News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Yusril Pede Hadapi Gugatan Hukum Kubu Ganjar-Mahfud Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Meski Dihadirkan Saksi Kapolda

Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan pihaknya tidak khawatir soal rencana koalisi Ganjar-Mahfud menyiapkan saksi Kapolda dalam dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Jumat, 15 Maret 2024 - 10:25 WIB
Yusril Ihza Mahendra di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2024)
Sumber :
  • tvOnenews/Syifa Aulia

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengungkap koalisi Prabowo-Gibran tidak takut menghadapi pernyataan kepala kepolisian daerah (Kapolda) dalam gugatan hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) nanti.

Diketahui, koalisi Ganjar-Mahfud sudah menyiapkan Kapolda sebagai saksi dugaan kecurangan Pemilu 2024. Pihaknya akan mengajukan saksi tersebut ke MK dalam gugatan hukum hasil Pemilu 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi kalau sekiranya ini sidang benar-benar terjadi, kita tidak terlalu khawatir karena scope/ruang lingkup Kapolda kan bisa dibuktikan,” kata Yusril di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2024).

Dia menuturkan lingkup kerja Kapolda hanya di satu provinsi. Sedangkan Indonesia terdiri dari 39 provinsi sehingga harus memenangkan setengah jumlah provinsi ditambah satu provinsi.

“Kalau dia mengungkapkan terjadinya penipuan segala macam, pengerahan massa di tempat yang dia sendiri menjadi Kapolda, apa bisa menggugurkan 38 provinsi yang lain? Simpel,” tegas Yusril.

Yusril Ihza Mahendra di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2024)

Lebih lanjut, Wakil Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu pun mengungkit cerita keponakan Mahfud MD yang menjadi saksi ahli pada sengketa Pemilu 2019.

Saat itu, Yusril mengaku sebagai tim pembela kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara, kubu Prabowo-Sandiaga Uno mengajukan keponakan Mahfud sebagai saksi ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Yusri mengatakan keponakan Mahfud itu dinarasikan sebagai seorang pakar IT yang menciptakan robot dan mampu membongkar kejahatan IT KPU RI.

“Didatangkanlah orang itu ke DPR terus ketika dia menerangkan sesuatu, di tim kita itu juga ada profesional IT dari ITB. Ternyata ini anak baru tamat S1 kemarin. Dia enggak ngerti apa-apa soal itu. Setelah dia menerangkan, kita ditanya sama hakim, ‘ada yang mau ditanya enggak?’, enggak ada yang mau ditanya. Akhirnya kita ketawa semua,” bebernya.

Yusril juga mengungkit Said Didu yang menjadi saksi kubu Prabowo-Sandiaga di sengketa Pemilu 2019. Dia menilai kesaksian Said Didu saat itu kurang pas karena malah memberikan pendapat pribadi.

“Jadi saya bilang, hakim juga tanya sama saya, apa ada yang mau ditanya?. Saya bilang, Pak Said Didu ini kan dihadirkan sebagai saksi bukan sebagai ahli, tapi sebagai saksi dia berpendapat sendiri, menurut pendapat saya begini, aneh kan tidak relevan sebagai saksi,” tandas dia. (saa/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Peredaran SGD Palsu, Kuasa Hukum Sebut Terlapor Tolak Ajakan ke Singapura

Kasus Peredaran SGD Palsu, Kuasa Hukum Sebut Terlapor Tolak Ajakan ke Singapura

Kasus dugaan uang palsu pecahan 10.000 Dolar Singapura (SGD) eeus berlanjut dengan sejumlah perkembangan barunya.
Mengapa Persib Tak Boleh Pakai SJH sedangkan Persija Bisa Gunakan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup? Ini Alasan PSSI

Mengapa Persib Tak Boleh Pakai SJH sedangkan Persija Bisa Gunakan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup? Ini Alasan PSSI

PSSI mengungkap alasan Persib tak bisa memakai SJH saat lawan PSM, sedangkan Persija dapat menggunakan GBK untuk menghadapi Persib di Super League 2026/2027.
BNN Imbau Garuda Indonesia Perketat Larangan Rokok Elektrik, Waspada Peredaran Narkotika Cair

BNN Imbau Garuda Indonesia Perketat Larangan Rokok Elektrik, Waspada Peredaran Narkotika Cair

BNN mengimbau Garuda Indonesia melarang penggunaan vape atau rokok elektrik di lingkungan perusahaan. BNN menyoroti ancaman narkotika cair melalui rokok elektrik.
Kehilangan Tempat di KTM, Brad Binder Akhirnya Putuskan Gabung BMW dan Menyebrang ke WorldSBK Musim Depan

Kehilangan Tempat di KTM, Brad Binder Akhirnya Putuskan Gabung BMW dan Menyebrang ke WorldSBK Musim Depan

Brad Binder dipastikan meninggalkan MotoGP setelah BMW mengumumkan kepindahannya ke tim pabrikan WorldSBK untuk musim 2027.
Fajar Sahrudin dan Pesan yang Tertinggal: Sinyal SOS, Donasi Rp40 Juta, dan Ulang Tahun yang Tak Lagi Dirayakan  

Fajar Sahrudin dan Pesan yang Tertinggal: Sinyal SOS, Donasi Rp40 Juta, dan Ulang Tahun yang Tak Lagi Dirayakan  

Kisah Fajar Sahrudin bermula dari penemuan jasad di GBK, pesan terjadwal di X, hingga donasi Rp40 juta. Hari ini, 10 September 2026, ia seharusnya genap
BNN Dorong Larangan Total untuk Rokok Elektrik, Soroti Risiko Peredaran Zat Berbahaya

BNN Dorong Larangan Total untuk Rokok Elektrik, Soroti Risiko Peredaran Zat Berbahaya

BNN mengusulkan larangan total rokok elektrik melalui Perpres setelah menyoroti temuan narkotika dan zat berbahaya. Kebijakan masih dibahas lintas kementerian dan lembaga.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral