News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Potret Anak-Anak Afganistan Dipekerjakan Keluarga karena Ekonomi Terus Menurun

Jumlah anak-anak yang dipekerjakan di Afganistan diketahui semakin tinggi. Anak-anak Afghanistan tumbuh dan didorong oleh turunnya ekonomi seusai Taliban masuk
Sabtu, 24 September 2022 - 01:57 WIB
Seorang anak Afghanistan bekerja di sebuah pabrik batu bata di pinggiran Kabul, Afghanistan, Rabu (17/8/2022)
Sumber :
  • AP Newsroom

Jakarta - Jumlah anak-anak yang dipekerjakan di Afganistan diketahui semakin tinggi. Anak-anak Afghanistan tumbuh dan didorong oleh turunnya ekonomi setelah Taliban mengambil alih negara.

Dilansir dari Save the Children bahwa setengah keluarga di negara itu telah mempekerjakan anak-anaknya agar keluarga mereka dapat makan dengan layak dan tidak kekurangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi di Afghanistan sangat sulit bahkan untuk orang dewasa yang membuat anak-anak diharuskan bekerja bersama keluarganya dari pagi hingga malam di musim panas.

Mereka mengangkut kaleng air, membawa cetakan bata kayu yang penuh lumpur untuk menjemurnya di bawah sinar matahari. Anak-anak itu juga mendorong gerobak yang penuh dengan batu bata kering ke tempat pembakaran untuk dibakar kembali.Ā 

Tak hanya itu, mereka juga mengambil arang membara yang telah dibakar di tempat pembakaran untuk potongan yang masih bisa digunakan menghirup jelaga dan menghanguskan jari-jari mereka.

Para anak-anak yang bekerja memiliki tekad yang kuat dan mulai mengetahui hal-hal lain selain kebutuhan keluarga mereka. Ketika ditanya mengenai mainan, anak-anak Afganistan ini pun tersenyum dan mengangkat bahunya. Dari anak-anak yang dipekerjakan, hanya sedikit yang sekolah.

Seorang anak bernama Nabila bekerja selama 10 jam bahkan lebih dan melakukan pekerjaan berat dan kotor yaitu mencetak lumpur ke dalam cetakan dan mengangkut gerobak penuh batu bata. Pada usia nya yang ke 12 tahun, Nabila telah bekerja di pabrik batu bata di setengah hidupnya.Ā 

Nabila telah bekerja di pabrik batu bara sejak dirinya berusia lima atau enam tahun. Sama hal nya dengan keluarga lain, keluarga dari Nabila juga bekerja sepanjang tahun di sebuah tempat pembakaran di dekat Kabul, bagian luar Jalalabad, dekat perbatasan Pakistan.

Dilansir dari apnews, salah satu keluarga mengatakan bahwa anak-anak nya pernah bersekolah namun, dirinya tidak punya pilihan lain ketika ekonomi memburuk.

ā€œTidak ada cara lain. Bagaimana mereka bisa belajar kalau kita tidak punya roti untuk dimakan? Bertahan hidup lebih penting,ā€ ujar salah satu keluarga dilansir dari apnews,Ā KamisĀ (23/9/2022).

Setiap pekerja mendapatkan $4 atau setara dengan Rp.60.000 untuk setiap 1.000 batu bata yang mereka buat. Satu orang dewasa yang bekerja sendiri tidak dapat melakukan jumlah itu dalam sehari, tetapi jika anak-anak membantu, mereka dapat membuat 1.500 batu bata sehari.Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari apnews bahwa runtuhnya mata pencarian yang Ā dialami warga Afghanistan tahun lalu Pada bulan Juni, 77% dari keluarga yang disurvei melaporkan bahwa mereka telah kehilangan setengah pendapatan mereka atau lebih, dibandingkan tahun lalu, naik dari 61% pada bulan Desember.

Sebagai informasi Save the Children mengatakan bahwa persentase keluarga yang mempekerjakan anaknya di luar rumah bertambah mulai dari 18% menjadi 22% dari Desember hingga Juni. Artinya, lebih dari 1 juta anak di seluruh negeri bekerja . survei tersebut mencakup lebih dari 1.400 anak yang bekerja. (mg4/mut)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Karhutla TNBS Jambi Mendekati Habitat Harimau Sumatera

Karhutla TNBS Jambi Mendekati Habitat Harimau Sumatera

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi kian meluas hingga mendekati
DEN Ungkap Kunci RI Dorong Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

DEN Ungkap Kunci RI Dorong Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

DEN menyebut stabilitas makroekonomi menjadi fondasi penting untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen.
Comeback dari Pasangan China di Partai Final, Leo/Daniel Tambah Perolehan Medali Emas Indonesia di Asian Games 2026

Comeback dari Pasangan China di Partai Final, Leo/Daniel Tambah Perolehan Medali Emas Indonesia di Asian Games 2026

Perolehan medali Indonesia di Asian Games 2026 kembali bertambah usai Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil menang di partai final sekotr ganda putra.
Bukukan Kinerja Positif di 2025, PART Kini Siapkan Right Issue hingga Buyback Saham

Bukukan Kinerja Positif di 2025, PART Kini Siapkan Right Issue hingga Buyback Saham

Emiten PART mencatat penjualan Rp369,59 miliar pada 2025, naik 38,23%. PART memperkuat diversifikasi manufaktur dan menyiapkan right issue Rp200 miliar.
Polda Bengkulu Sanksi Disiplin Oknum Polisi yang Julurkan Lidah saat Demo

Polda Bengkulu Sanksi Disiplin Oknum Polisi yang Julurkan Lidah saat Demo

Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu memberikan sanksi disiplin terhadap oknum polisi yang melakukan aksi tidak pantas dengan menjulurkan lidahnya saat mengamanka
Hasil Asian Games 2026: Kena Comeback! Iran Kubur Harapan Timnas Voli Indonesia Melaju ke Babak Perempat Final

Hasil Asian Games 2026: Kena Comeback! Iran Kubur Harapan Timnas Voli Indonesia Melaju ke Babak Perempat Final

Hasil Asian Games 2026 cabang olahraga Voli yang mempertemukan Timnas Voli Indonesia menghadapi Iran pada laga terakhir di pool b hari Selasa 29 September.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral