GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Pilu Suamiku Ternyata Wanita: Alami KDRT, Seks Pakai Alat Karet hingga Pelaku Diduga Keluarga Jusuf Hamka

Media sosial X atau sebelumnya dikenal Twitter dihebohkan dengan thread tentang rumah tangga yang menceritakan kisah pilu Ida Susanti di akun @yolayoa11063.
Sabtu, 30 September 2023 - 06:30 WIB
Kisah Pilu Suamiku Ternyata Wanita
Sumber :
  • Twitter

Jakarta, tvOnenews.com - Media sosial X atau sebelumnya dikenal Twitter dihebohkan dengan thread yang menceritakan kisah pilu Ida Susanti di akun @yolayoa11063.

Dalam thread tersebut, ia menuliskan pengalaman pahit bahtera rumah tangganya yang ternyata ditipu oleh suaminya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mahligai cintanya terhadap suami seketika runtuh mendengar pengakuan sang suami bahwa ia adalah seorang wanita.

Kisah itu Ida bagikan di X. Ia membeberkan perjalanannya dari pertemuan bersama sang suami hingga akhirnya menikah.

Ida Susanti mengaku pertemuan dengan laki-laki yang mengaku namanya Nardinata tersebut terjadj pada tahun 2000 lalu karena dikenalkan oleh temannya.

Ida pun akhirnya sering bertukar pesan dengan Nardinata hingga akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan yang serius.

Pria tersebut mengaku memiliki nama lengkap Nardinata Marshioni Suhaimi. 

Bahkan saat pertama kali bertemu dengan Ida, Nardinata tampak menyodorkan KTP dan Akte Kelahiran miliknya.

Ida pun mengaku sempat mengalami kecurigaan dengan sosok Nardinata. 

Bagaimana tidak, tak seperti biasanya pria dan wanita pertama bertemu, Nardinata justru menyodorkan berkas data diri.

"Saya pun tidak janggal mengapa dia memperkenalkan diri dengan memperlihatkan akte kelahirannya," tulis thread tersebut, dikutip Sabtu (30/9/2023).

Setelah bertemu dengan kakak Ida, Nardinata mengatakan ingin menjalin hubungan yang serius dengan Ida Susanti.

Ia didampingi kakaknya datang ke kediaman Ida untuk melamar pujaan hatinya itu.

Acara tunangan Ida dan Nardinata digelar di sebuah restoran di Surabaya.

Setelah itu keduanya tampak pindah ke Jakarta untuk mencatatkan pernikahan mereka secara hukum.

Setelah resmi menjadi seorang suami, Nardinata mengajak Ida berbulan madu ke Thailand.

Saat bulan madu di Thailand itulah Nardinata mengaku bahwa dirinya adalah seorang wanita. Ia mengaku tak membutuhkan istri, hanya ingin ditemani setiap bepergian.

Sontak saja pengakuan suaminya itu membuat Ida Susanti terkejut dan menangis. Keduanya pun sempat bertengkar hebat karena hal itu.

Ida mengaku saat itu Nardinata memukul dan mengancam dirinya akan dibunuh. Karena takut oleh Nardinata, Ida akhirnya mengikuti semua permintaan dan perintah suaminya.

"Akhirnya menyepakati bahwa akan memenuhi setiap kebutuhan saya dan membelikan saya rumah untuk ditinggali," kata Ida.

Menurut keterangan Ida, Nardinata rupanya memiliki beberapa identitas palsu, yaitu tiga salinan KTP.

KTP tersebut bernama Oni Yusuf, Nardinata Marshioni Suhaimi dan Nera Maria Suhaimi Joseph dengan jenis kelamin perempuan.

Setelah tiga bulan pasca pengakuan identitas, Ida Susanti dibelikan rumah di Pakuwon City, Surabaya.

Di rumah itulah Ida mulai berbisnis dengan membuka toko suku cadang mobil Eropa.

Hal itu lantaran Ida yang memiliki pengalaman pekerjaan di bengkel mobil selama 15 tahun.

Bisnisnya itu ternyata tidak mulus, Ida Susanti secara tiba-tiba didatangi oleh seorang wanita yang mengaku sebagai istri Nardinata.

Perempuan itu datang ke Surabaya dari Balikpapan, Kalimantan Timur dan lantas mengambil mobil dan pakaian milik Nardinata.

Ida terpaku sesaat dan akhirnya tersadar bawah wanita tersebut bisa saja suruhan dari suaminya.

Rumah tangganya semakin berantakan pasca kehadiran wanita tadi. Ida mengaku sering menerima KDRT dari Nardinata.

Sewaktu ketika, Nardinata sempat meminta Ida untuk mengirimkan suku cadang mobil ke Jakarta dengan alibi akan diganti Rp50 juta.

"Uang itu tidak pernah diberikan. Saya sangat mengalami kerugian baik materil maupun imateril," kata Ida Susanti.

Atas hal tersebut, Ida akhirnya melaporkan suaminya itu ke Polda Jawa Timur pada 2002 lalu. Namun laporan itu tak ada hasil apa-apa.

Tak sampai disitu saja, Nardinata juga membuat laporan bahwa sertifikat rumah Ida hilang. Ia bahkan menjual rumah tersebut kepada keponakannya.

Karena hal itu laporan kepolisian Ida akhirnya tak diproses. Ia tak menyerah dan melaporkan suaminya itu sebagai DPO. Butuh waktu 5 tahun bagi Ida menunggu keluarnya surat DPO itu.

Namun lagi-lagi hal itu tak membuahkan hasil. Ida akhirnya harus angkat kaki dari rumahnya pada Juni 2023.

Ida Susanti mengaku masih terbayang tindakan kejam dari Nardinata semasa tinggal bersama.

Ida mengaku masih terbayang KDRT dan ancaman pembunuhan yang diucapkan suaminya itu. Bahkan ia menyebut harus kehilangan keperawanannya dari alat karet.

"Terhitung 21 tahun saya berjuang melalui proses hukum. Sudah ratusan juta uang, sudah lebih dari 6 pengacara yang membantu, namun saya belum juga memperoleh keadilan," rintihnya.

Ida Susanti pun mengaku tak pernah putus asa memperjuangkan keadilan. Ia bahkan sudah mengunggah kisah hidupnya itu di TikTok.

Namun atas unggahan tersebut Ida justru harus berurusan dengan pihak berwenang. Ia dipanggil oleh Polda Jatim dan diminta untuk menghapus video tersebut.

"Beberapa hari video itu pun hilang ditakedown TikTok," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cerita hidup Ida ini rupanya membuat pengguna TikTok bersimpati dan mengunggah ulang cerita tersebut. Salah satunya di akun @yolayola.

Dalam akun tersebut, warganet ramai-ramai mengungkap identitas Nardinata yang diduga masih kerabat Jusuf Hamka.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Anthony Leong Apresiasi Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Jaga Stabilitas Politik Jadi Fondasi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Anthony Leong Apresiasi Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Jaga Stabilitas Politik Jadi Fondasi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anthony Leong, menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan dapat dicapai tanpa fondasi stabilitas politik yang kuat.
Pengakuan Jujur Maarten Paes kepada Media Belanda soal Keputusan Dinaturalisasi demi Bela Timnas Indonesia

Pengakuan Jujur Maarten Paes kepada Media Belanda soal Keputusan Dinaturalisasi demi Bela Timnas Indonesia

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, membuat pengakuan soal keputusannya dinaturalisasi. Sang penjaga gawang memutuskan untuk menanggalkan kewarganegaraan Belanda-nya.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Megawati Hangestri Sudah Tanda Tangan Kontrak dengan Hyundai Hillstate, Volimania Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi

Megawati Hangestri Sudah Tanda Tangan Kontrak dengan Hyundai Hillstate, Volimania Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi

Hyundai Hillstate dikabarkan telah menyelesaikan kesepakatan kontrak dengan Megawati Hangestri untuk bermain di Liga Voli Korea 2026-2027.
Hunian Rp50–89 Miliar Botanic Villa NavaPark Terjual Habis dalam 5 Bulan, Bukti Minat Kuat Pasar Super High-End Terhadap Hunian Premium di BSD City

Hunian Rp50–89 Miliar Botanic Villa NavaPark Terjual Habis dalam 5 Bulan, Bukti Minat Kuat Pasar Super High-End Terhadap Hunian Premium di BSD City

Minat dan kebutuhan akan produk hunian mewah saat ini masih menjadi primadona masyarakat super high-end karena menawarkan beragam fasilitas yang lengkap, mewah, dan terletak di kawasan eksklusif dan strategis.
Hari Jadi ke-733, Bupati Mojokerto Dorong Pembangunan Lebih Merata dan Berdampak bagi Masyarakat

Hari Jadi ke-733, Bupati Mojokerto Dorong Pembangunan Lebih Merata dan Berdampak bagi Masyarakat

Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 jadi momentum bagi Pemkab Mojokerto untuk memperkuat arah pembangunan yang lebih merata, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral