GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Modus Penipuan Ganjal Mesin ATM di Kudus, Tersangka Sukses Tarik Saldo hampir Rp1 Miliar

Kronologi modus penipuan seorang nasabah Bank BRI di mesin ATM Rendeng Kudus pada 2 Maret 2024. Berawal dari kartu ATM tidak keluar dan pelaku tawarkan bantuan.
Rabu, 17 April 2024 - 14:49 WIB
Ilustrasi modus penipuan penarikan saldo Rp993 juta dari kartu ATM di mesin ATM Rendeng Kudus
Sumber :
  • Antara

Kudus, tvOnenews.com - Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, mengungkapkan kronologi kejadian yang dilakukan pelaku modus penipuan dengan cara mengganjal kartu mesin ATM.

Pelaku yang sudah ditetapkan menjadi tersangka melakukan modus penipuan dengan mengganjal mesin ATM guna mencuri kode keamanan (Pin) kartu ATM dari korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tersangka yang menjadi incaran Polres Kudus sebanyak empat orang dari peristiwa modus penipuan di mesin ATM yang terjadi pada 2 Maret 2024 lalu.

Diketahui, jumlah uang di rekening bank nasabah yang terkuras oleh pelaku sebanyak Rp993 juta. Tentunya dengan total angka tersebut sudah terbilang sangat besar dari aksi modus penipuan tersebut.

Dari kejadian tersebut, Waka Polres Kudus Kompol Satya Adi Nugraha yang ditemani Kasat Reskrim AKP danang Sri Wiratno dan Kasi Humas AKP Antonius Purdiyanto mengingatkan ke seluruh nasabah bank jika kartu ATM yang dimilikinya tertelan di mesin ATM langsung melaporkan ke perbankan yang digunakannya.


Polres Kudus saat berhasil ringkus pelaku modus penipuan saldo rekening bank di mesin ATM di Kudus. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

"Jika menghadapi permasalahan kartu ATM tertelan atau tidak bisa keluar dari mesin ATM, sebaiknya langsung lapor ke lembaga perbankan terkait," ujar Kompol Satya Adi saat menggelar konferensi pers di Lobi Mapolres Kudus, Selasa (16/4/2024).

Apabila ada yang menawarkan bantuan di tempat lokasi mesin ATM saat melakukan penarikan atau transfer uang, sebaiknya mengutamakan dalam melapor ke bank, jangan langsung menerima tawarannya.

"Kalaupun ada yang menawarkan bantuan, lebih baik lapor ke bank saja," katanya.

Kronologi Modus Penipuan Ganjal Kartu Mesin ATM di Kudus

Berawal dari cerita kronologi kasus yang dialami nasabah Bank BRI saat saldo uangnya terkuras di rekening bank miliknya dikuras habis oleh para tersangka.

Terdapat komplotan penjahat yang berusaha menawarkan bantuan dari orang tidak dikenal (OTK) saat di lokasi kejadian.

Lokasi kejadian modus penipuan berada di mesin ATM Rendeng Kudus yang terjadi pada 2 Maret 2024.

Ketika itu korban berinisial DB sedang mencoba untuk melakukan transfer uang di salah satu tempat mesin ATM Bank BRI.

Setelah melakukan transfer uang, seperti biasanya kartu ATM akan keluar dengan sendirinya apabila pemilik kartu menyudahi kegiatannya.

Tiba-tiba kartu yang dimiliki DB di mesin ATM tersebut tidak keluar yang membuat korban panik.

Seketika langsung ada orang yang mencoba menawarkan bantuan hingga memberikan saran kepada DB agar kartu ATM ia keluar dari mesin tersebut.

Saran dari pelaku langsung diterima DB dengan cara menarik sejumlah uang dari saldo kartu ATM miliknya untuk langkah awal modus penipuan ini.

Setelah melakukan sejumlah penarikan uang, DB disarankan untuk melapor ke Bank BRI sebagai jenis kartu yang digunakan korban.

Padahal saat penarikan uang terjadi, OTK tersebut bermaksud untuk mengetahui rahasia pin ATM DB guna melancarkan aksi modus penipuannya.

Bujukan dari OTK yang berada di lokasi kejadian berhasil sebagai alibi yang dilakukan komplotan para tersangka dengan cara mengganjal mesin ATM agar kartu hingga uang yang ditarik tidak keluar.

Sontak saja DB yang merupakan korban penipuan tersebut baru sadar bahwa dirinya sudah tertipu.

Sehingga korban melaporkan ke Bank BRI pada 4 Maret 2024 terhitung dua hari setelah melakukan transfer uang agar dilakukan dengan cara pengecekan uang.

Saat dilakukan pengecekan, ternyata saldo sebanyak Rp993 juta yang hampir mendekati Rp1 Miliar ludes karena terkuras saat kejadian berlangsung.

Sontak, korban langsung melaporkan kasus modus penipuan tersebut ke Polres Kudus untuk ditindaklanjuti yang mendatangi lokasi kejadian di salah satu mesin ATM milik Bank BRI.

Sayangnya mesin ATM saat melakukan pengambilan saat saldonya dikuras sudah rusak. Lebih parahnya lagi rekening koran milik DB terkuras habis oleh para pelaku.

Melalui agen Brilink menjadi salah satu rencana menguras saldo kartu ATM korban. Dijumpai dalam perjalanan yang berasal dari Kudus sampai ke Bogor.

Maksimal sebanyak Rp200 juta untuk melakukan penarikan sesuai dengan ketersediaan saldo dari agen Brilink.

Dari empat orang pelaku yang berhasil menjadi diringkus Polres Kudus dan sudah tersangka berinisial SE saat di rumahnya berada di Tiga Dihaji, Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel).

Penangkapan SE terjadi setelah dua pekan menerima laporan dari korban. Adapun tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan dari SE salah satu pelaku yang menjadi tersangka, dirinya melakukan modus penipuan dengan mengganjal mesin ATM menggunakan potongan botol kemasan air mineral yang dilem sesuai dengan modifikasi ukuran di mesin ATM tersebut.

SE menjelaskan, hasil dari modus penipuan tersebut yang berhasil menggasak Rp993 juta dari kartu ATM milik DB dibagi menjadi empat sesuai dengan jumlah para pelaku. (ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menteri PPPA Tegaskan UU SPPA Ditegakkan Dalam Kasus Kekerasan Anak di Singkawang

Menteri PPPA Tegaskan UU SPPA Ditegakkan Dalam Kasus Kekerasan Anak di Singkawang

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memberikan atensi serius terhadap kasus kekerasan berencana yang melibatkan anak di bawah umur di Singkawang, Kalimantan Barat. 
Iran Tegaskan Uranium yang Diperkaya Bukan Bagian dari Negosiasi dengan AS

Iran Tegaskan Uranium yang Diperkaya Bukan Bagian dari Negosiasi dengan AS

Bantahan terkait materi kesepakatan damai disuarakan Iran. Iran menegaskan bahwa uranium yang diperkaya bukan bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konfliknya dengan AS
Paku Keluar dari Lidah, Motor Melayang: Modus Licik Dukun Gadungan di Duren Sawit Jaktim

Paku Keluar dari Lidah, Motor Melayang: Modus Licik Dukun Gadungan di Duren Sawit Jaktim

Dua pria berinisial RAT dan AJ kini harus mendekam di balik jeruji besi setelah aksi penipuan bermodus praktik supranatural atau dukun gadungan mereka terbongkar oleh jajaran Polda Metro Jaya. 
Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Daftar kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati pada Mei 2026, mulai dari Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati dan KH Abdul Khalim Fadlun, pengasuh Ponpes di Pekalongan.
Tim SAR Evakuasi Jasad Tanpa Identitas dari Sungai Enim Sumsel, Jenis Kelamin Belum Diketahui

Tim SAR Evakuasi Jasad Tanpa Identitas dari Sungai Enim Sumsel, Jenis Kelamin Belum Diketahui

Warga di sekitar Sungai Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas pada Rabu (27/5) sore. 
Gubernur Sherly Tjoanda Ungkap Jasa Besar Irjen Waris Agono yang Ubah Wajah Ekonomi Sofifi

Gubernur Sherly Tjoanda Ungkap Jasa Besar Irjen Waris Agono yang Ubah Wajah Ekonomi Sofifi

Estafet kepemimpinan di tubuh Polda Maluku Utara resmi berganti. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyambut kedatangan Brigjen Arif Budiman sekaligus melepas Irjen Waris Agono.

Trending

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
Libur Lebaran Idul Adha 1447 H, Ancol Diserbu Lebih dari 32 Ribu Wisatawan

Libur Lebaran Idul Adha 1447 H, Ancol Diserbu Lebih dari 32 Ribu Wisatawan

Kawasan wisata terpadu pesisir Jakarta, Ancol, dipadati puluhan ribu pengunjung pada hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). 
Lebaran Idul Adha 2026: Arus Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol Layang MBZ Melonjak hingga 125 Persen

Lebaran Idul Adha 2026: Arus Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol Layang MBZ Melonjak hingga 125 Persen

Lonjakan drastis volume kendaraan terjadi di Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 
Bosan dengan Sate Bakar? Coba Resep Sate Goreng Simpel yang Empuk Tanpa Ditusuk untuk Mengolah Daging Kurban

Bosan dengan Sate Bakar? Coba Resep Sate Goreng Simpel yang Empuk Tanpa Ditusuk untuk Mengolah Daging Kurban

Bosan dengan olahan daging kurban saat Hari Raya Idul Adha yang itu-itu saja? Jangan biarkan stok daging hanya dibuat menu yang monoton. Coba resep sate goreng
Usai Shalat Idul Adha Dedi Mulyadi Sedekah ke Ki Marjuk, Aksinya Langsung Diikuti yang Lain

Usai Shalat Idul Adha Dedi Mulyadi Sedekah ke Ki Marjuk, Aksinya Langsung Diikuti yang Lain

Setelah menjalankan shalat Idul Adha di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Dedi Mulyadi sedekah ke salah satu warga, aksinya diikuti yang lain.
Dilarang Puasa di Hari Tasyrik, Ini Amalan yang Dianjurkan pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah

Dilarang Puasa di Hari Tasyrik, Ini Amalan yang Dianjurkan pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah

Berikut amalan-amalan yang dianjurkan pada hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, hari di mana umat Islam dilarang berpuasa.
Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Pekalongan, 6 Korban Melapor dan Puluhan Lainnya Masih Bungkam

Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Pekalongan, 6 Korban Melapor dan Puluhan Lainnya Masih Bungkam

Kasus dugaan tindak asusila kembali mencoreng dunia pendidikan keagamaan. Polresta Pekalongan mengamankan KH. Abdul Khalim Fadlun, pengasuh Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati Buaran, atas dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwatinya.
Selengkapnya

Viral