Trump: Saya Sebenarnya Tidak Ingin Menyerang Iran, tapi...
- ANTARA
Al-Busaidi juga menyampaikan optimismenya melalui media sosial.
“Saya berterima kasih atas keterlibatan mereka dan berharap untuk kemajuan lebih lanjut dan menentukan dalam beberapa hari mendatang,” kata al-Busaidi dalam sebuah unggahan di X. “Perdamaian ada dalam jangkauan kita.”
Namun, ketika ditanya dalam wawancara dengan MS Now mengenai kemungkinan serangan AS dalam waktu dekat, ia mengaku tidak dapat memastikan.
“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu, karena saya tidak tahu.”
“Saya pikir Presiden Trump sangat bersemangat untuk mencapai kesepakatan,” kata al-Busaidi. “Dia ingin mencapai kesepakatan. Dia ingin solusi diplomatik, dan inilah yang sedang kami coba lakukan.”
Sementara itu, dalam pidatonya di Corpus Christi, Texas, Trump kembali menegaskan bahwa Washington menghadapi keputusan penting terkait Iran.
“Kita memiliki keputusan yang sangat besar.”
“Kita memiliki negara yang selama 47 tahun telah menghancurkan kaki dan lengan orang,” kata Trump. “Mereka telah menghancurkan kapal, membunuh banyak orang, bukan hanya orang Amerika, banyak orang.”
Trump menegaskan dirinya tetap menginginkan solusi damai.
“Saya ingin membuat kesepakatan yang bermakna.”
“Saya lebih suka melakukannya dengan cara damai,” kata Trump, sambil menyebut pemerintah Iran sebagai “orang-orang yang sangat sulit, orang-orang berbahaya, orang-orang yang sangat sulit.”
Di sisi lain, Kedutaan Besar AS di Yerusalem pada Jumat pagi mengizinkan personel pemerintah AS dan keluarga mereka yang bukan dalam keadaan darurat untuk meninggalkan Israel “karena risiko keselamatan.”
Pada hari yang sama, kapal induk Amerika, USS Gerald Ford, dilaporkan tiba di lepas pantai Israel.
Selain itu, Departemen Luar Negeri AS menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio dijadwalkan melakukan kunjungan ke Israel pada Senin dan Selasa untuk membahas isu Iran serta persoalan regional lainnya.
Load more