GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Paulus Waterpauw Sambangi Wilayah Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw M.Si membelah lebatnya belantara yang terletak diantara Manokwari dan Pegunungan Arfak.
Jumat, 16 Juni 2023 - 18:12 WIB
Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw bersama istri memerangi masalah gizi kronis.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw M.Si membelah lebatnya belantara yang terletak diantara Manokwari dan Pegunungan Arfak, untuk memerangi masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi.

Sebelumnya Waterpauw mengikuti rapat bersama dengan tim Satgas percepatan penanganan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Pemda Manokwari Selatan pada (6/6). Usai melihat pemaparan mengenai stunting, Waterpauw kemudian langsung menuju Pegunungan Arfak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebelumnya saya telah menyetir mobil sendiri dari Manokwari menuju Manokwari selatan dengan waktu tempuh 3 jam. Untuk perjalanan PP dari Manokwari ke Pegunungan Arfak sendiri bukan perkara mudah mengingat infrastruktur jalan utamanya masih sulit ditembus. Bahkan dalam perjalanan pada (7/6) lalu, saya menemukan jalanan menuju kawasan Pegaf dari Manokwari yang berjarak tak kurang 100 kilometer memang masih terbilang buruk," ungkap Paulus Waterpauw pada Jumat (16/6).

Untuk melihat secara langsung persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua Barat khususnya di Pegunungan Arfak, Waterpauw harus merasakan lebatnya hutan belantara serta kondisi jalanan yang terjal dan berliku.

"Untuk mencapai lokasi dengan mobil jenis off-road dimana ban bergerigi, waktu tempuh yang diperlukan bisa mencapai 4  jam dengan jalanan berbatu dan licin berlumpur. Dititik tertentu kondisi jalan tidak proporsional karena terlalu sempit sehingga harus menyeberangi tak kurang empat sungai tanpa jembatan," lanjut Waterpauw mengisahkan.

Dalam perjalanan menuju Pegunungan Arfak, Waterpauw dan istri mengaku sempat dihentikan petugas kesehatan di Kampung Tuabiam yang baru selesai melayani kesehatan masyarakat sekitar.

Menurut salah satu petugas kesehatan yang bernama Yohanna Pikey dirinya dan warga merasa senang karena Waterpauw dan istri telah menyambangi mereka. 

"Senang dan bahagia karena bapak dan ibu bisa mampir di kampung kami yang kecil ini. Bangga bapak bisa mampir di Pustu Tuabiam dan berharap Paulus Waterpauw bisa mengunjungi kampung-kampung di Papua barat lainnya," ujar Yohanna Pikey.

Usai bersua dengan warga, Waterpauw dan istri kembali melanjutkan perjalanan dan setibanya di lokasi langsung memimpin rapat penanganan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di aula kantor bupati. Dalam rapat tersebut turut hadir Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy, Wakil bupati Marinus Mandacan, Ketua Tim Pengerak PKK Roma Mengawanty serta para pimpinan OPD Arfak dan provinsi.

Didalam rapat tersebut, Waterpauw mengatakan bahwa prevalensi stunting dan angka kemiskinan ekstrem pada sejumlah daerah di Papua Barat masih tinggi. Hal ini menjadi atensi khusus Paulus Waterpauw terutama bagi Kabupaten Pegaf.

"Kami akan lebih intens menangani masalah stunting dengan lebih dekat kepada masyarakat. Kita akan mencoba berkolaborasi dengan segala komponen untuk mengatasi masalah ini dan mencoba melibatkan tokoh-tokoh agama untuk bersama menyelesaikan persoalan ini," tandas Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui sebelumnya untuk memberantas stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua barat, Waterpauw mentargetkan waktu 3-6 bulan. Di Puskesmas Anggi, Kampung Irai, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak sendiri tercatat terdapat 2 orang anak yang mengalami stunting dari 65 anak dan orang tua yang hadir.

Dari kasus stunting dan kemiskinan ekstrem yang terjadi, pemerintah Provinsi Papua Barat, PKK Provinsi Papua Barat serta BKKBN Papua Barat memberikan berbagai bantuan. Adapun bantuan tersebut berupa bahan pokok, bibit tanaman holtikultura untuk 2 distrik percontohan yaitu Distrik Anggi Gida dan Distrik Hing, kompor memasak, obgin bed, telur serta susu untuk anak-anak.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pameran BIFHEX Digelar, UMKM di Jawa Barat Dukung Masuknya Produk Pangan Pertanian Halal Korea

Pameran BIFHEX Digelar, UMKM di Jawa Barat Dukung Masuknya Produk Pangan Pertanian Halal Korea

Pergerakan produk pangan halal asal Korea Selatan semakin terstruktur di pasar Indonesia.
Pemulihan Pascabencana Sumatera Bergerak Cepat, Layanan Dasar Kembali Normal

Pemulihan Pascabencana Sumatera Bergerak Cepat, Layanan Dasar Kembali Normal

IBSW apresiasi respons cepat pemerintah dalam pemulihan pascabencana Sumatera, soroti pembangunan hunian, infrastruktur, dan layanan publik.
PBSI Buka Suara soal Alasan Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari Main Rangkap Ganda Campuran

PBSI Buka Suara soal Alasan Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari Main Rangkap Ganda Campuran

Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, memberikan komentar soal racikan baru ganda campuran untuk China Masters Super 100 mendatang.
Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Penampilan gemilang Adi Satryo bersama Arema FC di hadapan John Herdman membuka peluang kembali ke Timnas Indonesia. Akankah posisi Maarten Paes terancam?
Sosok Polwan yang Dititipi Koper Narkoba oleh Kapolres Bima AKBP Didik, Punya Hubungan di Masa Lalu

Sosok Polwan yang Dititipi Koper Narkoba oleh Kapolres Bima AKBP Didik, Punya Hubungan di Masa Lalu

Tabir gelap di balik kasus narkoba yang menjerat Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro, semakin terkuak. 
Bukan Karena Tulang Punggung Keluarga, Ini Alasan Utama Polisi Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith

Bukan Karena Tulang Punggung Keluarga, Ini Alasan Utama Polisi Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith

Polres Metro Tangerang Kota memilih mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith yang telah berstatus sebagai tersangka dugaan penganiayaan.

Trending

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Luke Vickery kabarnya sudah jalin komunikasi dengan pelatih John Herdman, publik Australia ikhlas jika sang striker memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Viral bayi tertinggal usai delay 5 jam Super Air Jet. Susu di bagasi ikut terbang, orang tua protes keras, maskapai akhirnya beri klarifikasi resmi.
Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Menkeu Purbaya menyatakan 3 bulan ke depan BPJS masih bisa berjalan normal, karena anggarannya ada Rp 59 T. Ternyata menyita perhatian PDIP
Pakar Nilai Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat Pelaku Investasi

Pakar Nilai Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat Pelaku Investasi

Ruby juga menegaskan hal tersebut terjadi dipicu juga oleh fakta bahwa regulasi belum selaras dengan teknologi yang ada.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT