Nipah Virus Outbreak di India Picu Kewaspadaan Asia, Bandara Perketat Skrining Kesehatan
- Pixabay.com
Jakarta, tvOnenews.com – Nipah virus outbreak yang dilaporkan di India memicu peningkatan kewaspadaan di sejumlah negara Asia. Bandara-bandara di Thailand, Nepal, dan Taiwan mulai memperketat pemeriksaan kesehatan bagi penumpang internasional menyusul laporan kasus Nipah virus outbreak yang dikonfirmasi di wilayah India bagian timur.
Laporan menyebutkan bahwa sedikitnya lima kasus awal Nipah virus outbreak sempat dilaporkan di India, tepatnya di wilayah West Bengal. Kondisi tersebut mendorong negara-negara tetangga meningkatkan skrining dan pengawasan kesehatan, terutama terhadap pelancong yang datang dari wilayah terdampak Nipah virus outbreak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa gejala Nipah virus outbreak dapat meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Pada kasus berat, pasien bisa mengalami pusing, gangguan kesadaran, gangguan pernapasan, hingga pneumonia. Nipah virus outbreak juga dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi dan berpotensi menular antarmanusia melalui kontak dekat.
Otoritas India Klarifikasi Nipah Virus Outbreak
Namun, otoritas kesehatan India menegaskan bahwa Nipah virus outbreak yang terjadi bukan berskala nasional. National Centre for Disease Control (NCDC) India menyatakan wabah tersebut bersifat lokal dan terbatas di dua distrik di negara bagian Kerala, yakni Kozhikode dan Malappuram.
“Nipah Virus Disease bukan merupakan outbreak besar dan hanya kejadian lokal. Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk panik,” tulis NCDC dalam keterangan resminya.
Pernyataan ini diperkuat oleh mantan penasihat kesehatan pemerintah negara bagian sekaligus spesialis penyakit menular, Dr Sayan Chakraborty. Ia menyebut laporan lima kasus Nipah virus outbreak di West Bengal tidak sepenuhnya akurat.
“Sejauh ini hanya dua kasus yang terkonfirmasi, keduanya merupakan tenaga kesehatan yang memiliki kontak erat satu sama lain,” kata Chakraborty. Ia menambahkan, sejumlah pasien yang sempat dicurigai terinfeksi Nipah virus outbreak telah menjalani tes dan dinyatakan negatif, serta sudah dipulangkan.
Meski demikian, pemerintah India tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan kesehatan di wilayah terdampak Nipah virus outbreak untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Thailand Perketat Skrining Bandara
Di tengah kekhawatiran global terhadap Nipah virus outbreak, Thailand mulai memperketat pemeriksaan kesehatan di sejumlah bandara utama. Otoritas kesehatan Thailand menerapkan metode skrining seperti saat pandemi Covid-19, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan pemantauan gejala pada penumpang dari wilayah India.
Bandara yang memperketat skrining terkait Nipah virus outbreak antara lain Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. Penumpang juga dibagikan kartu kewaspadaan kesehatan berisi panduan jika mengalami gejala setelah tiba di Thailand.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan hingga kini belum ada laporan kasus Nipah virus outbreak di negaranya. Namun, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan.
Nepal dan Taiwan Naikkan Status Siaga
Nepal turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Nipah virus outbreak dengan memperketat pemeriksaan kesehatan di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, serta di sejumlah perbatasan darat dengan India. Pemerintah Nepal mendirikan pos kesehatan tambahan dan meminta fasilitas medis segera melaporkan setiap kasus yang mencurigakan.
“Kami telah memperkuat pengawasan di titik-titik perbatasan, terutama di Provinsi Koshi,” ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Nepal, Dr Prakash Budhathoki.
Sementara itu, Taiwan berencana mengklasifikasikan infeksi Nipah virus sebagai penyakit menular kategori tertinggi. Jika kebijakan ini disahkan, setiap temuan Nipah virus outbreak akan wajib dilaporkan segera dan diikuti dengan langkah pengendalian khusus.
WHO Soroti Risiko Nipah Virus Outbreak
WHO telah menetapkan Nipah sebagai salah satu patogen prioritas karena kemampuannya menyebabkan Nipah virus outbreak dengan tingkat kematian tinggi. Virus ini umumnya ditularkan dari hewan ke manusia, terutama dari kelelawar dan babi, namun juga dapat menyebar melalui kontak dekat antarmanusia.
Meski otoritas kesehatan India menegaskan bahwa Nipah virus outbreak saat ini masih terbatas, peningkatan kewaspadaan di Asia mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mencegah meluasnya wabah penyakit menular berisiko tinggi. Pemeriksaan ketat di bandara dan perbatasan dinilai menjadi langkah krusial untuk memutus potensi rantai penularan Nipah virus outbreak lintas negara. (nsp)
Load more