Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim–Arab Saudi, Catatkan Potensi Transaksi Fantastis Rp6,71 triliun
- tim tvone - tim tvone
Posisi tersebut didukung oleh kapasitas Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri, perdagangan, dan logistik, sekaligus daerah dengan ekosistem serta infrastruktur halal yang terus berkembang.
Potensi ini menjadi bagian yang ditawarkan dalam penguatan kemitraan perdagangan dan investasi antara Jawa Timur dan Arab Saudi melalui kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Jeddah.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus center of gravity perekonomian dan logistik di kawasan Indonesia Timur.
“Jawa Timur memiliki ekosistem industri, perdagangan, logistik, dan halal yang cukup lengkap. Ini menjadi modal penting untuk membangun kemitraan dengan Arab Saudi, termasuk dalam penjajakan rantai pasok produk dan logistik pendukung penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.
Secara infrastruktur, Jawa Timur memiliki 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), satu kawasan industri halal, 37 pelabuhan, tujuh bandara, serta 12 ruas jalan tol. Pelabuhan Tanjung Perak juga melayani 24 dari 41 rute tol laut nasional sehingga hampir 80 persen kebutuhan logistik untuk 19 provinsi di Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur.
“Dengan konektivitas tersebut, Jawa Timur tidak hanya memiliki kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan distribusi. Ini yang kami tawarkan sebagai bagian dari rantai pasok regional, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi,” katanya.
Salah satu produk yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah fesyen berbasis wastra dan bordir. Jawa Timur memiliki sejumlah sentra bordir dengan produk yang potensial untuk memasuki pasar Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah.
“Wastra dan bordir Jawa Timur sangat berkualitas dan memiliki potensi yang luar biasa. Mudah-mudahan kita memperoleh kesempatan untuk memasuki pasar Arab Saudi dan Timur Tengah lebih luas lagi, terutama untuk produk busana berbasis bordir,” tuturnya.
Selain produk fesyen, Jawa Timur juga membawa sejumlah pemasok logistik yang telah memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan musim haji tahun ini.
“Kami juga membawa pemasok logistik yang pada musim haji tahun ini telah mendapatkan kesempatan. Mudah-mudahan kemitraan, kerja sama, dan penguatan pasokan logistik dari Jawa Timur dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Load more