News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terus Gempur Lebanon karena Tak Punya perjanjian, Pakar Strategi PPAU Nilai Israel Geer akan Dimanjakan AS

Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati menyoroti keputusan Israel menyerang Lebanon usai kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:14 WIB
Foto menunjukkan kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati menyoroti serangan Israel terhadap Lebanon. Gempuran itu masih terjadi usai Amerika Serikat (AS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Iran.

Agung melihat poin pertama dari perdamaian AS dengan Iran yang menyapakati penghentian operasi militer dari semua front. Akan tetapi, Israel justru tetap pilih menyerang wilayah Lebanon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agung mengulik alasan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tak menghalangi operasi militer menyerang Lebanon. Keputusan tersebut tentu menghancurkan perdamaian AS dan Iran.

"Saya enggak tahu kepandaian, kecerdasan ataupun kebodohan dari Netanyahu, dia tidak menghalangi serangan ke Beirut. Tujuan dia jelas menghalangi tanda tangan daripada atau perjanjian dealnya," ujar Agung dalam program Apa Kabar Indonesia tvOne, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Agung, upaya dari Netanyahu tentu memicu kekhawatiran bagi AS, terutama Presiden Donald Trump. Situasi tersebut akan merubah dari strategi mencapai tujuan perdamaian dengan Iran.

Dalam perjanjian dengan Iran, AS harus menarik pasukannya. Tak hanya itu, sekutunya termasuk Israel juga wajib mundur dari wilayah Lebanon.

"Kalimatnya bahwa Amerika dan Iran sepakat untuk menjaga kedaulatan dan integritas Lebanon. Artinya apa? Setelah ini ditandatangani, kalau sampai nanti masih Israel menduduki Lebanon selatan, berarti akan berhadapan dengan Amerika dan Iran," terangnya.

Kenap Israel Melawan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran?

Polisi dan pemadam kebakaran memegang Bendera Lebanon di bangunan runtuh yang dihancurkan Israel di tengah kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran
Polisi dan pemadam kebakaran memegang Bendera Lebanon di bangunan runtuh yang dihancurkan Israel di tengah kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran
Sumber :
  • Reuters/Zohra Bensemra

Ia memahami kesepakatan tersebut menimbulkan pertentangan dari Netanyahu. Menurutnya, sang Perdana Menteri merasa bahwa Israel dan AS tidak memiliki perjanjian apa pun.

Di sisi lain, Israel juga merasa telah menyatu dengan AS. Maksudnya, Israel menganggap pihaknya sangat dimanjakan oleh Amerika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang kita lihat Amerika dan Israel itu enggak punya perjanjian apa pun, tapi orang Israel geer banget beranggapan bahwa mereka adalah pasangan yang sehidup semati kayak diikat perjanjian pernikahan suci, sehingga apa pun akan dibela. Akan tetapi, nyatanya tidak," jelasnya.

Menurutnya, pola pikir tersebut tidak sesuai realita. AS justru lebih memilih Iran sehingga menyepakati belasan poin tercantum dalam nota kesepahaman ditandatangani secara jarak jauh di Prancis.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin mengungkap kronologi dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, serta illegal access ke Presiden Prabowo
Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan perempuan berinisial ANW terhadap putra Ruben Onsu, Betrand Peto masih menjadi perhatian publik. Begini kabarnya.
Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Kehadiran penjual asing di sektor ini dikhawatirkan mengganggu mata pencaharian warga setempat yang menggantungkan hidup dari usaha berjualan peci.
Hasil I League Cup 2026-2027: Persija Ditahan Imbang PSMS, Persebaya Takluk dari Tornado FC Pekanbaru

Hasil I League Cup 2026-2027: Persija Ditahan Imbang PSMS, Persebaya Takluk dari Tornado FC Pekanbaru

Sejumlah pertandingan I League Cup 2026/2027 menghadirkan hasil mengejutkan pada laga perdana, Selasa (03/11/2026). Persija harus bermain imbang kontra PSMS.
BREAKING
NEWS
Polri Langsung Tahan Tiga Tersangka Diduga Sadap Ponsel Presiden Prabowo di Rutan Mabes

Polri Langsung Tahan Tiga Tersangka Diduga Sadap Ponsel Presiden Prabowo di Rutan Mabes

Polri langsung melakukan penahanan terhadap tiga tersangka diduga melakukan penyadapan ilegal dan penghapusan data elektronik terhadap ponsel Presiden Prabowo -
Saga Transfer AC Milan Dimulai, Gerry Cardinale Bakal Agresif dan Bidik Pemain Baru di Setiap Lini

Saga Transfer AC Milan Dimulai, Gerry Cardinale Bakal Agresif dan Bidik Pemain Baru di Setiap Lini

AC Milan mulai menyusun rencana besar untuk memperkuat skuad pada bursa transfer Januari 2027. Gerry Cardinale memastikan Rossoneri bakal bergerak agresif.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral