News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta-fakta Mbah Asih, Anak Mbah Maridjan yang Sekarang jadi Juru Kunci Gunung Merapi

Berikut fakta-fakta menarik dari Mbah Asih, anak Mbah Maridjan yang saat ini menjadi juru kunci Gunung Merapi
Sabtu, 18 Maret 2023 - 09:42 WIB
Suraksohargo Asihono atau Mbah Asih
Sumber :
  • Viva.co.id

Jakarta, tvOnenews.com - Berikut fakta-fakta menarik dari Mbah Asih, anak Mbah Maridjan yang saat ini menjadi juru kunci Gunung Merapi.

Profil Mbah Asih

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip dari VIVA, Suraksohargo Asihono atau Mbah Asih merupakan anak Mbah Maridjan yang kini dipilih sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Suraksohargo Asihono atau Mbah Asih

Mbah Asih adalah putra dari Mbah Maridjan dan Mbak ponirah yang lahir di Sleman 7 Agustus 1966.

Sebelum menjadi juru kunci Gunung Merapi, Mbah Asih adalah salah satu abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Penunjukan Mbah Asih langsung dari Istana Ngayogyakarta pada April 2011 setelah Mbah Maridjan meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi pada 2010.

Saat ini Mbah Asih tinggal di Huntap, Karangkendal, Umbulharjo. 

Sosok yang Rendah Hati

Mbah Asih merupakan sosok yang sederhana dan rendah hati sama seperti Mbah Maridjan.

Karena sifat yang dimilikinya itu, maka tak heran istana menunjuknya sebagai orang dipercaya untuk menggantikan Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Suraksohargo Asihono atau Mbah Asih

Namun pengangkatan Mbah Asih sebagai juru kunci Gunung Merapi tidaklah semata-mata karena ia anak Mbah Maridjan. Ia mendapatkan kesempatan itu atas seleksi yang ketat dan ditetapkan oleh keraton.

Tugas Juru Kunci

Sebagai juru kunci, Mbah Asih beranggapan memiliki tugas sebagai pelestari kearifan lokal warga Lereng Merapi dan menjaga budaya tradisional dan kecenian.

Ia mengatakan, juru kunci tidak sama dengan dukun, paranormal atau lainnya. Ia memiliki tugas untuk mengabarkan status Gunung Merapi kepada masyarakat. Hal itu termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar dapat berhati-hati dalam menjalankan aktivitas.

"Kami sebagai juru kunci mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaaan," ujar Mbah Asih, mengutip VIVA pada Sabtu (18/3/2023).

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Mbah Asih juga berkewajiban melakukan tugas Keraton Yogyakarta untuk melakukan Labuhan Merapi setahun sekali yang diadakan setiap bulan Rajab (penanggalan Hijriyah).

Labuhan Asih adalah acara spiritual dari Keraton Yogyakarta yang diadakan untuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan nikmat kehidupan bagi masyarakat khususnya di sekitar Gunung Merapi.

Dalam ritual tersebut, Mbah Asih selaku juru kunci Gunung Merapi berperan sebagai pemimpin doa. Doa yang kerap dibawakannya adalah memohon keselamatan dan meminta rezeki dipermudah bagi masyarakat.

Kondisi Terakhir Jasad Mbah Maridjan saat Erupsi

Mbah Maridjan yang dikenal sebagai juru kunci Gunung Merapi ikut menjadi korban erupsi Merapi yang terjadi pada 26 Oktober 2010.

Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti Membeberkan Kondisi Jenazah Mbah Maridjan saat Ditemukan

Beredar kabar bahwa Mbah Maridjan sujud saat pertama kali ditemukan dalam peristiwa erupsi merapi. Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti atau disapa dr Hastry memberikan penjelasan terkait kondisi sebenarnya akan jenazah Mbah Maridjan.

Diketahui, jenazah Mbah Maridjan diautopsi di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta. Di mana Dokter Forensik dr Sumy Hastry Purwanti memberikan kesaksiaannya saat bertugas mengidentifikasi korban di Yogyakarta.

Hal itu diungkap oleh dr Hastry saat menjadi narasumber di kanal Youtube Pesulap Denny Darko.

Saat itu Hastry tengah bertugas sebagai Kepala Urusan Kedokteran Forensik di RS Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah.

"Sesaat jadi begitu meletus itu (Gunung Merapi), katanya semburan awan panas sama abunya sampai kota Magelang, Muntilan dan kita ditelpon tim saya untuk membantu," ucap dr Hastry.

Berdasarkan pengakuan dr Sumy Hastry, dirinya langsung bergegas menuju Yogyakarta dan sejumlah wilayah di Kabupaten Jawa Tengah untuk mengecek korban Gunung Merapi.

“Itu saya ngalamin, katanya Mbah Maridjan jadi korban. Kebetulan saya langsung ke Jogja tapi sebelumnya mampir ke wilayah Kabupaten Jawa Tengah dulu ya, kayak Magelang, Muntilan, untuk lihat kira-kira ada jenazah atau korban atau tidak,” sambungnya.

Ahli Forensik Polri bahwa korban ternyata lebih banyak di Yogyakarta dibandingkan sekitar Kabupaten Magelang.

Mbah Maridjan menjadi korban erupsi Gunung Merapi

"Kita sempat istirahat seadanya di mobil dengan tim dan besoknya ditelpon disuruh geser ke Jogja, karena ternyata korbannya malah lebih banyak di Jogja,” kata dr Hastry.

Setelah tiba di Yogyakarta, dr Sumy Hastry membantu mengidentifikasi korban yang terkena awan panas dan guguran abu Gunung Merapi, di mana salah satunya adalah Mbah Maridjan.

Proses identifikasi dipusatkan di Rumah Sakit Sardjito.

“Pasti jenazah akan sulit untuk dikenali kena awan panas dan semburan debu. Kita bekerja dan kita identifikasi itu kayak Covid, jadi kita harus lengkap pakai APD. Kalau gak kan bisa masuk ke pernapasan kita. Alhamdulillah kalau yang dikenal bisa langsung dikebumikan, kalau belum ya kita berusaha identifikasi. Ternyata beberapa hari kemudian kita Identifikasi itu Mbah Maridjan,” pungkas dr Hastry. 

Guna memastikan keakuratan data para korban Gunung Merapi, rekan dokter dr Sumy Hastry mengumpulkan data langsung ke keluarga korban di pengungsian.  

“Teman-teman juga ada yang ke TKP untuk membantu menanyakan data-data antemortem di pengungsian. Kira-kira keluarga yang hilang itu siapa namanya, ciri-cirinya apa karena kita yang di kamar jenazah memeriksa data jenazah tersebut,” lanjutnya.

Bukan bersujud,  dr Sumy Hastry Purwanti memberikan kesaksian soal kondisi terakhir Mbah Maridjan

Ahli Forensik Patologi dr Sumy Hastry mengungkapkan kondisi para korban erupsi Gunung Merapi yang ditemukan tim evakuasi.

"Kena abu putih panas semua, abu yang putih tapi panas," ujar dr Hastry.

Dr Sumy Hastry Purwanti menegaskan bahwa salah satu penyebab banyaknya korban yang meninggal dalam bencana tersebut yakni menghirup abu vulkanik yang disemburkan Gunung Merapi. Para korban juga ditemukan dalam keadaan tertutup debu panas.

“karena terhirup (abu panas) saluran napasnya, terhirup masuk awan panas sama pasir jadi satu, jadi langsung meninggal ditempat. (Tubuhnya) tertutup debu panas itu, kayak patung lilin putih,” sambungnya. 

Selain itu, debu panas Gunung Merapi membuat jasad para korban mengeras dan sulit diidentifikasi.  

“(Wajahnya) keras juga, tertutup ya jadi usahakan kita kerok. Kita lihat apakah mungkin ada cacat lain. Dari baju juga sulit sekali diidentifikasi karena tertutup debu panas,” kata dr Hastry.

Diketahui, erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 terjadi pada malam hari ketika masyarakat sedang beristirahat dan terlelap tidur.

"Iya (jasad korban kaku), ada yang duduk, ada yang meringkuk gitu. Dan mbah Maridjan waktu itu posisi memang sedang istirahat," kata dr Sumy Hastry.

Lalu, dr Hastry mengatakan bahwa Mbah Maridjan ditemukan bukan dalam keadaan bersujud melainkan di posisi tidur.

“Karena posisi tidur, jadi kesannya seperti bersujud. Tapi sebetulnya dia kayak menahan atau menekuk karena ketegangan otot tubuhnya. Jadi kesannya kayak sujud padahal ya tidak posisi tidur aja,” lanjutnya

Kabiddokkes Polda Jawa Tengah (Jateng) ini juga mengatakan bahwa jasad Mbah Maridjan baru bisa dievakuasi 3 atau 4 hari setelah erupsi Gunung Merapi.

"Kayaknya hari ketiga atau keempat baru ditemukan di rumahnya," ungkap dr Sumy Hastry.

Dia mengatakan bahwa Tim Dokter Forensik bekerja dengan sangat cepat agar para korban erupsi Gunung Merapi dapat segera dimakamkan. 

Selain itu, abu panas yang tersisa tidak memberikan dampak kepada para dokter yang bertugas.

