KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno
- Istimewa
Tak lama kemudian, pada 10–13 Juni 1956, Presiden Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Italia dan disambut oleh Presiden Italia Giovanni Gronchi dalam pertemuan kenegaraan resmi di Istana Quirinale. Dalam kunjungan yang sama, Presiden Soekarno bertemu Paus Pius XII di Vatikan dan menerima penghargaan Grand Cross of the Pian Order, kemudian kembali mengunjungi Vatikan pada 1959 dan 1964, di mana diterima masing-masing oleh Paus Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI. Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa patung Presiden Soekarno merupakan wujud penghormatan atas warisan diplomasi beliau, sekaligus simbol kesinambungan semangat politik luar negeri bebas aktif yang terus dijaga oleh KBRI Roma hingga hari ini.Â
"Bung Karno mengajarkan kita bahwa diplomasi yang kuat lahir dari keberanian visi dan keyakinan diri sebagai bangsa. Semoga patung ini menginspirasi setiap diplomat dan warga Indonesia yang hadir di sini untuk terus membawa api perjuangan dan semangat yang sama, bahwa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat, bermartabat, dan selalu hadir di panggung dunia," ujar Dubes Junimart.Â
Senada dengan pesan tersebut, Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani turut menyampaikan amanatnya kepada seluruh warga Indonesia di Italia. Beliau menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan di perantauan. "Kepada KBRI Roma dan seluruh warga negara Indonesia di Italia, tetaplah menaruh Pancasila di hati masing-masing.Â
Pancasila adalah bagian dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia, di mana pun kita berada," pesan Puan Maharani. Semangat tersebut turut bergema dari kalangan generasi muda. Mewakili diaspora dan mahasiswa Indonesia di Italia, Dimas Prasetia menyampaikan sambutannya pada acara tersebut, menegaskan komitmen generasi muda untuk meneruskan cita-cita kebangsaan.Â
"Semoga peresmian patung Bung Karno ini menjadi pengingat bahwa semangat Indonesia harus terus hadir di panggung dunia. Tugas kami, generasi muda, adalah berani bermimpi besar untuk Indonesia di mana pun kami berada," ujar Dimas.Â
Patung Presiden Soekarno ini dipercayakan pengerjaannya kepada Gusti Dipa Art Gallery, pelaku usaha seni rupa menengah kecil asal Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang seni patung, yang beroperasi dari Bantul, Yogyakarta dan Bekasi. Penugasan kepada pelaku UMKM lokal ini mencerminkan komitmen KBRI Roma untuk turut mendukung pengembangan industri kreatif Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari warisan diplomasi budaya yang diharapkan dapat terus menginspirasi generasi mendatang.(chm)
Load more