Musim Dingin di Gaza, 11 Anak Meninggal Dunia
- ANTARA/Anadolu
tvOnenews.com — Sebanyak 11 anak Palestina di Jalur Gaza dilaporkan meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem sejak awal musim dingin.
Kondisi ini terjadi di tengah keterbatasan tempat tinggal yang masih dialami ribuan warga Gaza, sebagaimana disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (30/1/2026).
Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq dalam konferensi pers di New York mengungkapkan bahwa laporan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menunjukkan warga Gaza masih menghadapi kesulitan serius selama musim dingin berlangsung.

- ANTARA
Ia menjelaskan, sejak Oktober lalu, PBB bersama mitra kemanusiaannya telah menyalurkan puluhan ribu tenda dan membantu penyediaan tempat berlindung bagi lebih dari setengah juta penduduk Gaza.
Namun demikian, tenda-tenda tersebut dinilai belum mampu memberikan perlindungan yang memadai, terutama dalam menghadapi suhu dingin dan cuaca ekstrem.
Menurut Haq, PBB terus mendorong adanya solusi hunian yang lebih permanen agar warga Gaza tidak terus bergantung pada tenda darurat.
Selain itu, PBB juga kembali menekankan pentingnya kelancaran masuknya bantuan kemanusiaan serta barang-barang komersial ke wilayah tersebut dalam jumlah yang lebih besar.
Tak hanya di Jalur Gaza, Haq turut menyoroti situasi kemanusiaan di Tepi Barat, khususnya di wilayah Yerusalem Timur, yang terdampak pemutusan aliran listrik dan air oleh otoritas Israel.
Ia mendesak agar pembatasan operasional terhadap Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan organisasi internasional lainnya segera dicabut.
PBB menegaskan seluruh mitra kemanusiaan harus diberikan akses tanpa hambatan, baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat, demi memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi warga sipil tetap terpenuhi.
Load more