News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pukat UGM Beri Rapor Merah Untuk Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf

Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM memberi rapor merah pada dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf. Perhatian serius dalam pemberantasan korupsi menjadi catatan utama
Rabu, 20 Oktober 2021 - 18:19 WIB
Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Yogyakarta
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetyo

Sleman, DIY - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin genap berusia 2 tahun pada hari ini, Rabu (20/10/2021). Berbagai hal masih menjadi catatan karena dianggap belum optimal, salah satunya terkait pemberantasan korupsi.

Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM bahkan memberi rapor merah pada dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rapornya jelas merah," kata peneliti Pukat UGM Zaenurrohman kepada tvonenews.com, Rabu (20/10/2021).

Menurut Zen, Presiden Jokowi tidak punya perhatian serius dalam hal pemberantasan korupsi. Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan semangat presiden dalam hal pembangunan infrastruktur.

"Presiden menurut saya tidak punya perhatian dalam pemberantasan korupsi, berbeda misalnya dengan semangat presiden dalam pembangunan infrastruktur, presiden terlihat sangat bersemangat, excited dalam kerja-kerja proyek-proyek strategis nasional khususnya dalam pembangunan infrastruktur," ucapnya.

Zen menyebut, salah satu ukuran paling fair untuk menilai situasi korupsi adalah dengan indeks persepsi korupsi. Indeks persepsi korupsi Indonesia pada tahun 2020 hanya 37 poin, atau turun drastis dari 40 poin pada tahun sebelumnya.

"Angka 37 dari skala 100 itu menunjukkan bahwa Indonesia masih lekat dengan korupsi, Indonesia belum bersih dari korupsi, ini satu hasil yang buruk dibandingkan dengan negara-negara di Asean, apalagi kalau dibandingkan dengan Singapura atau Malaysia," jelasnya.

Selama dua tahun ini pun, lanjut Zen, pemerintah di bawah kepemimpinan presiden Jokowi juga tidak memiliki inisiatif untuk mendukung RUU pemberantasan korupsi yang optimal.

"Meskipun UU itu kewenangan bersama antara DPR dan presiden tapi kalau presidennya punya komitmen yang kuat pasti akan jadi, bayangkan jika diperbandingkan dengan RUU cipta kerja secara kilat bisa dilakukan karena keinginan yang begitu besar dari presiden, tetapi kenapa untuk RUU perampasan aset, RUU pembatasan transaksi tunai, dan RUU tipikor tidak ada keinginan kuat dari presiden," terang Zen.

Zen juga menilai Presiden Jokowi tidak punya keinginan melakukan reformasi institusi di aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan. Padahal Zen menganggap di dua lembaga tersebut masih ditemukan perilaku menyimpang dari oknum-oknumnya.

"Bahkan kedua institusi ini masih diselimuti perilaku menyimpang, di dua institusi ini ada oknumnya yang bekerjasama misalnya dalam kasus Djoko Tjandra. Reformasi aparat penegak hukum ini bahkan tidak dilakukan dalam dua atau tujuh tahun ini," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, Zen juga menemukan fakta semakin sempitnya ruang kebebasan sipil di Indonesia dan adanya regresi demokrasi. Masyarakat semakin takut bersuara dalam mengawasi jalannya pemerintahan karena adanya represi melalui UU ITE.

"Banyak aktivis mengalami serangan digital, bahkan ada aktivis anti-korupsi di ICW dilaporkan oleh pejabat negara. Saya harap sisa tiga tahun ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh presiden untuk membuat legacy peninggalan bersejarah dalam pemberantasan korupsi," pungkasnya. (Andri Prasetiyo/Buz).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji

Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji

Hal itu terungkap saat Jaksa membacakan dakwaan untuk Yaqut terkait korupsi kuota haji 2023-2024 yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Terungkap saat Rekonstruksi, Teman Pelaku Mutilasi Depok Sempat Ketakutan Karena Ada Bau Darah: Kok Ada Alat Pel?

Terungkap saat Rekonstruksi, Teman Pelaku Mutilasi Depok Sempat Ketakutan Karena Ada Bau Darah: Kok Ada Alat Pel?

Terungkap saat rekonstruksi dilakukan, ternyata teman pelaku mutilasi Depok sempat ketakutan karena mencium bau darah.
Bilal Hasan Bangga Harumkan Nama Indonesia usai Menang KO 45 Detik di DWCS: Alhamdulillah Kita Menang

Bilal Hasan Bangga Harumkan Nama Indonesia usai Menang KO 45 Detik di DWCS: Alhamdulillah Kita Menang

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan tak berhenti dengan bangga menyebut nama Indonesia, dan berterima kasih kepada para pendukungnya di tanah air usai meraih kemenangan di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026).
30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

Tim penyelamat di Kota Cali, Kolombia berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana yang terjebak selama sekitar 30 jam di bawah reruntuhan akibat gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut
Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan perpanjangan penutupan melalui akun Instagram resminya @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Selengkapnya

Viral