Iran Buru Pilot Jet Tempur AS yang Jatuh, Janjikan Hadiah Jika Warga Berhasil Tangkap
- ANTARA/Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Iran melalui otoritas regional di wilayah barat daya mengumumkan pemberian hadiah bagi warga yang membantu menemukan pilot Amerika Serikat yang masih hilang setelah jet tempur F-15E Strike Eagle ditembak jatuh pada Jumat (3/4/2026).Â
Langkah ini memperbesar tensi konflik yang sudah berlangsung selama lima pekan terakhir.Â
Insiden tersebut melibatkan dua pesawat tempur militer AS. Jet F-15E dilaporkan jatuh di wilayah Iran setelah terkena sistem pertahanan udara setempat.Â
Dilansir dari Reuters, dari dua awak yang berada di dalam pesawat, satu personel berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih belum ditemukan dan kini menjadi target operasi pencarian di darat.Â
Pada insiden terpisah, pesawat A-10 Warthog juga dilaporkan jatuh setelah terkena serangan saat berada di kawasan Kuwait. Pilotnya berhasil keluar dengan kursi pelontar dan selamat.Â
Reuters melaporkan kecelakaan kedua ini menambah tekanan terhadap operasi udara Washington di kawasan.Â
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) disebut telah mengerahkan pasukan untuk menyisir area jatuhnya F-15E. Pemerintah daerah setempat juga menyerukan keterlibatan masyarakat sipil untuk membantu menemukan awak yang masih hilang.
Dengan imbalan khusus bagi yang berhasil menangkap atau melumpuhkannya.Â
Situasi ini memicu sindiran dari elite politik Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyebut operasi militer Amerika Serikat kini hanya tersisa misi penyelamatan personel.
"Perang AS dan Israel telah turun kelas dari upaya 'pergantian rezim' menjadi sekadar perburuan pilot-pilot mereka."
Dalam upaya penyelamatan, dua helikopter Black Hawk milik AS yang masuk ke wilayah udara Iran untuk misi evakuasi juga sempat mendapat tembakan dari pasukan Iran, namun keduanya berhasil keluar dengan selamat.Â
Jatuhnya dua pesawat tersebut menjadi pukulan terhadap klaim Washington soal dominasi penuh di langit Iran. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan pasukan mereka memiliki kendali atas wilayah udara konflik.Â
Namun insiden terbaru ini menunjukkan ancaman dari pertahanan Iran masih signifikan. (nba)
Load more