GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Mertua Bunuh Menantu yang Tengah Hamil 7 Bulan di Pasuruan, Motif hingga Pesan Terakhir Korban

Kejadian tragis harus dialami Fitria Alminuroh Hafidloh Diyanah. Ia harus meregang nyawa di tangan mertuanya sendiri Khori warga Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya.
Jumat, 3 November 2023 - 05:30 WIB
Pelaku pembunuhan menantu di Pasuruan
Sumber :
  • Yogie Anggara/tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Kejadian tragis harus dialami Fitria Alminuroh Hafidloh Diyanah. Ia harus meregang nyawa di tangan mertuanya sendiri Khori warga Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya

Korban meninggal dunia dengan cara digorok oleh mertuanya. Padahal Fitria diketahui tengah mengandung 7 bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku melakukan hal bejat itu lantaran ditolak oleh menantunya untuk memuaskan hasratnya.

"Korban habis mandi. Dia melihat korban ini dalam kamar posisi telentang. Karena hasratnya muncul, masuk dalam kamar menciumi mantunya," ujar Waka Polres Pasuruan Kompol Hari Aziz, Kamis (2/11/2023). 

Fitria tak mau menuruti nafsu bejat dari mertuanya dan berteriak minta tolong. Pelaku yang panik pun langsung menghabisi nyawa korban

"Korban beteriak-teriak, sehingga pelaku panik lari ke dapur ambil pisau. Lalu menuju kamar dan menindih korban lalu disayat lehernya," jelasnya. 

Pelaku menggorok leher korban satu kali dengan kedalaman 13 centimeter. 

Motif

Pembunuhan keji yang dilakukan Khoiri (52) kepada menantunya di Dusun Blimbing, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, kini tengah diselidiki Mapolsek Purwodadi. 

Dalam keteranganya, Kapolsek Purwodadi, AKP Pujianto, mengatakan pembunuhan yang dilakukan mertua kepada menantunya yang tengah hamil tersebut dipicu masalah ekonomi. 

Kepada petugas pelaku mengaku jika dirinya tengah pusing karena televisi yang hendak dijualnya tak jua laku terjual.

"Getun pak, wau sumpek kulo. Ngedol tv ora payu-payu. (Menyesal saya pak. Tadi penat saya jual tv tidak laku-laku," jelas sang Khoiri di hadapan petugas.

Tak hanya itu, polisi juga mendapati fakta jika saat melakukan aksi kejinya pelaku tengah terpengaruh minumas keras dan memiliki kebiasaan mabuk-mabukan.   

"Penggaweanmu ngombe, mabok, yo nggak? Aku weroh kowe? (Pekerjaanmu itu minum, mabok, ya tidak? Aku tahu tentang kamu)," tanya polisi. 

Pelaku pun mengakui jika dirinya masih dalam pengaruh minuman keras alias mabuk.  

Dalam pengaruh minuman keras itulah, Khoiri memasuki kamar sang menantu yang tengah hamil 7 bulan.

"Kejadian pembunuhan di dalam kamar rumah suami korban dengan menggunakan sebilah pisau dapur dengan cara menggorok leher korban," tutur Kapolsek Purwodadi AKP Pujianto. 

Saat aksi kejam dan sadis menggorok leher sang korban, pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang bersimbah darah ke rumah tetangganya. 

"Usai menggorok leher korban pelaku kemudian panik dan kabur ke rumah tetangganya, bersembunyi di dalam kamar," ungkap AKP Pujianto. 

Sesaat sebelum pelaku menghabisi nyawa sang menantu, pelaku sempat mengikuti antrian pembagian makanan yang digelar di Balai Desa Parerejo. 

Sayangnya, karena nama pelaku tak masuk dalam daftar penerima bantuan yang dikhususkan  untuk anak dan ibu hamil, pelaku pun langsung pulang ke rumah. 

"Sempat bawa KTP minta bantuan. Tapi karena ini untuk ibu hamil dan menyusui ya gak dikasi terus pulang," ujar salah seorang perangkat desa yang enggan disebut namanya. 

Beberapa jam setelah pelaku tak mendaptkan pembagian makanan gartis di balai desa, pelaku pun melakukan aksi kejinya dengan menggorok leher sang menantu yang tengah hamil 7 bulan.

Suami korban yang baru pulang kerja kaget saat menemukan istrinya yang sedang hamil 7 bulan bersimbah darah di dalam kamar. 

Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Purwodadi, tetapi nyawanya tidak tertolong. 

Pihak Polsek Purwodadi berhasil mengamankan pelaku setelah mendobrak pintu rumah tetangganya yang digunakan untuk bersembunyi.  

Saat ditanyai oleh anggota polisi, pelaku mengakui perbuatannya dan mengungkapkan bahwa dia merasa penat dan menyesal atas tindakannya. 

Pesan Terakhir Menantu

Sebelum dibunuh oleh mertuanya, rupanya Fitria memiliki pesan terakhir saat melakukan panggilan video dengan ibunya Nurul Afifi di Surabaya. 

Diketahui, sebelum menikah Fitria memang tinggal bersama orangtuanya di Perumahan Sinar Amerta Medayu Selatan, Medokan Ayu, Rungkut, Kota Surabaya.

Namun setelah menikah dengan M Sueb, ia lantas tinggal bersama suami dan mertuanya.

Ibu Fitria menyebut anaknya itu sempat memberi kabar mengenai urusan Kartu Keluarga (KK) yang telah selesai. Korban memberi tahu keluarganya bahwa sudah resmi masuk KK suaminya. 

"Senang," ujar Nurul, mengutip dari Viva Bandung pada Kamis (2/11/2023). 

Saat melakukan video call bersama ibunya, Fitria rupanya sempat meminta maaf. 

"Sepurane, Bu, aku sering ngerepoti sampean. Sepurane, Bu (Mohon maaf, Bu saya sering merepotkan)," lanjutnya. 

Nurul mengaku tak menyangka bahwa panggilan video saat itu menjadi komunikasi terakhirnya bersama Fitria.

Kini Nurul berharap agar pelaku pembunuhan yang merupakan besannya itu dapat dihukum dengan hukuman yang setimpal.

"Intinya menuntut keadilan," ucapnya. 

Pengakuan suami

Diketahui, suami Fitria, Sueb mengaku heran saat pulang kerja karena pintu rumah terkunci. 

Ia lantas mengintip dari jendela dan melihat ayahnya sedang duduk di kursi.

Sueb akhirnya mendobrak pintu rumah itu. Khoiri yang mengetahui kehadiran anaknya langsung kabur.

Sueb lantas kaget melihat istrinya yang sudah tewas dengan leher bersimbah darah. 

"Sontak ia pun berteriak hingga tetangga kemudian datang," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pasuruan, Ajun Komisaris Polisi Achmad Doni Meidianto. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayang nyawanya tidak bisa tertolong.

Khoiri yang sempat kabur akhirnya diamankan petugas di rumah warga.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Upaya Penyebaran Karhutla, Kapolres OKU Timur Berjibaku Padamkan Titik Api di Lahan Gambut

Upaya Penyebaran Karhutla, Kapolres OKU Timur Berjibaku Padamkan Titik Api di Lahan Gambut

Kapolres OKU Timur, AKBP Lalu Hedwin Hanggara bersama jajaran Forkopimda Sumatera Selatan (Sumsel) dan instansi lintas sektoral terus bersinergi menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan terjun langsung ke lapangan bersama masyarakat memadamkan titik api.
Polres OKU Timur Ungkap Kornologi Detik-detik Pelaku Karhutla

Polres OKU Timur Ungkap Kornologi Detik-detik Pelaku Karhutla

Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang merupakan jajaran dari Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan berbagai upay memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jakarta Hari Ini: Ribuan Personel Gabungan Disiagakan Kawal Demo di DPR, Polisi Ungkap Estimasi Jumlah Massa

Jakarta Hari Ini: Ribuan Personel Gabungan Disiagakan Kawal Demo di DPR, Polisi Ungkap Estimasi Jumlah Massa

Kawasan Gedung DPR/MPR RI diprediksi akan menjadi titik kumpul massa pada hari ini, Kamis (27/8). 
Prabowo Instruksikan Sekolah Darurat di NTT: Sekolah Enggak Boleh Berhenti

Prabowo Instruksikan Sekolah Darurat di NTT: Sekolah Enggak Boleh Berhenti

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). 
Langkah Presiden Prabowo Tanggapi Karhutla dan Gempa NTT Tuai Respons Positif

Langkah Presiden Prabowo Tanggapi Karhutla dan Gempa NTT Tuai Respons Positif

Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) dalam menjalankan berbagai program pemerintah demi kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa.
Tuai Kiritk Tajam, Budi Arie Diminta Berikan Penjelasan Gamblang Soal Penyataannya

Tuai Kiritk Tajam, Budi Arie Diminta Berikan Penjelasan Gamblang Soal Penyataannya

Pernyataan yang disampaikan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi terkait situasi dan kondisi perpolitikan Tanah Air belakangan ini turut menuai sorotan negatif.

Trending

Eks Klub Bojan Hodak Bikin Malu Liga Super Malaysia, Kalah Setengah Lusin Gol dengan 12 Pemain 

Eks Klub Bojan Hodak Bikin Malu Liga Super Malaysia, Kalah Setengah Lusin Gol dengan 12 Pemain 

Mantan klub dari Bojan Hodak, pelatih yang membawa threepeat bagi Persib Bandung, justru menjadi klub timpang di Liga Super Malaysia.
Tuai Kiritk Tajam, Budi Arie Diminta Berikan Penjelasan Gamblang Soal Penyataannya

Tuai Kiritk Tajam, Budi Arie Diminta Berikan Penjelasan Gamblang Soal Penyataannya

Pernyataan yang disampaikan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi terkait situasi dan kondisi perpolitikan Tanah Air belakangan ini turut menuai sorotan negatif.
Kabar Terbaru Ivar Jenner di Dewa United, CEO Ungkap Alasan Gelandang Timnas Indonesia Pilih Bertahan Dibanding Kembali ke Belanda

Kabar Terbaru Ivar Jenner di Dewa United, CEO Ungkap Alasan Gelandang Timnas Indonesia Pilih Bertahan Dibanding Kembali ke Belanda

CEO Dewa United, Adrian Satya Negara, memastikan Ivar Jenner masih menjadi bagian dari skuad Dewa United untuk musim depan karena kontraknya masih menyisakan satu tahun.
Langkah Presiden Prabowo Tanggapi Karhutla dan Gempa NTT Tuai Respons Positif

Langkah Presiden Prabowo Tanggapi Karhutla dan Gempa NTT Tuai Respons Positif

Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) dalam menjalankan berbagai program pemerintah demi kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa.
Karhutla Melanda Dua Wilayah Kalbar, 170 Personel Dikerahkan Padamkan Api di Ketapang dan Kayong Utara

Karhutla Melanda Dua Wilayah Kalbar, 170 Personel Dikerahkan Padamkan Api di Ketapang dan Kayong Utara

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus dilakukan di tengah ancaman musim kemarau dan fenomena El Niño.
Ada yang Beda di Stasiun LRT Velodrome

Ada yang Beda di Stasiun LRT Velodrome

Stasiun LRT Jakarta Velodrome tak hanya menjadi lokasi naik-turun penumpang pada Sabtu (22/8/2026). Area tersebut berubah menjadi ruang aktivitas anak.
Korban Tewas Banjir Bandang dan Longsor Nepal-China Capai 157 Orang, Xi Jinping Desak Pencarian Korban Maksimal

Korban Tewas Banjir Bandang dan Longsor Nepal-China Capai 157 Orang, Xi Jinping Desak Pencarian Korban Maksimal

Wilayah perbatasan Nepal-China diterjang banjir bandang yang memicu tanah longsor . Korban tewas capai 157 orang, Xi Jinping desak pencarian maksimal korban
Selengkapnya

Viral