News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Haru Ayah Brigadir J soal Cita-cita Yosua dari Kecil Ingin Jadi Polisi, Malah Tewas Tragis oleh Ferdy Sambo

Babak akhir kasus pembunuhan Brigadir J. Cerita haru Ayah Brigadir J soal cita-cita Yosua dari kecil ingin jadi polisi, malah tewas tragis oleh Ferdy Sambo,13/2
Selasa, 14 Februari 2023 - 02:19 WIB
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat saat menanggapi sidang vonis Ferdy Sambo, Senin (13/2/2023).
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tim tvOne / Indmas

Jakarta, tvOnenews.com - Detik-detik babak akhir kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Di penantian panjang keadilan.  Cerita haru Ayah Brigadir J soal cita-cita Yosua dari kecil ingin jadi polisi, malah tewas tragis oleh Ferdy Sambo, Senin (13/2/2023).

Detik-detik babak akhir perjalanan kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J dengan segala skenario pembunuhan yang dirancang oleh Ferdy Sambo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang didalangi mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo memasuki babak akhir. Setelah bergulir selama 2 bulan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo

Selain Ferdy Sambo, Putri Candrawathi juga menerima keputusan vonis dengan 20 tahun penjara, vonis tersebut melebihi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 8 tahun penjara.

Dalam ruang sidang tampak Ferdy Sambo duduk tegap di kursi pesakitan menunggu pembacaan Vonis. Mantan Kadiv Propam Polri tersebut terlihat mengenakan kemeja putih dan masker berwarna hitam.

Sementara itu, ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak tampak duduk di belakang ikut menyaksikan detik-detik Vonis majelis hakim untuk keadilan bagi kematian anaknya tercinta, Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Cerita haru Ayah Brigadir J soal cita-cita Yosua dari kecil ingin jadi polisi, malah tewas tragis oleh Ferdy Sambo.


Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat. (tim tvOne)

Samuel Hutabarat menceritakan perjalanan hidup Brigadir J yang bercita-cita jadi polisi dan mengungkapkan alasan sang anak (Brigadir J) ingin menjadi polisi berdasarkan dorongan pribadi

Hal itu bermulai ketika Yosua masih menginjak usai belia yakni kelas 1 SD, dirinya sudah sangat senang melihat seragam polisi.

"Waktu kecil, dia meminta kami (orang tua) untuk membelikan sepasang baju polisi," ujarnya saat diwawancara oleh tim tvOnenews.com

Karena ketertarikan Yosua ketika kecil melihat seragam polisi hingga berlanjut saat SMP ditanyai tujuan oleh Samuel Hutabarat.

"Tujuan saya pak, ingin jadi polisi," Ucap Samuel saat mencontohkan ucapan Yosua yang ingin menjadi polisi.

Sebagai orang tua, Samuel Hutabarat mengaku membimbing Yosua untuk mengikuti segala langkah agar anaknya bisa dafar dan lulus menjadi polisi. Dari bimbingan belajar dan latihan fisik semuanya dilakukan Yosua dengan dukungan kedua orang tua.

Singkat cerita, Yosua akhirnya dinyatakan lulus tes bintara polisi di Jambi dan setelah menjalani pendidikan. Dirinya merasa bangga bisa mengenakan seragam polisi.

"Saking cintanya dia terhadap polisi, begitu dia membagi waktunya sama kita (orang tua) begitu sulit gitu," ucapnya.

Perjalanan Karier Polisi Brigadir J hingga menjadi ajudan Ferdy Sambo

Samuel Hutabarat menceritakan perjalanan karier anaknya, Brigadir J yang berawal dari brimob. Yosua menempuh pendidikan Brimob di Pusdik Watukosek pada tahun 2012.

Setelah menjalani pendidikan, Yosua langsung ditugaskan Mako Brimob di Kabupaten Merangin selama 3 tahun setengah.

Yosua kembali ditarik ke Polda Jambi sebagai Provost selama 3 tahun setengah. Hingga ada pengumuman posisi ajudan di Mabes Polri.

"Seleksi lah dia disana, ada beberapa orang yang lolos seleksi dan salah satunya dia yang lolos," kata Samuel.

Yosua akhirnya dikirim bertugas ke Mabes Polri dan ke jakarta pada tahun 2019 akhir," katanya.

Pada awal tahun 2020, Kakak dari Reza Hutabarat ini pun dimutasi di Bareskrim Polri karena telah resmi menjadi ajudan dari Ferdy Sambo.

Yosua juga telah berpindah satuannya di Bareskrim setelah sebelumnya di Brimob di Jambi. 

Lebih lanjut, Ayah Brigadir J mengaku bahwa anaknya selama menjadi ajudan Ferdy Sambo selalu menceritakan hal yang baik dan kebersamaan yang indah.

"Kalau kami lihat postingan-postingan dia bersama Ferdy Sambo, saat itu pertama kali naik jadi Brigjen, ada foto berdua saat Yosua pakai baju putih," ucapnya 

"Begitu pula foto keluarga besar (Ferdy Sambo) bersama para ajudan itu dikirimnya. Kami senang, berarti orang ini disana keluarga besar yang sangat akur," sambungnya.

Saya lihat waktu itu, wajah Ferdy Sambo masih bercahaya, artinya masih seorang kebapakan dan begitu juga foto-foto keluarga besar serta para ajudan,” ujarnya.

Samuel mengaku sangat senang akan kebersamaan Ferdy Sambo dengan para ajudan. “Jadi disitulah kami merasa bangga sama dia (Yosua), karena anak seorang petani, anak seorang yang tinggal di daerah  bisa menjadi ajudan di Mabes Polri, jadi suatu kebanggaqn buat kami,” sambungnya. 

Ayahanda Brigadir Yosua mengungkapkan kemarahan serta kekecewaaan terhadap dua pelaku utama yang memiliki peran besar yakni Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

“Kemarahan kami terhadap keduanya, yang pertama terhadap Ferdy Sambo dan yang kedua terhadap Putri Candrawathi

“Ini orang sejoli nampaknya merencanakan pembunuhan ini, sebagai ayah almarhum ya, si Ferdy Sambo kan seorang Irjen. Bintang dua loh, kok bisa sumbu pendek ambil kesimpulan yang mengakibatkan kehilangan nyawa orang.

Disinggung soal isu pelecehan seksual yang diduga dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi yang beberapa kali dijadikan alasan kemarahan untuk perbuatan Sambo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Disitu lah peran si Putri, apa yang terjadi sebenarnya dan direncanakan sebenarnya cuma mereka berdua yang tahu. (ind)
 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Ungkap Fakta Soal Temuan Darah di Apartemen Lula Lahfah

Polisi Ungkap Fakta Soal Temuan Darah di Apartemen Lula Lahfah

Bercak darah di sprai dan tisu saat selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di wilayah Jakarta Selatan.
Risiko Besar! Kemenangan Malaysia Bisa Dibatalkan Jika Pakai 7 Pemain Ini

Risiko Besar! Kemenangan Malaysia Bisa Dibatalkan Jika Pakai 7 Pemain Ini

Pakar sepak bola Malaysia, Zakaria Rahim, memperingatkan potensi bahaya besar bagi sepak bola Malaysia jika federasi tetap memaksakan penggunaan tujuh pemain naturalisasi yang baru-baru ini kembali berstatus aktif.
Riza Chalid Cs Diduga Gunakan Buzzer, Polri dan Kejagung Diminta

Riza Chalid Cs Diduga Gunakan Buzzer, Polri dan Kejagung Diminta

Dugaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina yang melibatkan Riza Chalid Cs terus bergulir dan menjadi sorotan tajam publik.
Gagal ke Final Australian Open, Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic Sangat Menyakitkan

Gagal ke Final Australian Open, Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic Sangat Menyakitkan

Petenis Italia Jannik Sinner harus menelan salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya setelah takluk dari Novak Djokovic pada babak semifinal Australian Open.
Waspada Beraktivitas, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Pulau Jawa

Waspada Beraktivitas, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Pulau Jawa

Cuaca ekstrem kembali diprediksi akan melanda wilayah di pulau Jawa dan sekitarnya pada penghujung bulan Januari 2026 ini.
Kritik Gatot Nurmantyo Terkait Pernyataan Kapolri Dinilai Tak Sesuai Fakta

Kritik Gatot Nurmantyo Terkait Pernyataan Kapolri Dinilai Tak Sesuai Fakta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tegas menyatakan penolakan jika institusi Polri di bawah kementerian/lembaga dalam rapat bersama DPR RI.

Trending

Bologna Menggila di Liga Europa! Vincenzo Italiano Pamer Performa Tim Jelang Hadapi AC Milan

Bologna Menggila di Liga Europa! Vincenzo Italiano Pamer Performa Tim Jelang Hadapi AC Milan

Pelatih Bologna Vincenzo Italiano mengaku puas dengan pencapaian timnya di fase liga Liga Europa 2025/2026.
Sopir Truk Tewas di Pelabuhan PT DABN, Penyelidikan Polisi Masih Berjalan

Sopir Truk Tewas di Pelabuhan PT DABN, Penyelidikan Polisi Masih Berjalan

Penanganan kasus kecelakaan kerja yang menewaskan seorang sopir truk di area Pelabuhan PT DABN hingga kini masih terkesan buram.
Banjir Tak Terbendung, Pemprov DKI Jakarta Operasikan Pintu Laut

Banjir Tak Terbendung, Pemprov DKI Jakarta Operasikan Pintu Laut

Sejak memasuki awal Tahun 2026, wilayah Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya dilanda cuaca ekstrem hingga berdampak banjir dan melumpuhkan sejumlah akses publik.
Kritik Gatot Nurmantyo Terkait Pernyataan Kapolri Dinilai Tak Sesuai Fakta

Kritik Gatot Nurmantyo Terkait Pernyataan Kapolri Dinilai Tak Sesuai Fakta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tegas menyatakan penolakan jika institusi Polri di bawah kementerian/lembaga dalam rapat bersama DPR RI.
Gagal ke Final Australian Open, Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic Sangat Menyakitkan

Gagal ke Final Australian Open, Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic Sangat Menyakitkan

Petenis Italia Jannik Sinner harus menelan salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya setelah takluk dari Novak Djokovic pada babak semifinal Australian Open.
Megawati Hangestri Cs Amankan Posisi Runner Up Putaran Pertama Proliga 2026 , Pelatih JPE Sebut Performa Anak Asuhnya...

Megawati Hangestri Cs Amankan Posisi Runner Up Putaran Pertama Proliga 2026 , Pelatih JPE Sebut Performa Anak Asuhnya...

Juara bertahan Proliga, Jakarta Pertamina Enduro berhasil meraih hasil maksimal pada laga terakhir mereka di putaran pertama musim ini.
PP Perisai Syarikat Islam Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Presiden RI

PP Perisai Syarikat Islam Tegaskan Dukungan Polri di Bawah Presiden RI

Pimpinan Pusat (PP) Perisai Syarikat Islam mendukung penuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT