Ini Rekomendasi Terbaru dari IDAI Terkait Vaksinasi Covid-19 untuk Anak
- Foto oleh CDC dari Unsplash
“Atau kalau misalnya di daerah yang masih menunggu vaksin COVID-19-nya datang, silakan imunisasi BIAS terlebih dahulu, baru setelah itu diberikan vaksinasi Covid-19,” sambung Hartono.
Piprim menegaskan bahwa imunisasi kejar juga sangat penting dilakukan karena dapat mencegah penyakit-penyakit yang lebih berbahaya, terutama apabila penurunan cakupan vaksinasi berada di bawah 60 persen maka dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) timbul kembali.
“Difteri contohnya, dari 30.000 kasus yang terkena difteri yang meninggal 3.000, jadi sekitar 10 persen case fatality rate-nya, sedangkan Covid-19 ini 1 persen,” ujarnya.
Sementara itu, IDAI juga menggaris bawahi beberapa penyakit yang diperlukan perhatian khusus sebelum anak melakukan vaksinasi Covid-19 dengan catatan pertimbangan dari dokter terlebih dahulu dan imunisasi dilakukan di rumah sakit, di antaranya:
- Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol
- Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi
- Demam 37,50 C atau lebih
- Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital belum terkendali
- Diabetes melitus belum terkendali, insufisiensi adrenal seperti HAK (Hiperplasia Adrenal Kongenital), penyakit Addison
- Gangguan perdarahan seperti hemofilia
- Pasien transplantasi hati dan ginjal
- Reaksi alergi berat seperti sesak napas, urtikaria general
Sementara berikut ini sejumlah kontraindikasi atau kondisi yang dilarang untuk diberikan vaksinasi Covid-19 pada anak:
- Reaksi anafilaksis karena komponen vaksin pada pemberian vaksinasi sebelumnya
- Penyakit Sindrom Guillain-Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis
- Sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat
- Dalam 7 hari terakhir anak dirawat di rumah sakit, atau mengalami kegawatan seperti sesak napas, kejang, tidak sadar, berdebar-debar, perdarahan, hipertensi, tremor hebat (ant/prs)
Load more