Perang Iran vs AS dan Israel Memanas: Trump Ancam Gelombang Serangan Baru, Timur Tengah Diguncang Balasan Drone dan Rudal
- Anadolu
Selain itu, ledakan terdengar di Erbil, Irak, dekat bandara yang menjadi lokasi aktivitas militer. Sirene peringatan juga berbunyi di Bahrain.
Serangan-serangan ini menunjukkan konflik telah menyentuh pusat-pusat ekonomi, infrastruktur energi, hingga fasilitas diplomatik.
Israel Serang Beirut, Hezbollah Balas dengan Drone
Di Lebanon, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk puluhan desa di selatan negara itu. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyebut setidaknya 50 desa dan permukiman diminta mengosongkan wilayahnya sejauh 1.000 meter dari lokasi yang diklaim sebagai fasilitas Hezbollah.
Militer Israel juga memperbarui peringatan evakuasi untuk kawasan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut dan satu wilayah lainnya.
Ledakan keras dan kepulan asap terlihat di langit Beirut selatan pada Selasa pagi. Israel menyatakan tengah menyerang pusat komando dan fasilitas penyimpanan senjata Hezbollah.
Sebagai balasan, Hezbollah mengaku meluncurkan drone ke wilayah Israel. Angkatan Udara Israel menyebut telah mencegat dua UAV yang masuk dari arah Lebanon.
Eskalasi ini terjadi meskipun sebelumnya terdapat gencatan senjata yang dimediasi AS pada November 2024, yang kini praktis tidak lagi efektif.
Warga AS Diminta Tinggalkan Timur Tengah
Departemen Luar Negeri AS mendesak seluruh warga negara Amerika untuk segera meninggalkan kawasan Timur Tengah.
Peringatan ini muncul di tengah meluasnya serangan lintas negara yang menyasar pangkalan militer, bandara, hotel, hingga fasilitas diplomatik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa rakyat Amerika “layak mendapatkan yang lebih baik” dan menyebut warga AS seharusnya mengambil kembali kendali atas negara mereka, pernyataan yang mencerminkan retorika politik kedua belah pihak.
Konflik Berpotensi Meluas
Perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel kini tidak lagi terbatas pada satu front. Serangan balasan yang menjalar ke negara-negara Teluk memperlihatkan risiko konflik regional skala besar.
Dengan Trump menyatakan gelombang serangan berikutnya masih akan datang, dan Iran terus mempertahankan tekanan melalui rudal serta drone, kawasan Timur Tengah menghadapi fase paling genting dalam beberapa tahun terakhir.
Dunia kini menanti apakah jalur diplomasi masih memungkinkan, atau justru konflik akan memasuki babak baru yang lebih luas dan destruktif. (nsp)
Load more