“Lah itu memang kita identifikasinya biar cepat aja dan segera dimakamkan karena kan debu panasnya juga dapat mengganggu kami dan tim, biar pemerintah Kota Yogyakarta juga dapat jelas nih yakin jumlah total semuanya berapa. Jadi misal kalau ada lagi letusan, ibaratnya kan sudah siap dan tidak terpaku untuk tinggal disitu dan mau dievakuasi,” tandas dr Hastry.

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa melakukan proses evakuasi, ada tim Basarnas yang turut menjadi korban.

"Tim Basarnas yang mengevakuasi ada juga yang menjadi korban, kita mengenali dari bajunya," jelasnya.

“Kita berhasil menemukan dan melihat korban dalam hal ini adalah Mbah Maridjan, dan tidak seperti yang disebutkan bersujud karena memang rata-rata seperti itu, karena dia berusaha melindungi dirinya,” lanjut dr Hastry.

Diketahui, imbas erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 menewaskan lebih dari 333 Jiwa, termasuk Mbah Maridjan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa fakta yang dapat terlihat dari ganasnya letusan Gunung Merapi dapat terlihat salah satunya di Museum yang terletak di Yogyakarta, yakni Museum Sisa Hartaku. (rka/ind/ree)

Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hati Berdebar-debar, 4 Zodiak Ini Punya Peruntungan Cinta Menarik Besok

Hati Berdebar-debar, 4 Zodiak Ini Punya Peruntungan Cinta Menarik Besok

4 zodiak paling beruntung soal cinta besok 29 September 2026. Gemini, Leo, Capricorn, dan Aquarius diprediksi punya momen asmara menarik.
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Rezeki Nomplok Menghampiri! Cek Ramalan Keuangan Shio Babi 29 September 2026 di Sini

Rezeki Nomplok Menghampiri! Cek Ramalan Keuangan Shio Babi 29 September 2026 di Sini

Sifat shio Babi yang tulus, sabar, dan tidak suka memaksakan kehendak akan mendatangkan imbalan atas investasi emosional maupun materi yang telah ditanamnya.
ATSI Kaji Penghentian Jaringan 2G, Ditaksir Masih Ada 29 Juta Pengguna

ATSI Kaji Penghentian Jaringan 2G, Ditaksir Masih Ada 29 Juta Pengguna

ATSI mengkaji rencana penghentian jaringan 2G di Indonesia.
Bicara Jujur, John Herdman Akui Para Pemain Timnas Indonesia Gugup Jelang Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bicara Jujur, John Herdman Akui Para Pemain Timnas Indonesia Gugup Jelang Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengakui bahwa ada rasa gugup dari para pemainnya jelang hadapi Malaysia. Sebab, ini merupakan pertandingan besar di antara kedua tim.
Hamzah Batik di Kawasan Malioboro Yogyakarta Terbakar, Api Diduga Berasal dari Dapur Lantai 3

Hamzah Batik di Kawasan Malioboro Yogyakarta Terbakar, Api Diduga Berasal dari Dapur Lantai 3

Hamzah batik yang berada di kawasan Malioboro tepatnya jalan Margo Mulyo, Gondomanan, Kota Yogyakarta dilaporkan terbakar, Senin (28/9/2026) dini hari. Kobaran api diduga berasal dari ruang dapur yang berada di lantai 3.

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Tim Indonesia sudah memastikan medali usai empat pebulu tangkis tanah air tampil di semifinal. Sedangkan Timnas Voli Indonesia akan kembali berjuang.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
ATSI Kaji Penghentian Jaringan 2G, Ditaksir Masih Ada 29 Juta Pengguna

ATSI Kaji Penghentian Jaringan 2G, Ditaksir Masih Ada 29 Juta Pengguna

ATSI mengkaji rencana penghentian jaringan 2G di Indonesia.
Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal semifinal bulu tangkis Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Sebanyak empat wakil Indonesia telah memastikan meraih medali, namun Alwi Farhan dan kawan-kawan tetap masih akan berjuang demi meraih medali emas.
Miliki Harta Fantastis, KPK Bidik Anggota Polri Terkait Kasus di Bekasi

Miliki Harta Fantastis, KPK Bidik Anggota Polri Terkait Kasus di Bekasi

KPK terus melakukan pendalaman terkait proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Link Live Streaming Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Alwi Farhan Cs Sudah Pastikan Medali, Masih Berebut Tiket Final

Link Live Streaming Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Alwi Farhan Cs Sudah Pastikan Medali, Masih Berebut Tiket Final

Link live streaming semifinal bulu tangkis Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026), sebanyak empat wakil Indonesia akan kembali berjuang di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang.
Selengkapnya

Viral