 3 Persen, Korban Jiwa 24 Persen

Ihwal Angka Kecelakaan Mudik 2026, Korlantas Polri: Turun 3 Persen, Korban Jiwa 24 Persen

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan sinyal positif soal evaluasi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Berdasarkan hasil monitoring nasional,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT