AS Bergejolak, Demo Besar "No Kings" di Berbagai Kota Tuntut Gulingkan Trump Imbas Perang Iran
- ANTARA/Anadolu
Jakarta, tvOnenews.com - Aksi demonstrasi besar-besaran "No Kings" sedang berlangsung di sejumlah kota di Amerika Serikat, menolak kebijakan luar negeri sang presiden, Donald Trump termasuk soal perang dengan Iran.
Dilaporkan Reuters pada Sabtu (28/3/2026) gelombang protes terhadap Trump itu direncanakan dilakukan di seluruh 50 negara bagian. Selain terkait perang Iran, massa aksi juga memprotes kebijakan deportasi yang agresif dan sejumlah hal lainnya yang dinilai otoriter.
Mulai dari New York, Dallas, Philadelphia, hingga Washington terpantau dipadati massa aksi yang menolak kebijakan-kebijakan Trump.
Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders yang dikenal sebagai kritikus Trump menilai ada arah otoriter yang dilakukan sang presiden. Dirinya menegaskan bahwa sebagai negara demokrasi, AS akan dipimpin oleh masyarakat.
"Kami tidak akan mengizinkan negara ini berubah menjadi otoriter atau olgarki di Amerika. Kami, masyarakat, akan memerintah," tegas Sanders.
Sementara itu, perwakilan dari Partai Republik mengkritik politikus Partai Demokrat yang mendukung aksi demonstrasi besar-besaran ini.
Juru bicara komite Partai Republik, Mike Marinella mengatakan bahwa dukungan terhadap protes yang terjadi adalah bentuk fantasi kejam dari orang-orang Partai Demokrat.
"Aksi unjuk rasa ini adalah tempat fantasi paling kejam dan gila dari kelompok sayap kiri, mereka mendapatkan mikrofon untuk menyuarakan ini dan anggota DPR dari Partai Demokrat menerima perintah mereka," ujar Marinella.
Aksi ini dilaporkan diikuti oleh 8 juta orang dari seluruh Amerika Serikat. Bahkan, sejumlah nama besar seperti aktor kawakan Robert De Niro juga menyuarakan kemarahannya terhadap sang presiden.
Sementara itu, sejumlah demonstran dilaporkan ditangkap oleh polisi karena dinilai melakukan keributan. Sebuah laporan mengatakan dua polisi dipukul oleh batu bata dan sedang mendapatkan perawatan.
Pihak kepolisian juga telah mengerahkan gas air mata kerumunan massa aksi setelah dugaan pelemparan terhadap aparat.
Diketahui, demo "No Kings" atau "tanpa raja" ini sudah digelar oleh masyarakat AS sejak beberapa bulan terakhir. Mereka memprotes Trump dan pemerintahannya.
Massa aksi menilai kebijakan presiden AS saat ini mengancam keberlangsungan demokrasi, kebebasan berbicara, dan merusak lingkungan. (iwh)
Load more