News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seusai di 'PHP' Jokowi Tahun 2019, Mahfud MD Resmi Jadi Cawapres, Romahurmuziy Ceritakan Penyebab Batal Saat Itu, Ternyata...

Mahfud MD menjadi cawapres dari Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Sebelumnya, Mahfud sempat gagal jadi pasangan Jokowi tahun 2019, Romahurmuziy ungkap penyebabnya
Senin, 23 Oktober 2023 - 15:57 WIB
Romahurmuziy Jelaskan Penyebab Mahfud MD di PHP Jokowi Tahun 2019
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Menko Polhukam, Mahfud MD resmi menjadi cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Ganjar dan Mahfud telah mendaftar ke KPU RI pada Kamis (19/10/2023).

Saat mendaftar cawapres, Mahfud mengaku dirinya memakai baju yang sebelumnya sudah disiapkan untuk mendaftar cawapres di Pilpres 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirinya sempat gagal untuk dideklarasikan menjadi cawapres Presiden Jokowi meski sudah sempat mengukur baju. 

Mahfud mendadak diganti menjadi Ma’ruf Amin beberapa menit menjelang pengumuman cawapres.

“Keberangkatan saya pribadi. Hari ini saya memakai baju putih yang 5 tahun lalu saya siapkan untuk mendaftar ke KPU. ini dulu tidak jadi dipakai meskipun sudah jadi, tetapi ternyata ada pesan Tuhan, ditunda dulu, kemudian dipakai ke KPU dan hari ini dipakai,” ujar Mahfud di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2023).

Ditengah ramainya perbincangan publik mengenai pasangan Capres dan Cawapres, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, kini kembali viral sebuah keterangan dari mantan Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy.

Romahurmuziy menjadi salah satu saksi dimana Mahfud MD seketika namanya diubah dan tidak jadi dideklarasikan menjadi pasangan dari Presiden Jokowi.

Seperti apa ceritanya, simak informasinya berikut ini.

Romahurmuziy Ungkap Detik-detik Mahfud MD Batal Jadi Wapres Jokowi


Kolase foto Menko Polhukam, Mahfud MD dan Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (Kolase tvOnenews)

Ketua Majelis Pertimbangan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) mengungkapkan alasan bahwa Mahfud MD adalah nominator terkuat nomor 1, karena ada 5 nama saat itu diantaranya adalah Mahfud MD, Sri Mulyani, Moeldoko, Muhammad Gatot Nurmantyo.

"Karena nama yang terkuat di lingkungan Presiden berdasarkan survei 5 nama ini, tidak nama KH Ma'ruf Amin waktu itu," ujarnya.

Di mana saat itu, Romi mengaku datang kepada Mahfud MD untuk membuat komitmen, untuk mendukung mencalonkan Mahfud MD sebagai Wapres.

"PPP mencalonkan pak Mahfud, kemudian bapak membantu PPP, caranya adalah bantu kami portofolio kabinet ketika bapak nanti jadi Wapres," ujarnya.

"Yang kedua, bantu kami dengan bapak berkampanye di basis-basis yang di situ pak Mahfud (basis Madura), saya minta untuk kampanye" tambahnya.

"Tapi saya ingat betul ketika bersalaman, mulai hari pak Mahfud ada update informasi apapun dari istana tentang pencalonan pak Mahfud, tolong saya dikasih tahu," paparnya.

Sebaliknya, Romahurmuziy menyatakan bahwa jika dirinya mendapat informasi dari hasil komunikasi dengan istana, akan memberi tahu kepada Mahfud MD.

"Yang terjadi adalah ketimpangan komunikasi, saya update terus, beliau gak pernah update informasi ke saya. Bahkan sampai ketika pak Mahfud urus SKCK dan mengukur baju, itu saya tidak dikasih tahu," ungkapnya.


Mantan Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy. (Ist)

Kemudian, Romi menceritakan ketika dirinya ditunjuk oleh Jokowi untuk menjadi juru bicara kampanye dalam Pilpres 2019.

Mantan Anggota DPR Ri ini pun mengaku bahwa dirinya adalah orang pertama yang ditawari oleh Jokowi saat itu dan langsung bertugas.

"Tugas saya apa pak?," tanya ke Jokowi.

"Jelasin kenapa saya memilih Kiai Ma'ruf, itu dipelataran Menteng," ujarnya.

"Alasannya apa pak?," ucap menirukan ucapan mantan Walikota Solo tersebut.

"Itu sampean lebih tahu," ujarnya seraya tertawa.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy alias Romy. (ist)

Lebih lanjut, Politikus PPP ini mengungkapkan dibalik usulan dua nama Wapres dari Partainya yakni KH Ma'ruf Amin dan Mahfud MD.

"Mahfud MD harus tahu, satu-satunya partai yang mengusul nama dia, itu hanya PPP, memang tidak sendiri (ada Ma'ruf Amin, karena amanah dari Mbah Mun," tuturnya.

"Taruh nomor satu karena lebih tua, malah begitu Mbah Mun waktu itu," ujarnya.

Saat itu, Romi bersama para ketua Majelis dari PPP membawa nama usulan tersebut kepada Mbah Mun atau Kiai Haji Maimun Zubair.

"Karena pak Mahfud ini yang paling diingini Presiden, yang kedua pak Ma'ruf ini paling dibutuhkan Presiden," ujarnya.

Romi pun memberikan dua nama tersebut, dan mengaku kepada Mbah Mun bahwa tidak ada calon lain,"Ya sudah berangkat," ujarnya.

Dirinya pun menjelaskan semua ini kepada Mahfud MD saat pertemuan di Hotel Dharmawangsa.

"Peristiwa pengumuman KH Ma'ruf itu kamis sore pada waktu itu, bilang waktu itu dipanggil sama Presiden, besoknya saya telpon tidak diangkat," jelasnya.

"Sampai tiba-tiba muncul di ILC itu, karena pak Mahfud marah karena katanya saya bohong, itu tidak ada, saya jamin sampai hari akhir yaomil akhir nggak pernah saya berkata kalau pak Mahfud,'bohong itu," ungkapnya.

Bahkan, dirinya berani dihadapkan langsung kepada Mahfud MD, untuk membuktikan ucapannya tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Coba cari videonya saya bilang bohong, nggak ada. Tapi begitu lah namanya Mahfud MD selalu mau menang sendiri, itu sejak dulu, sebelum jaman menjadi Rektor di UII, orangnya begitu, udah paham lah kita," pungkasnya.

Meski begitu, Mahfud MD juga mengaku belajar dari kekecewaan dari Pilpres 2019. Ia mengatakan meski telah direncanakan, apabila Tuhan tidak mengizinkan semua dapat berbelok secara mendadak, apalagi politik. (ind/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Sekadar Pembunuhan, Terungkap Fakta Pilu di Balik Tewasnya Wanita Berselimut di Kontrakan Tangerang

Bukan Sekadar Pembunuhan, Terungkap Fakta Pilu di Balik Tewasnya Wanita Berselimut di Kontrakan Tangerang

Seorang wanita berinisial SNA, menggegerkan warga usai ditemukan tewas dalam kondisi penuh luka di rumah kontrakan, wilayah Jurumudi, Benda, Kota Tangerang, pada Selasa (11/8).
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Cuma Numpang Lewat, Persib Keluar dari Daftar FIFA Ban Registration Setelah Satu Hari Nangkring

Cuma Numpang Lewat, Persib Keluar dari Daftar FIFA Ban Registration Setelah Satu Hari Nangkring

Nama Persib sudah tak bertengger di daftar hitam FIFA pada Selasa (11/8/2026) malam setelah sempat masuk satu hari sebelumnya. 
MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat kepolisian mengusut soal viralnya tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha yang diduga sebagai sarana untuk promosi minuman keras (miras) di acara musik.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.

Trending

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat kepolisian mengusut soal viralnya tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha yang diduga sebagai sarana untuk promosi minuman keras (miras) di acara musik.
Selengkapnya

Viral