Media Asing Ramai-ramai Soroti Pengusaha Indonesia yang Terjerat Kasus Uang Dolar Palsu Rp4 Miliar di Kasino Singapura
- Antara
Sebelumnya, kasus dugaan penggunaan uang kertas dolar Singapura palsu lebih dari Rp4 miliar menggegerkan kawasan perjudian elite Resorts World Sentosa (RWS) di Singapura.
Kasus ini menyeret pengusaha asal Indonesia bernama Steven yang teridentifikasi memegang sekitar total 34 lembar uang kertas emisi 1973 yang diduga tidak asli atau palsu.
Kronologi peristiwa ini berawal dari sebuah pertemuan di kafe daerah Jakarta pada 8 Juni 2026. Steven mulanya dikenalkan oleh kawannya bernama Rangga kepada pria bernama Anthony.
Dalam pertemuan itu, Anthony menyerahkan selembar uang pecahan Sing $10.000 dengan alasan meminta bantuan untuk proses penukarannya. Sebab, masa edarnya sudah tua sehingga membuat Rangga meyakinkan Steven bahwa uang itu asli lantaran sudah diperiksa di salah satu cabang OCBC di Indonesia.
Anthony kebetulan mengaku sangat minat membeli bangunan ruko milik Steven di Tangerang Selatan seharga Rp4,5 miliar atau setara Sin $323.500. Pelunasan akan berlangsung setelah Steven menukarkan lembaran uang bernilai tinggi itu ke pecahan lebih kecil.
Steven terbang ke Singapura pada 9 Juni 2026. Usahanya berakhir ditolak di gerai money changet lantaran denominasi uang tersebut besar.
Steven kemudian mendatangi bank dan otoritas perbankan mempersilakan penukaran pecahan kecil apabila pengusaha itu membuka rekening lokal.
Pengusaha itu kemudian berkunjung ke RWS dan bertemu dengan seorang petugas layanan VIP. Ia disarankan proses penukaran berlangsung di dalam kasino dan diduga berakhir lolos pemeriksaan awal, diverifikasi, dan berhasil ditukar dengan chip kasino.
Anthony kembali menyerahkan 33 lembar uang Sin$10.000 kepada Steven di Jakarta pada 11 Juni 2026. Uang itu disebut harta warisan dari orang tuanya.
Kasus dugaan uang palsu mulai terendus saat enam lembar uang tersisa yang dipakai Steven untuk pembayaran pembelian rumah di Pamulang, Tangerang Selatan pada 22 Juni 2026. Kebingungan mulai menggema saat putri dari penjual rumah kesulitan saat menukarkan uang di money changer Jakarta.
Pada 26 Juni 2026, Steven bersama keluarga dan putri penjual rumah terbang ke Singapura untuk kebutuhan penuntasan transaksi pembayaran. Sayangnya rencana penukaran uang di kasino batal karena terkendala aturan batas pembawaan uang tunai lintas negara sehingga diminta dialihkan via transfer bank.
Load more