GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aktivis 98 Arya Sadhana Soroti Sikap Prabowo dari Debat Capres: Sosok yang...

Sosok Prabowo Subianto masih menjadi sorotan saat closing statement yang diucapkannya dalam debat Capres yang digelar KPU di JCC Senayan beberapa waktu lalu.
Minggu, 11 Februari 2024 - 14:48 WIB
Prabowo di Kampanye Akbar
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Prabowo Subianto masih menjadi sorotan saat closing statement yang diucapkannya dalam debat Capres yang digelar KPU di JCC Senayan beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataannya Prabowo justru mengucapkan permintaan maaf kepada paslon 01 Anies-Muhaimin dan paslon 03 Ganjar-Mahfud jika dalam prosesi Pilpres 2024 memiliki banyak kesalahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sikapnya itu pun sontak menarik perhatian netizen, tak terkecuali aktivis 98 Arya Sadhana.

Ia menyebut tidak banyak pemimpin yang mampu menampilkan kelegaan hati seperti yang diperlihatkan oleh Prabowo saat ini.

"Di saat seperti ini kita membutuhkan pemimpin yang memberi kesejukan. Pemimpin yang mampu menjadi pemersatu bangsa dan bukan memecah-belah masyarakat. Hal tersebut telah diperlihatkan dengan baik oleh Prabowo dan karenanya Prabowo lebih dari layak untuk menjadi presiden," kata Arya Sadhana dalam pernyataannya dikutip Minggu (11/2/2024).

"Jiwa besar dan sportivitas yang ditampilkan Prabowo saat debat terakhir membuat kami percaya bahwa Prabowo adalah sosok yang dibutuhkan Indonesia saat ini dan dengan dukungan rakyat pilpres satu putaran akan dengan mudah terwujud," tambah Arya yang juga merupakan aktivis 98 ini.

Pria yang kini menjabat sebagai Sekjen Relawan Prabowo (REPRO) itu menilai sikap yang santun dan rendah hati juga ditampilkan Prabowo pada closing statement. 

"Hal inilah yang patut kita puji. Prabowo memandang Pemilu sebagai ajang pesta demokrasi yang harus dirayakan dengan riang gembira. Karenanya, pada Pemilu perbedaan tidak perlu terus dibicarakan, persamaanlah yang harus dikedepankan pada masyarakat majemuk seperti Indonesia," tegas Arya Sadhana.

Semua sikap itu menurut Arya Sadhana merupakan buah dari pendidikan tentara yang sudah didapat Prabowo Subianto sejak muda. 

Atas hal itulah, menurutnya Prabowo ingin berjuang demi kesejahteraan penegak negara Indonesia seperti prajurit TNI, polisi, hingga jaksa.

Berdasarkan laporan International Institute for Strategic Studies (IISS), jumlah tentara aktif Indonesia diestimasikan sebanyak 395.500 orang pada 2022. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di urutan ke-13 dunia. 

Di sisi lain, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melaporkan bahwa jumlah polisi di Indonesia mencapai 436.432 orang pada 2022. Dan ada 11.140 jaksa di seluruh Indonesia.

"Selain masyarakat umum, buruh, petani, nelayan, hingga guru yang memang harus ditingkatkan kesejahteraannya, Prabowo tak lupa untuk menempatkan kesejahteraan prajurit, polisi, dan jaksa sebagai salah satu yang utama ketika menjadi presiden Indonesia. Ini tentu patut untuk diapresiasi," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Arya hal tersebut membuat Peabowo-Gibran mendapatkan atensi masyarakat yang dibuktikan dengan hasil survei pada beberapa lembaga survei.

"Itulah sebabnya, melalui gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP yang dimotori oleh REPRO, kami mengajak generasi muda, baik milenial maupun Generasi Z untuk mendukung penuh kepemimpinan Prabowo Subianto dan menyukseskan gerakan Pilpres satu putaran," pungkasnya.(ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyebut kondisi tersebut menjadi alarm serius yang mencerminkan rapuhnya fondasi ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

Caketum BPP HIPMI, Anthony Leong, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas berbagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri jadi pevoli terakhir yang diumumkan.
Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Komisaris Besar Polisi Budi Susanto, mengatakan bagian tubuh tersebut ditemukan menempel pada bagian ketiak dan diduga milik seorang anak kecil.
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral