News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenkeu Kembali Minta Maaf, Kali Ini soal WNI Diminta Rp4 Juta Buat Tebus Piala Kontes Menyanyi di Jepang

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali minta maaf, kali ini soal WNI diminta Rp4 juta buat tebus piala kontes menyanyi di Jepang. 
Kamis, 23 Maret 2023 - 12:30 WIB
Kemenkeu kembali minta maaf, kali ini soal WNI diminta Rp4 juta buat tebus piala kontes menyanyi di Jepang
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali minta maaf, kali ini soal WNI diminta Rp4 juta buat tebus piala kontes menyanyi di Jepang. 

Juru Bicara Menteri Keuangan (Jubir Menkeu) Yustinus Prastowo meminta maaf perihal kabar yang beredar tentang seorang WNI—Fatimah—yang memenangkan kontes menyanyi di Jepang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Piala yang diberikan pihak stasiun televisi negara sakura tersebut terpaksa dikirim melalui ekspedisi karena sulit jika dibawa dalam penerbangan.

Usut punya usut, pihak Bea Cukai meminta Fatimah membayar sebesar Rp4 juta sebagai upaya penebusan piala tersebut.

Yustinus mengaku telah meminta maaf kepada yang bersangkutan melalui Twitter.

"Kami sudah menghubungi yang bersangkutan, saya pribadi sudah mention minta maaf atas perlakuan yang tidak menyenangkan itu," kata dia saat dihubungi, Kamis (23/3/2023).

Dia mengaku perbuatan yang dilakukan oleh oknum petugas Bea Cukai tersebut telah membuat Fatimah merasa tidak nyaman. 

Oleh karena itu, dia berharap wanita tersebut menjadi orang yang sukses kelak dengan prestasi yang telah dicapainya.

"Pasti tidak nyaman dan kita mendoakan juga yang bersangkutan makin sukses," jelasnya. 

tvonenews

Sebelumnya, wanita bernama Fatimah Zahratunnisa menjadi sorotan publik. Namanya dibicarakan atas cuitannya di Twitter saat kejadian tak menyenangkan yang dialaminya pada tahun 2015. 

Saat itu, Fatimah Zahratunnisa menang lomba menyanyi di Jepang. Dia memenangkan ajang pencarian bakat di Jepang dan mendapat hadiah. 

Melalui akun Twitter pribadinya @zahratunnisaf, wanita ini bercerita soal pengalaman pahitnya tersebut.

Dia menuturkan bahwa hadiah yang diterimanya dari ajang pencarian bakat tahun 2015 silam itu hanya berupa piala.

Namun, setibanya di Indonesia, dia sangat terkejut untuk ditagih untuk membayar Bea Cukai sebesar Rp4 juta. 

“2015 menang acara nyanyi di TV Jepang, pialanya dikirim ke Indo karena gede banget buat dibawa di pesawat. Ditagih pajak 4 juta. Padahal hadiah lombanya gak ada hadiah uang cuma piala itu doang. Menang lomba kok nombok,” ujarnya sebagaimana dikutip tvOnenews.com pada Selasa (20/3/2023). 

Fatimah yang merasa dirugikan langsung mengajukan keberatan dan menunjukkan sejumlah bukti bahwa piala tersebut merupakan hadiah yang diperolehnya dari ajang pencarian bakat.

Tak tanggung-tanggung, Fatimah sampai harus diminta untuk menunjukkan bukti bahwa dirinya memang menang lomba menyanyi tersebut hingga diminta menyanyi di kantor tersebut. 

“Sampe nunjukin video acara TV nya juga baru orang Bea Cukai percaya. Mana waktu di kantornya DISURUH NYANYI buat buktiin bisa nyanyi apa nggak anjir,” sambungnya. 

Meski sudah menunjukkan bukti kuat, Fatimah mengungkapkan bahwa pihak Bea Cukai masih meminta sejumlah uang kepadanya.

Dia pun emosi dan hanya berkata memiliki uang Rp5.000 untuk digunakan ongkos pulang ke rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untungnya bisa bawa pulang secara gratis akhirnya setelah tawar menawar secara ketat. Tapi adanya kalimat 'kamu bisa bayar berapa?' itu aku bawa dendam sampe sekarang,” katanya lagi. 

“Kenapa cerita 2015 baru cerita sekarang? Ya aku masih dendam sama BC pengen ngomel aja karena baca thread tentang BC mentrigger emosi, ga taunya rame. Mau giring opini naon deui ini mah cerita pengalaman sendiri atuh lah,” tutup cuitannya. (agr/nsi) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BREAKING
NEWS
Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Polri menetapkan tiga jenderal aktifnya sebagai tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut ..
BREAKING
NEWS
Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto. 
Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Peti kemas Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
BREAKING
NEWS
Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin mengungkap kronologi dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, serta illegal access ke Presiden Prabowo
Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan perempuan berinisial ANW terhadap putra Ruben Onsu, Betrand Peto masih menjadi perhatian publik. Begini kabarnya.
Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Kehadiran penjual asing di sektor ini dikhawatirkan mengganggu mata pencaharian warga setempat yang menggantungkan hidup dari usaha berjualan peci.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral