GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usung Anies-Cak Imin, Gatot Nurmantyo Sebut Insting Politik Surya Paloh Tajam, Terbukti di Tahun 2014 ...

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo terang-terangan sebut insting politik Surya Paloh Tajam, soal pilihannya usung Anies Baswedan-Cak Imin.
Senin, 4 September 2023 - 06:05 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam kanal YouTube Refly Harun
Sumber :
  • Kanal YouTube Refly Harun

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo ikut mengomentari soal deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Pilpres 2024 nanti.

Seperti kita ketahui keputusan Anies Baswedan menggandeng Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) menjadi sorotan tajam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan pilihan Anies Baswedan ini juga membuat gaduh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) khususnya Partai Demokrat.

Pasalnya, jauh sebelum NasDem meminang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Muhaimin Iskandar, Anies digadang-gadang bakal berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pil pahit nyatanya diterima oleh Partai Demokrat, NasDem justru malah memilih Cak Imin sebagai pasangan Anies Baswedan di Pilpres 2024 nanti.

Kenyataan ini membuat Demokrat geram bahkan merasa dikhianati oleh NasDem hingga akhirnya memilih hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Lalu apakah langkah NasDem memilih Cak Imin sebagai bakal cawapres Anies Baswedan adalah langkah yang tepat?

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo memberikan sudut pandang politiknya terkait langkah Surya Paloh memilihkan cawapres untuk berpasangan dengan Anies Baswedan.

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Refly Harun, Gatot Nurmantyo menyebut jika insting politik Surya Paloh itu tajam.

"Saya ingat pada 2014 lalu, itupun Surya Paloh juga yang mengusung Jokowi sama-sama Bu Mega (Megawati) waktu pertama kali. Insting politik, naluri politik Surya Paloh itu tajam," ungkap Gatot Nurmantyo dilansir tvOnenews.com, Minggu (3/9/2023).

Menurutnya langkah yang diambil Surya Paloh merupakan langkah yang positif. Salah satunya demi mengamankan Anies Baswedan.

"Bagaimanapun juga untuk aman. Alhamdulillah kalau Cak Imin bergabung otomatis kan bukan Cak Imin-nya saja dengan partainya dan lain-lainnya (NU)," katanya.

"Orientasi saya, yang penting dari oposisi ada wadah. Yang penting Anies maju, itu pemikiran dari Surya Paloh," tambahnya.

Menurut Gatot perkara siapa yang akan menjadi wakil presiden, variabelnya masih tinggi. Kecuali sudah ada tandatangan masing-masing ketua umum partai koalisi dan sekjen mengatasnamakan mengusung Anies-Cak Imin.

"Saya pikir sudah waktunya sekarang berpikir bagaimana menang. Seharusnya partai itu, kalau memang berpihak kepada rakyat, berpihak kepada perubahan, maka yang dipikirkan adalah bagaimana menang. Bukan saya harus menyodorkan wakil presiden lagi," tuturnya.

Sementara menanggapi surat tulisan tangan Anies Baswedan yang seolah memprovos atau memilih AHY sebagai cawapresnya, sehingga Demokrat terus mendesak Anies segera mengumumkan, hal itu dinilai Gatot tidak cukup kuat dan legal.

"Harus diingat, kalau yang mengusung Anies hanya Demokrat maka boleh seperti itu. Yang mengusung ada NasDem, ada PKS, ada PKB sekarang, agar tuntas itu harus dirembuk bersama," katanya.

"Dalam kontrak-kontrak politik apapun itu, finalnya adalah pada saat hari terakhir pendaftaran yang sudah ditandatangani ketua dan sekjen, itu baru legal," tambahnya. 

Menurut Gatot, Anies Baswedan termasuk politisi yang cerdas dan mengetahui strategi sehingga tidak mungkin mengumumkan wakilnya sejak awal.

"Kalau Anies sudah sampaikan wakilnya si A atau si B dari awal, maka antitesisnya akan dicari. Saya katakan pasti kalah," katanya.

Namun pemilihan Cak Imin sebagai bakal cawapres Anies Baswedan juga menyisakan persoalan. 

Pertama soal elektabilitas, berdasarkan survei-survei, Cak Imin tak pernah tembus posisi atas, bahkan level menengah pun, popularitas Cak Imin tak pernah tembus.

Berbeda dengan AHY, elektabilitas Ketum Demokrat ini dinilai selalu tembus posisi atas bersama dengan bacawapres-bacawapres lain.

Selain itu citra Cak Imin sebagai tokoh perubahan tidak ada, Ketum PKB dinilai sebagai orang Istana. 

Bahkan yang paling riskan Cak Imin dinilai sebagai 'pasien rawat jalan KPK' yang setiap saat bisa saja dibidik kasus-kasus hukumnya.

"Ini masih nuansa saja, belum pasti, karena baru dari Surya Paloh, belum dari PKS, istilahnya ini masih variabel. Tetapi saya lihat ini nuansa yang sangat bagus," katanya.

Menurut Gatot, dipilihnya Cak Imin akan membuat PKB menarik sebagian umat NU untuk memilih Anies Baswedan.

"Perkara nanti wakil presidennya, seharusnya semuanya bersabar. Tapi sambut ini dengan positif, sehingga kondisi perubahan ini sudah mendapatkan kekuatan baru," katanya.(muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mahasiswa ITB Dikabarkan Hilang di Gunung Puntang, Pihak Kampus Koordinasi dengan Basarnas hingga Kepolisian

Mahasiswa ITB Dikabarkan Hilang di Gunung Puntang, Pihak Kampus Koordinasi dengan Basarnas hingga Kepolisian

Mahasiswa ITB Program Magister Teknik Lingkungan Angkatan 2024 Arief Wibisono dikabarkan hilang di Gunung Puntang.
Bung Binder Puji Strategi Efektif Persib Bandung Usai Kalahkan Persija: Tak Perlu Indah, yang Penting Tiga Poin

Bung Binder Puji Strategi Efektif Persib Bandung Usai Kalahkan Persija: Tak Perlu Indah, yang Penting Tiga Poin

Pengamat sepak bola Bung Binder memuji strategi efektif Persib Bandung asuhan Bojak Hodak saat menaklukkan Persija Jakarta di laga El Clasico, menilai permainan
ITB Ungkap Kronologi Hilangnya Arief Wibisono di Gunung Puntang, Ternyata Mahasiswa S2 Itu Terpisah Saat Turun

ITB Ungkap Kronologi Hilangnya Arief Wibisono di Gunung Puntang, Ternyata Mahasiswa S2 Itu Terpisah Saat Turun

Institut Teknologi Bandung (ITB) buka suara soal hilangnya salah satu mahasiswa Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.
Satu Keluarga Tenggelam di Embung Sigit Sragen, Ibu dan Anak Meninggal, Ayah Selamat

Satu Keluarga Tenggelam di Embung Sigit Sragen, Ibu dan Anak Meninggal, Ayah Selamat

Suana syahdu sore di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah berubah menjadi mencekam, Minggu 10 Mei 2026.
Update Klasemen Liga Italia 2025-2026: Emil Audero Ketiban Untung, AC Milan Terancam Batal Tampil di Liga Champions

Update Klasemen Liga Italia 2025-2026: Emil Audero Ketiban Untung, AC Milan Terancam Batal Tampil di Liga Champions

Emil Audero menerima keuntungan di klasemen sementara Liga Italia 2025-2026. Di sisi lain, AC Milan berada dalam posisi terancam untuk tampil di Liga Champions musim depan.
Rupiah Hari Ini 11 Mei 2026 Bergerak Melemah, Nyaris Rp17.400 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 11 Mei 2026 Bergerak Melemah, Nyaris Rp17.400 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pagi hari ini 11 Mei 2026 bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Selengkapnya

Viral