News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mahfud MD Beberkan Alasan Hindari Kampus-Kampus Selama Kampanye Pilpres

Mahfud MD mengaku menghindari kampus-kampus selama kampanye Pilpres 2024. Sebab, ia menuturkan jika Mahfud mendatangi kampus-kampus tempatnya mengajar tentu akan ada gosip-gosip.
Minggu, 5 Mei 2024 - 11:12 WIB
Mahfud MD
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Mahfud MD mengaku menghindari kampus-kampus selama kampanye Pilpres 2024. 

Hal itu disampaikan dalam Halal Bihalal Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) di Auditorium Kementerian PUPR, Sabtu (4/5/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya sejak 2022, saya rajin datang ke UB, tapi selama musim kontestasi pilpres saya tidak datang. Saya menjaga diri agar tidak menimbulkan fitnah bagi rektor," kata Mahfud.

Sebab, ia menuturkan jika Mahfud mendatangi kampus-kampus tempatnya mengajar tentu akan ada gosip-gosip yang menyerang UB.

"Misalnya, rektor UB akan dibilang mendukung Mahfud dan itu merupakan kondisi yang tidak baik bagi UB sendiri," tuturnya.

Maka itu, ia menekankan selama musim kampanye sengaja tidak pernah mendatangi kampus-kampus termasuk UB.

Mahfud hanya mengecualikan kampus-kampus yang memang menggelar kampanye terbuka dan mengundang semua kontestan pilpres.

tvonenews

"Saya sengaja ke berbagai kampus tidak datang kecuali dalam kampanye terbuka yang sengaja diselenggarakan kampus seperti Unair, kampanye terbuka, semua kontestan diundang. Tapi kalau kuliah saya tidak. Berhenti selama musim kampanye," ujar Mahfud.

Selain itu, ia menyampaikan banyak pejabat yang dulu diangkat atas rekomendasi dari Mahfud diberikan peringatan untuk menjauhinya. 

Terutama, lanjut Mahfud, ketika ada agenda-agenda kampanye ke daerah-daerah mereka.

Antara lain Gubernur Sumatera Utara yang dulu merupakan Staf Ahli atau Pangdam Sumut yang dulu Sespri di Kemenkopolhukam ketika Mahfud jadi Menkopolhukam.

Ketika ada agenda kampanye di Medan, Mahfud meminta mereka tidak mendekat.

"Ketika saya akan ke Medan saya bilang, ‘Tolong beritahu ke Gubernur dan Pangdam kalau saya ke Medan jangan dekat-dekat nanti tidak enak bagi Anda’," kata Mahfud.

Kini, ia menekankan Pilpres 2024 sudah selesai dan MK sudah memberi putusan. Karenanya, Mahfud mengaku sudah mulai melakukan normalisasi kehidupan dan salah satunya dilakukan dengan kembali lagi ke kampus-kampus untuk mengajar.

"Karena kontestasi sudah selesai, pilpres sudah selesai, saya melakukan normalisasi kehidupan karena sekarang sudah tidak ada lagi. Saya hadir lagi ke UB hari ini dan untuk seterusnya setiap diundang. Asal tidak berbenturan pasti datang pasti datang," ujar Mahfud. 

Bagi Mahfud, sekarang sudah tidak ada lagi ekor-ekor dari kontestasi tersebut karena pengadilan yang bernama MK sudah memutuskan selesai.

Ia menyampaikan siapa saja yang mengikuti kontestasi harus bisa menerima putusan pengadilan tersebut.

Sebab, ia menambahkan jika setiap kontestan yang kalah tidak mau menerima putusan pengadilan tidak akan berjalan negara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Mahfud turut mengajak masyarakat untuk move on dan kembali fokus membangun bangsa.

"Misalnya saya menang lalu yang satu menggugat sudah diputus masih menggugat lagi, diputus gugat lagi, negara ini tidak berjalan. Oleh sebab itu, keadaban kita dalam hukum itu harus benar. Benar dalam membuat aturan hukum, benar dalam menegakkan aturan hukum," kata Mahfud. (rpi/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Minta Rektor-Rektor Berkumpul dan Berdiskusi, Bahas Isu Penting Ini

Dedi Mulyadi Minta Rektor-Rektor Berkumpul dan Berdiskusi, Bahas Isu Penting Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta para rektor untuk berkumpul dan berdiskusi merumuskan hal penting ini, bahas apa?
Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Alasan John Herdman panggil striker Persija Jakarta Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 dibongkar oleh pengamat senior Bung Ropan.
Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Perjalanan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda "Nyuhun Buhun, Nata Nagara" tidak sekadar menjadi ajang seremonial bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Keluarga korban bersaksi di depan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Pihaknya yakin 2 terdakwa jadi pelaku pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Viral, Pemotor di Jakbar Jadi Korban Begal Sadis, Polisi Turun Tangan

Viral, Pemotor di Jakbar Jadi Korban Begal Sadis, Polisi Turun Tangan

Sebuah aksi begal sadis yang terekam kamera dan viral di media sosial menimpa seorang pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat. 

Trending

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Keluarga korban bersaksi di depan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Pihaknya yakin 2 terdakwa jadi pelaku pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Alasan John Herdman panggil striker Persija Jakarta Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 dibongkar oleh pengamat senior Bung Ropan.
Dedi Mulyadi Minta Rektor-Rektor Berkumpul dan Berdiskusi, Bahas Isu Penting Ini

Dedi Mulyadi Minta Rektor-Rektor Berkumpul dan Berdiskusi, Bahas Isu Penting Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta para rektor untuk berkumpul dan berdiskusi merumuskan hal penting ini, bahas apa?
Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Perjalanan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda "Nyuhun Buhun, Nata Nagara" tidak sekadar menjadi ajang seremonial bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Tengah ramai isu sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut Koh Hanny Kristianto menjadi perhatian publik. Juga direspons oleh Pendakwah Koh Dondy Tan
Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap kata saat hendak melepas jemaah calon haji Maluku Utara dari embarkasi 13 Makassar yang hendak bertolak ke tanah suci.
Selengkapnya

Viral