Monique Rijkers Sebut 35 Santri Al-Zaytun Sengaja Dikirim ke Acara Buat Nyanyi Lagu Yahudi, Anak Panji Gumilang Sampai Memohon..
- Kolase tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Panji Gumilang menjadi sorotan beberapa waktu belakangan ini, hal ini setelah Panji Gumilang ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama, satu persatu fakta soal Al-Zaytun mulai terbongkar ke publik.
Ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang ini belakangan menuai beragam kritikan, mulai dari ajaran agama Islam yang diduga menyimpang hingga dikaitkan dengan Negara Islam Indonesia atau NII KW 9.
Ponpes Al-Zaytun Indramayu menjadi viral pertama kali setelah diketahui pada saat ibadah Salat Idul Fitri 1444 H mencampurkan jemaah wanita dan laki-laki dalam satu shaf hingga menjadi perbincangan publik.
![]()
Bangunan pondok pesantren Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. (istimewa)
Tak hanya itu, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan gaya azan sholat jumat yang dikumandangkan oleh santri di Ponpes Al-Zaytun, tampak menggunakan gerakan tangan dan tidak menghadap kiblat.
Pengakuan Aktivis Pro Israel dan Yahudi soal Al-Zaytun
Monique Rijkers selaku Aktivis Pro Israel dan Yahudi hadir sebagai narasumber di Catatan Demokrasi tvOne, ia mengaku menyayangkan penahanan dan status tersangka dari Panji Gumilang.
"Sebentar lagi Indonesia akan merayakan ulang tahun ke-78 dan kita masih berkutat pada isu-isu tentang penistaan agama, tentang isu gosip negara dalam negara NII," ujarnya saat hadir di Catatan Demokrasi tvOne.
"Yang pada kenyataannya pada tahun 2012 jika dilihat situs Kementerian Agama, ada berita judulnya Al-Zaytun bukan sarana pendidikan radikal, ini adalah pernyataan dari Menteri Agama Suryadharma Ali," tuturnya.
Monique Rijkers menyebut bahwa kala itu Suryadharma Ali sebagai Menteri Agama menilai tentang sistem pendidikan Al-Zaytun.
"Ketika saya menjadi wartawan selama 18 tahun, saya pernah meliput Al-Zaytun pada tahun 2012 dan 2015, selalu seperti isunya naik lalu ditimbun, isunya naik lalu ditimbun," terangnya.
"Memang berkaitan dengan NII, tetapi tidak pernah ada tindakan dan kembali tahun ini 2023 muncul lagi, munculnya masih di persoalan yang sama," tuturnya.
Lanjut Monique Rijkers bahwa sistem pendidikan di Al-Zaytun mendapat akreditasi A unggul.
Load more