News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Muhammad Faqih dan Inolla Jovial Gwineth Jacob, Anggota Paskibraka Pengibar Bendera Pusaka dari Jakarta Utara

Sepasang pelajar kelas XI SMA dari Jakarta Utara itu telah dilantik Presiden Jokowi bersama puluhan pelajar lainnya sebagai 78 anggota pasukan pengibar bendera pusaka
Kamis, 17 Agustus 2023 - 07:24 WIB
Dua perwakilan Jakarta Utara yaitu Muhammad Faqih (kiri) dari SMA Negeri 114 Jakarta, Cilincing dan Inolla Jovial Gwineth Jacob (kanan) dari SMA Tunas Karya, Kelapa Gading
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvonenews.com - Anggota Paskibraka perwakilan Jakarta Utara yaitu Muhammad Faqih dari SMA Negeri 114 Jakarta dan Inolla Jovial Gwineth Jacob dari SMA Tunas Karya, mengemban tugas  mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2023) pagi.

Sepasang pelajar kelas XI SMA dari Jakarta Utara itu telah dilantik Presiden Joko Widodo bersama puluhan pelajar lainnya pada Selasa (15/8) sebagai 78 anggota pasukan pengibar bendera pusaka saat upacara Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim di Jakarta, Kamis, menilai prestasi itu bukan hanya kebetulan atau nasib baik semata, tapi ada proses yang dilalui untuk bisa lolos seleksi dan akhirnya terpilih.

Keduanya telah menjalani seleksi mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga akhirnya bisa melewati ketatnya persaingan tingkat nasional.

Ali mengungkapkan bertugas sebagai anggota Paskibraka diharapkan dapat menjadi satu pilihan kegiatan positif bagi anak-anak muda untuk mengajarkan bagaimana cara disiplin, berdedikasi, tanggung jawab, dan bisa menjadi contoh.

"Harapan kita, untuk para pelajar yang ikut Paskibraka ini bisa menjadi teladan sampai kapan pun dan saat pelaksanaan tugas nanti semuanya bisa berjalan lancar," kata Ali.

Pada kesempatan itu pula, Wali Kota Jakarta Utara menitipkan pesan kepada Muhammad Faqih dan Inolla Jovial Gwineth Jacob untuk tetap menjaga kesehatan, rajin ibadah, dan terus meningkatkan motivasi.

Di balik prestasi kedua pelajar tersebut, tentu ada rasa bangga yang menyelimuti hati orang tua mereka.

Ibunda Faqih, Dian Arika (56), Rabu, menceritakan bungsu dari lima anaknya itu memang berlatih keras supaya bisa lolos tingkat nasional.

Pada awal masuk SMA 114 Jakarta, Faqih awalnya belum berminat mengikuti ekstrakurikuler (ekskul) pasukan pengibar bendera (Paskibra). Minat awal Faqih justru ikut ekskul basket.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anaknya sebenarnya awalnya nggak mau, karena dia pikir lelah ma, capek, tapi kata kakak-kakak pembinanya, kamu ada bakat, kamu tinggi, punya potensi kamu di situ," ucap Dian.

Meski ada penolakan di awal, Faqih lama kelamaan mulai serius menjalani kegiatannya tersebut.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Ultimatum Pimpinan BUMN Lama, KPK Respons Soal Panggilan Kejaksaan

Prabowo Ultimatum Pimpinan BUMN Lama, KPK Respons Soal Panggilan Kejaksaan

Meski dalam pernyataannya Prabowo tidak secara eksplisit menyebut KPK, lembaga antirasuah memastikan komitmen pemberantasan korupsi tetap berjalan secara sinergis antarpenegak hukum.
Komentar Berkelas Para Bintang Timnas Futsal Indonesia soal Laga Kontra Jepang di Semifinal Piala Asia Futsal 2026

Komentar Berkelas Para Bintang Timnas Futsal Indonesia soal Laga Kontra Jepang di Semifinal Piala Asia Futsal 2026

Para pemain bintang Timnas Futsal Indonesia memberikan komentar berkelas soal pertandingan melawan Jepang di Piala Asia Futsal 2026.
3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia di Eropa yang Berpeluang Invasi Super League Musim Depan, Nomor Dua Gratis

3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia di Eropa yang Berpeluang Invasi Super League Musim Depan, Nomor Dua Gratis

Meskipun peluangnya agak berat, namun deretan pemain diaspora Timnas Indonesia di Eropa ini masih berpeluang ikuti jejak kompatriotnya untuk ke Super League.
Sebelum Kejadian Memilukan, Anak SD di NTT yang Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Sempat Mengeluh Pusing dan Tak Mau Berangkat Sekolah

Sebelum Kejadian Memilukan, Anak SD di NTT yang Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Sempat Mengeluh Pusing dan Tak Mau Berangkat Sekolah

Sebelum kejadian memilukan terjadi, anak kelas IV SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu sempat mengeluh pusing dan tak mau berangkat sekolah. 
Mauro Zijlstra Lebih Pilih Persija, Media Belanda Kaget Striker Timnas Indonesia itu Rela Tinggalkan Eropa di Usia Muda

Mauro Zijlstra Lebih Pilih Persija, Media Belanda Kaget Striker Timnas Indonesia itu Rela Tinggalkan Eropa di Usia Muda

Striker Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, menjadi sorotan media Belanda usai kabar kepindahannya ke Liga Indonesia. Media tersebut sayangkan kepindahannya.
Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Hadapi China Resmi Diumumkan: Nova Arianto Panggil Pemain Diaspora

Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Hadapi China Resmi Diumumkan: Nova Arianto Panggil Pemain Diaspora

Timnas Indonesia resmi mengumumkan daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim U-17. Dari 28 pemain yang terpanggil, ada satu penyerang yang berkarier di luar negeri alias diaspora.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden memalukan mewarnai lanjutan pekan ke-23 Serie A. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kiper Emil Audero menyusul aksi pelemparan kembang api dari tribun pendukung Nerazzurri yang mengarah langsung ke sang penjaga gawang.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT