Dugaan Penyebab Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal yang Buat Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Hilang
- X @surajit_ghosh2
Jakarta, tvOnenews.com - Peristiwa banjir bandang bercampur material tanah longsor menerjang wilayah pegunungan di sepanjang perbatasan Nepal-Tibet, Daerah Otonomi Tibet, China pada Rabu (26/8/2026), sekitar pukul 08.40 waktu setempat.
Banjir bandang yang menyapu perbatasan China dan Nepal menyebabkan setidaknya lebih dari 165 orang di Nepal dan tiga orang di Tibet tewas. Sementara, sekitar 1.500 orang lainnya masih dinyatakan hilang, berdasarkan dari laporan terbaru.
Dugaan Penyebab Banjir Bandang Hantam Perbatasan Nepal-China
- Reuters/Navesh Chitrakar
Dilansir tvOnenews.com dari CNN, BBC, dan Reuters, Kamis (27/8/2026), Menteri Luar Negeri (Menlu) Nepal, Shisir Khanal menyampaikan bahwa, peristiwa gempa bumi dilaporkan sempat muncul di perbatasan Tibet-Nepal. Hal itu terjadi sebelum adanya tanah longsor.
Pernyataan dari Menlu Nepal mengarah bahwa indikasi gempa bumi di perbatasan tersebut diduga menjadi pemicu atau penyebab bencana banjir bandang yang menghancurkan gedung dan menyapu ribuan orang.
Berdasarkan dari laporan US Geological Survey (USGS), mulanya gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 terjadi di sepanjang wilayah perbatasan antara China dan Nepal pada pukul 08.37 waktu setempat.
Di waktu yang bersamaan, es yang longsor, air, lumpur, dan bebatuan bercampur sehingga menyebabkan banjir besar turun dari lereng gunung menerjang lembah Sungai Lhende Khola.
Sungai Lhende Khola merupakan anak sungai bagian dari Sungai Bhote Khosi. Alirannya terletak di perbatasan antara Tibet (China) dan Nepal, bahkan aliran anak sungai ini kerap melintasi ngarai-ngarai paling dalam.
Dari klarifikasi USGS, getaran yang muncul bukan akibat gempa bumi, tetapi berasal dari tanah longsor yang guncangannya begitu dahsyat. Kekuatan getaran tersebut diduga hampir setara dengan gempa bumi magnitudo 5,2.
Runtuhnya sebagian gletser membuat longsoran es dan batu yang bercampur menjadi satu menghantam Sungai Lhende di Tibet, sekitar 20 kilometer di timur laut perbatasan antara China dan Nepal.
Material longsor bercampur air tersebut membendung seperti sungai. Meski pada akhirnya, bendungan alami itu jebol sehingga aliran banjir besar sulit tertahan dan terus menuju wilayah hilir.
Salah satu wilayah mengalami kerusakan terparah terletak di Distrik Rasuwa di Nepal. Lokasinya berada di sebelah selatan perbatasan China.
Awal mula gelombang banjir bandang ini masuk menuju Sungai Lhende Khola. Selepas itu, air besar super dahsyat tersebut mengalir menuju Sungai Bhote Koshi dan Sungai Trishuli.
Di Sungai Trishuli, ketinggian air dilaporkan langsung mendadak meningkat secara pesat diperkirakan mencapai 9 meter. Hal itu terjadi dalam kurun waktu sekitar 30 menit.
Permukiman yang terdampak terletak di Distrik Rasuwa, yakni Timure dan Syapru Besi. Selain itu, banjir bandang ini juga merusak rumah, jalan hingga infrastruktur lainnya di Distrik Nuwakot dan Dhading.
Bahkan Pelabuhan Gyirong di wilayah Shigatse, di seberang perbatasan di Tibet juga menjadi kawasan terdampak material longsoran.
Hingga kini, para ilmuan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab runtuhnya gletser. Salah satunya mengenai perubahan iklim diduga menjadi penyebab bencana super besar tersebut.
(hap)
Load more