News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Mengejutkan Kasus Mutilasi Sleman, Polisi: Mereka Melakukan Kegiatan Satu Sama Lain dan Terjadi Berlebihan, Aktivitas Tak Wajar

Masyarakat dikejutkan dengan fakta-fakta tentang kasus mutilasi di Sleman. Pihak kepolisian mengungkap fakta tentang pembunuhan korban oleh pelaku W dan RD.
Rabu, 19 Juli 2023 - 18:39 WIB
Kasus Mutilasi Sleman
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Masyarakat dikejutkan dengan fakta tentang kasus mutilasi di Sleman. Pihak kepolisian mengungkap fakta tentang pembunuhan korban oleh pelaku W dan RD.

Mengutip dari VIVA, Kombes Pol FX Endriadi mengungkapkan bahwa korban dan pelaku rupanya saling mengenal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Endriadi menyebut antara korban dan pelaku telah saling kenal dari media sosial. Mereka kenal sejak tiga sampai empat bulan lalu.

"Korban dan dua pelaku saling kenal. Mereka kenal di media sosial. Tergabung dalam media sosial Facebook," ujar Endriadi di Polda DIY, dikutip Rabu (19/7/2023).

Artikel

Pihak kepolisian enggan untuk membeberkan lebih detail mengenai grup FB yang diikuti oleh pelaku dan korban. Namun Endriadi mengatakan bahwa grup tersebut memiliki aktivitas yang tak wajar.

"Sementara bahasa kami adalah kegiatan tidak wajar. Untuk lebih tepatnya nanti. Kami akan melakukan pemeriksaan psikologi atau kejiwaan kepada pelaku," lanjutnya.

"Mereka ini melakukan dalam sebuah komunitas yang mempunyai aktivitas tidak wajar. Mereka melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain dan terjadi berlebihan. Ini mengakibatkan korban tersebut meninggal dunia," imbuh Endriadi.

Rebus Potongan Tubuh Korban

 Rebus potongan tubuh korban untuk hilangkan sidik jari, 2 tersangka kasus mutilasi Sleman terancam hukuman mati. 

Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi mengatakan W (29) dan RD (38) merupakan pelaku mutilasi terhadap R (20). 

R diduga tewas karena mendapatkan kekerasan secara berlebihan pada tubuhnya. 

Adapun motif di balik aksi mutilasi terhadap R adalah mereka tergabung dalam sebuah komunitas yang mempunyai aktivitas tidak wajar.

Artikel

"Mereka melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain dan terjadi berlebihan sehingga mengakibatkan korban tersebut meninggal dunia," ujar Endriadi, Selasa (18/7/2023).

Endriadi mengatakan W, RD dan R saling mengenal lewat media sosial Facebook sejak 3-4 bulan lalu. 

Ketiganya sepakat untuk bertemu di Yogyakarta. Tepatnya di indekos W di wilayah Triharjo, Sleman. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di lokasi tersebut, R yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dibunuh oleh kedua pelaku.

"Setelah melihat korban meninggal dunia para pelaku ini panik. Kemudian berniat untuk menghilangkan jejak peristiwa tersebut. Setelah korban meninggal dunia para pelaku panik kemudian melakukan upaya pemotongan atau yang kita kenal dengan mutilasi," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Shio Besok, 28 April 2026: Kelinci dan Monyet Dipenuhi Pesona, Peluang Cinta Makin Terbuka

Ramalan Shio Besok, 28 April 2026: Kelinci dan Monyet Dipenuhi Pesona, Peluang Cinta Makin Terbuka

​​​​​​​Ramalan shio besok 28 April 2026 ungkap peruntungan cinta tiap shio, Kelinci dan Monyet paling bersinar, peluang asmara terbuka. Simak selengkapnya!
Kereta Jarak Jauh Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Penumpang

Kereta Jarak Jauh Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Penumpang

Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) menabrak KRL Commuter di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
KPAI Temukan 5 Daycare di Indonesia Bermasalah dalam 3 Tahun Terakhir, Terparah di Yogyakarta

KPAI Temukan 5 Daycare di Indonesia Bermasalah dalam 3 Tahun Terakhir, Terparah di Yogyakarta

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan setidaknya ada lima kasus daycare bermasalah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Kasus terparah terjadi di wilayah Yogyakarta. 
Kecelakaan Maut KRL Vs Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi

Kecelakaan Maut KRL Vs Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi

PT KAI menyampaikan permohonan maaf dan sedang fokus melakukan proses evakuasi terhadap korban kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Kakek Asal Sumedang Blak-blakan Kritik Dedi Mulyadi Langsung di Depan Gubernur Jabar: Saya Mau Berhadapan KDM

Kakek Asal Sumedang Blak-blakan Kritik Dedi Mulyadi Langsung di Depan Gubernur Jabar: Saya Mau Berhadapan KDM

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mendapat kritik dari seorang kakek tunanetra di Sumedang dengan pernyataan yang mengejutkan.
Shin Tae-yong Resmi Latih Timnas Indonesia Mini Soccer dan Akan Berlaga di Italia

Shin Tae-yong Resmi Latih Timnas Indonesia Mini Soccer dan Akan Berlaga di Italia

Teka-teki mengenai kembalinya pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong ke Tanah Air akhirnya menemui titik terang. Kabar "comeback" eks pelatih Timnas Indonesia

Trending

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Hyundai Hillstate Resmi Rekrut Pemain Baru di Liga Voli Korea 2026-2027, Bukan Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rekrut Pemain Baru di Liga Voli Korea 2026-2027, Bukan Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate resmi mengumumkan telah mendatangkan pemain baru untuk Liga Voli Korea 2026-2027. Namun sosok tersebut bukanlah Megawati Hangestri.
PBVSI Resmi Panggil 17 Pemain Timnas Voli Putri Indonesia untuk Tiga Ajang Internasional, Ada Megawati Hangestri

PBVSI Resmi Panggil 17 Pemain Timnas Voli Putri Indonesia untuk Tiga Ajang Internasional, Ada Megawati Hangestri

PP PBVSI resmi memanggil sebanyak 17 pemain untuk memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia, termasuk Megawati Hangestri untuk tampil di tiga kejuaraan internasional pada pertengahan 2026.
Efek Megawati Hangestri, Popularitas Hyundai Hillstate Melejit di Media Sosial Selama Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Efek Megawati Hangestri, Popularitas Hyundai Hillstate Melejit di Media Sosial Selama Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Meski belum resmi bergabung namun nyatanya rumor bakal merekrut Megawati Hangestri mampu membuat popularitas Hyundai Hillstate melejit di media sosial jelang Liga Voli Korea 2026-2027.
Jay Idzes Jadi Sorotan Besar Media Italia Usai Sassuolo Tahan Imbang Tim Kuat Serie A

Jay Idzes Jadi Sorotan Besar Media Italia Usai Sassuolo Tahan Imbang Tim Kuat Serie A

Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali mencuri perhatian usai tampil solid bersama Sassuolo dalam lanjutan Serie A musim ini. Media Italia beri sorotan besar.
PSSI Sudah Kirim Surat ke Klub Super League, John Herdman Kini Panggil 7 Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

PSSI Sudah Kirim Surat ke Klub Super League, John Herdman Kini Panggil 7 Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Setelah beredar surat pemanggilan para pemain dari Persib Bandung dan Persija Jakarta, kini John Herdman dipastikan panggil 7 pemain untuk TC Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral