GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Ulama ke Kursi Transisi Kekuasaan: Siapa Ayatollah Arafi, Figur Kunci Iran Pasca Khamenei?

Profil Ayatollah Alireza Arafi, ulama senior yang masuk Dewan Kepemimpinan Interim Iran dan disebut kandidat kuat pengganti Ali Khamenei.
Senin, 2 Maret 2026 - 06:30 WIB
Dari Ulama ke Kursi Transisi Kekuasaan: Siapa Ayatollah Arafi, Figur Kunci Iran Pasca Khamenei?
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 menjadi titik balik paling dramatis dalam sejarah politik Iran modern.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, kekuasaan tertinggi Republik Islam tidak lagi berada di satu tangan. Di tengah situasi genting itu, satu nama mendadak menjadi sorotan dunia: Ayatollah Alireza Arafi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan Interim, sebuah struktur konstitusional yang akan memimpin negara hingga Pemimpin Tertinggi yang baru terpilih. Penunjukan ini diumumkan Dewan Penentu Kebijakan Tertinggi Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, sehari setelah konfirmasi wafatnya Ali Khamenei.

Dewan kepemimpinan sementara ini dibentuk berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran. Fungsinya jelas: menjaga kesinambungan pemerintahan, memastikan stabilitas negara, dan mengawal proses suksesi hingga Majelis Ahli Iran memilih pemimpin tertinggi permanen. Selain Arafi, dua figur lain yang masuk dalam dewan ini adalah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei.

Namun, dari tiga nama tersebut, posisi Ayatollah Alireza Arafi dinilai paling strategis. Ia menjadi satu-satunya unsur ulama senior dengan latar belakang fikih dan pengalaman panjang di institusi keagamaan inti negara. Dalam sistem Republik Islam, faktor ini bukan sekadar simbolik, melainkan penentu legitimasi kekuasaan.

Lahir pada 1959, Arafi dikenal sebagai ulama dengan rekam jejak panjang di bidang pendidikan dan pengkaderan keagamaan. Ia memimpin jaringan hauzah atau lembaga pendidikan Islam nasional, sebuah posisi krusial dalam menjaga ideologi dan kesinambungan otoritas ulama di Iran. Selain itu, ia juga merupakan anggota Dewan Garda Konstitusi, lembaga yang berwenang menilai kesesuaian undang-undang dengan syariat Islam serta menyaring kandidat dalam pemilu.

Posisinya semakin menguat karena Arafi juga duduk di Majelis Ahli Kepemimpinan, lembaga yang beranggotakan puluhan ulama senior dan memiliki kewenangan penuh untuk memilih Pemimpin Tertinggi Iran. Dengan kata lain, Arafi berada di dua titik paling vital: penjaga sistem dan penentu suksesi. Kondisi inilah yang membuat namanya digadang-gadang sebagai kandidat kuat pengganti Ali Khamenei.

Dalam konteks transisi kekuasaan saat ini, peran Arafi bukan hanya administratif. Untuk pertama kalinya sejak Revolusi Islam 1979, otoritas tertinggi Iran dijalankan secara kolektif. Tiga figur berbagi kendali negara, dan Arafi memegang peran sentral dalam memastikan bahwa arah pemerintahan tetap sejalan dengan prinsip Wilayatul Faqih yang selama ini menjadi fondasi ideologi negara.

Secara karakter, Arafi dikenal sebagai sosok “garis keras modern”. Ia memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris yang baik, serta mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, sebagai sarana penyebaran nilai-nilai Republik Islam. Meski terbuka terhadap inovasi, sikap politiknya tetap tegas. Pada gelombang protes domestik 2022, Arafi tercatat mengeluarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang menyerang simbol ulama dan institusi keagamaan.

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa di tengah tekanan geopolitik dan ketegangan regional, Iran berupaya mempertahankan kesinambungan ideologisnya. Pembentukan dewan kepemimpinan interim bukan dimaksudkan sebagai pelemahan otoritas, melainkan mekanisme konstitusional untuk mencegah kekosongan kekuasaan dan potensi instabilitas internal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Iran, masa transisi ini menjadi ujian besar. Dunia internasional mengamati dengan cermat bagaimana negara tersebut mengelola pergantian kepemimpinan di tengah konflik terbuka dengan Amerika Serikat dan Israel. Di dalam negeri, publik menunggu arah baru kebijakan pasca era Khamenei yang telah berlangsung hampir empat dekade.

Nama Ayatollah Alireza Arafi kini berada di pusat pusaran sejarah tersebut. Apakah ia hanya akan menjalankan peran transisional, atau justru melangkah lebih jauh sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya, masih menjadi tanda tanya besar. Yang pasti, selama proses suksesi berlangsung, Arafi memegang salah satu kunci paling menentukan bagi masa depan politik dan ideologi Republik Islam Iran. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Desain Kemasan Minimalis Kini Jadi Senjata Utama Produk Rebut Hati Konsumen: Bisa Dongkrak Penjualan?

Desain Kemasan Minimalis Kini Jadi Senjata Utama Produk Rebut Hati Konsumen: Bisa Dongkrak Penjualan?

Kemasan yang simpel, mudah dikenali, dan terlihat premium dinilai lebih efektif menarik perhatian dibanding desain yang terlalu ramai. Tak heran jika banyak merek besar dunia
Mardiono Minta Kader PPP Aktif Kawal Program Kabinet Merah Putih dan Hadir di Tengah Masyarakat

Mardiono Minta Kader PPP Aktif Kawal Program Kabinet Merah Putih dan Hadir di Tengah Masyarakat

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, memberikan pengarahan strategis kepada seluruh jajarannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) PPP se-Provinsi Sumatera Barat di Padang, Sabtu (9/5).
Era Baru Mobile Storytelling, Konten Micro Drama Kini Makin Digemari Generasi Mobile: Jadi Pasar Digital Baru?

Era Baru Mobile Storytelling, Konten Micro Drama Kini Makin Digemari Generasi Mobile: Jadi Pasar Digital Baru?

Persaingan industri hiburan digital semakin bergeser ke format short-form dan mobile-first. Saat ini, platform streaming tidak hanya bersaing dengan televisi konvensional, tetapi juga
Ramalan Asmara Weton Tanggal 10 Mei 2026: Ada yang Siap Melamar, tapi Juga Patah Hati

Ramalan Asmara Weton Tanggal 10 Mei 2026: Ada yang Siap Melamar, tapi Juga Patah Hati

Apakah hubungan Anda akan semakin erat, atau justru ada badai yang menghadang? Berikut prediksi nasib asmara lima weton terpilih untuk tanggal 10 Mei 2026.
Jay Idzes Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni Lawan Oman dan Mozambik?

Jay Idzes Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni Lawan Oman dan Mozambik?

Di tengah kabar Timnas Indonesia yang akan melawan Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni, kepastian tentang pemulihan cedera Jay Idzes masih jadi teka-teki.
Sinopsis Film Dosa, Horor Berdarah yang Angkat Konflik Mertua dan Menantu

Sinopsis Film Dosa, Horor Berdarah yang Angkat Konflik Mertua dan Menantu

Tren film horor kini tidak lagi hanya mengandalkan jumpscare atau sosok menyeramkan, tetapi mulai mengeksplorasi sisi psikologis manusia. Konflik keluarga, rasa bersalah, trauma

Trending

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate dengan Agen Megawati Hangestri: Keputusan Ada di Mega

Keputusan akhir diserahkan kepada Megawati Hangestri setelah agennya mengadakan pertemuan tertutup dengan Hillstate, termasuk sang pelatih Kang Sung-hyung.
Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Akui Keturunan Indonesia di Hadapan FIFA, Gelandang Serie A yang Pernah Jebol Gawang Juventus Ini Tak Bisa Dinaturalisasi dan Bela Garuda

Meski akui punya garis keturunan Indonesia di hadapan FIFA, gelandang klub Serie A Liga Italia ini dipastikan tidak bisa dinaturalisasi untuk membela Timnas.
Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Terbaru Igor Sanders, Ini Daftar 5 Pemain Diaspora yang Kabarnya Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 mulai mematangkan persiapan jelang ajang Piala AFF U-19 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil sejumlah pemain diaspora.
Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

Sikap tegas ditunjukkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai melapor kepadanya perihal guru yang jarang masuk kelas untuk mengajar.
Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Update Garuda Calling: 1 Diaspora Baru Dikabarkan Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2026, Penjebol Gawang Ajax OTW Bela Merah Putih

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF U-19 2026 menunjukkan perkembangan. Di tengah fokus TC, muncul kabar mengenai pemanggilan pemain diaspora baru.
Malam Ini Timnas Indonesia U-17 Berpeluang Cetak Rekor Baru: Hat-trick Lolos Piala Dunia

Malam Ini Timnas Indonesia U-17 Berpeluang Cetak Rekor Baru: Hat-trick Lolos Piala Dunia

Asa Timnas Indonesia U-17 untuk kembali menggetarkan panggung dunia kini terbuka lebar. Skuad Garuda Muda memiliki kesempatan emas untuk lolos ke Piala Dunia ..
Top 3 Voli: Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate, PBVSI Diserbu Volimania, hingga Megawati Hangestri Minta Maaf usai Mundur dari Timnas

Top 3 Voli: Hasil Pertemuan Tertutup Manajemen Hyundai Hillstate, PBVSI Diserbu Volimania, hingga Megawati Hangestri Minta Maaf usai Mundur dari Timnas

Berikut rangkuman tiga berita terpopuler seputar voli yang paling banyak menyita perhatian pembaca tvOnenews.com.
Selengkapnya

Viral