Riyadh Diserang Houthi, Pemerintah Yaman Kecam dan Soroti Peran Iran
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Di sisi lain, Houthi mengklaim telah melakukan serangkaian operasi militer menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan kelompok tersebut menargetkan lokasi yang disebut sebagai fasilitas sensitif di Riyadh serta fasilitas perusahaan minyak Aramco di Yanbu.
Klaim mengenai target dan tingkat kerusakan yang disampaikan Houthi belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.
Pertempuran Yaman Kembali Memanas
Serangan ke Riyadh berlangsung ketika pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan Houthi juga kembali meningkat.
Dalam beberapa hari terakhir, pertempuran dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Yaman. Sumber militer pemerintah Yaman menyebut 17 prajurit tewas, sementara 31 orang dari pihak Houthi juga dilaporkan tewas.
Eskalasi konflik antara kedua pihak telah meningkat sejak Juli 2026. Pertempuran tersebut menjadi bagian dari ketegangan yang kembali memanas setelah periode relatif tenang dalam konflik Yaman.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional selama ini mendapatkan dukungan militer dan koalisi dari Arab Saudi dalam menghadapi Houthi.
Di tengah meningkatnya konflik, kelompok Houthi juga menyatakan telah melakukan serangkaian serangan sebagai respons atas serangan udara Arab Saudi terhadap wilayah yang berada di bawah kendali mereka.
Houthi sebelumnya mengeklaim Arab Saudi melancarkan puluhan serangan udara dalam beberapa hari terakhir. Klaim tersebut menjadi bagian dari saling tuduh antara kedua pihak terkait eskalasi konflik.
AS Keluarkan Imbauan Perjalanan
Meningkatnya ketegangan di kawasan juga mendorong Amerika Serikat mengeluarkan imbauan kepada warganya.
Departemen Luar Negeri AS meminta warga Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke wilayah tersebut.
Dalam peringatan perjalanannya, pemerintah AS juga menyebut adanya risiko serangan drone dan rudal di Arab Saudi serta potensi gangguan perjalanan. AS menetapkan Arab Saudi dalam Level 3 atau meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke negara tersebut.
Pemerintah AS memperingatkan situasi keamanan di Timur Tengah tetap kompleks dan dapat berubah dengan cepat. Warga juga diminta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, maupun gangguan perjalanan.
Load more