News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dampak Penandatanganan Damai dengan AS Sempat Berujung Ditolak Warga Iran, Gara-gara Israel?

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump & Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani MoU perdamaian ditolak imbas Israel terus serang Lebanon.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:06 WIB
Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)
Sumber :
  • ANTARA

Teheran, tvOnenews.com - Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani kesepakatan damai. Tujuannya untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah.

Proses penandatanganan MoU perdamaian dengan Iran oleh Presiden Donald Trump berlangsung dalam jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron. Hal itu terjadi setealh berakhirnya KTT G7 di Istana Versailles pada Rabu (18/6/2026) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar Donald Trump menandatangani perjanjian antara AS dan Iran langsung diungkap oleh Macron. Kesepakatan ini tentu membuka jalan perdamaian yang berkelanjutan sehingga memicu kembali dibukanya Selat Hormuz.

"Ini merupakan langkah penting ke arah yang benar bagi masyarakat kita dan diharapkan segera membantu menurunkan harga energi," tulis Macron dalam akun X pribadinya dikutip melalui laman NDTV, Sabtu (20/6/2026).

Di sisi lain, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian juga menyepakati belasan poin tercantum dalam MoU damai dengan AS.

Perdamaian dengan AS Ditolak Warga Iran

Berdasarkan laporan dari jurnalis tvOne di Teheran, Iran, Sabtu, 20 Juni 2026, menariknya, di balik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian dengan Amerika Serikat (AS) mendapat pertentangan.

Warga Iran sempat menolak penandantanganan MoU perdamaian dengan pihak AS. Tak hanya itu, keputusan tersebut juga mendapat pertentangan dari para elit politik Iran.

Masyarakat Iran mempunyai alasan menolak keputusan tersebut. Pemerintah Iran sempat didesak agar tidak melakukan penandatanganan secara langsung.

Tak ayal, proses penandatanganan telah terjadi secara jarak jauh. Hal ini membuat keputusan kedua negara tidak melakukan seremonial, foto-foto, serta berjabat tangan.

Penyebab Warga Iran Tolak Penandatanganan Damai dengan Amerika Serikat

Menurut warga Iran, para delegasi Iran termasuk Presiden Masoud Pezeshkian tidak pantas melakukan pertemuan langsung. Hal ini tak lepas dari kekejaman agresi AS dan Israel.

Warga Iran masih terluka akibat AS dan Israel telah membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, kedua negara tersebut juga menghabisi nyawa anak-anak serta kerabat dan saudara mereka sejak serangan pada 28 Februari 2026.

Warga Iran juga menyoroti rencana AS dan Iran yang akan menggelar perundingan secara langsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026). Akan tetapi, tujuan tersebut berakhir batal maupun tertunda.

Delegasi Iran menyadari keraguan masyarakatnya sehingga menyatakan tidak datang ke Swiss. Alasan penundaan tak lepas karena merasa masih digempur oleh AS dan Israel.

Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, Jumat, 19 Juni 2026, Israel masih menyerang Lebanon setelah gencatan senjata baru dengan Hizbullah. Serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran merusak kesepakatan mengakhiri permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Walau telah memberlakukan gencatan senjata, menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), setidaknya ada 12 serangan udara dan penembakan artileri dari Israel terus-menerus menghantam Lebanon bagian selatan.

Dalam serangan terbaru, militer Israel setidaknya menewaskan sedikitnya 47 orang dan melukai 97 orang lainnya yang terjadi dari tengah malam dan berlanjut sampai hari Jumat.

Bagi warga Iran, serangan tersebut menjadi bukti AS dan Iran tetap melanggar kesepakatan perdamaian. Pemerintah dan delegasi Iran pun diinformasikan akan melakukan serangan besar-besaran.

Alasan Iran bakal melakukan hal itu sebagai serangan balasan dari Israel yang terus menggempur Lebanon. Selain itu, pembalasan tersebut juga akibat Israel melanggar perjanjian damai antara AS dan pihaknya.

(hap)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Pangan Hari Ini 10 Agustus 2026: Beras Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Melejit

Harga Pangan Hari Ini 10 Agustus 2026: Beras Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Melejit

Harga sejumlah bahan pangan strategis kembali bergerak naik pada awal pekan, Senin, 10 Agustus 2026.
Garuda Calling! Bintang Abroad Eropa Segera Berkumpul, Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda Calling! Bintang Abroad Eropa Segera Berkumpul, Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia mulai mengalihkan perhatian ke FIFA ASEAN Cup 2026 setelah gagal di Piala AFF. Skuad Garuda kini punya peluang bangkit dengan kekuatan terbaik.
Jukir di Tambora Ditangkap, Paksa Pemotor Bayar Rp5 Ribu Pakai Karcis Kadaluwarsa Berujung Cekcok

Jukir di Tambora Ditangkap, Paksa Pemotor Bayar Rp5 Ribu Pakai Karcis Kadaluwarsa Berujung Cekcok

Pelaku yang merupakan juru parkir memaksa dan membentak-bentak korban untuk membayar parkir Rp5 ribu. Pelaku dalam aksinya menggunakan karcis kadaluwarsa.
Rupiah Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS, Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Rupiah Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS, Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Rupiah menguat ke Rp17.810 per dolar AS dipengaruhi cadangan devisa Juli dan ketegangan Iran-AS di Timur Tengah. 
Awal Mula Saepul Mutilasi Pria di Depok, Ternyata Korban Emosi Tolak Berhubungan Badan

Awal Mula Saepul Mutilasi Pria di Depok, Ternyata Korban Emosi Tolak Berhubungan Badan

Saepul atau Saepullah (26) tega menghabisi nyawa Kunaefi (51) dilatarbelakangi ekonomi dan hubungan sesama jenis Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)
Tindakan yang Dilakukan PSSI Setelah Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Berbenah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Tindakan yang Dilakukan PSSI Setelah Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Berbenah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

PSSI langsung bergerak usai Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Evaluasi menyeluruh disiapkan untuk membenahi kekurangan Skuad Garuda.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Kompetisi Liga Belanda dimulai, namun ujung hidung Mees Hilgers tak kunjung terlihat bersama FC Twente. Situasi tersebut tidak lepas dari persoalan kontrak yang membuat hubungan Hilgers dan klub asal Belanda itu memanas.
Selengkapnya

Viral