News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beda Kesaksian Ayah Eky Pacar Vina dan Pengacara Terpidana Pembunuhan, Pelaku Klaim Dipukuli dan Disetrum Polisi, Padahal..

Terungkap beberapa perbedaan kesaksian antara ayah Eky, Iptu Rudiana dan pengacara para terpidana pembunuhan Vina di Cirebon tahun 2016 lalu. Begini isinya.
Senin, 20 Mei 2024 - 16:43 WIB
Beda Kesaksian Ayah Eky Pacar Vina dan Pengacara Terpidana Pembunuhan, Pelaku Klaim Dipukuli dan Disetrum Polisi, Padahal..
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Terdapat perbedaan dalam kesaksian ayah Eky alias Muhammad Rizky Rudiana dengan pengacara terpidana pembunuhan Vina, padahal para pelaku klaim sempat dipukuli dan disetrum polisi.

Pengacara terpidana pembunuhan Vina dan kekasihnya Eky, Jogi Nainggolan mengungkapkan pihaknya punya bukti bahwa yang terjadi pada dua remaja asal Cirebon itu kecelakaan tunggal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Jogi, polisi telah melakukan kesalahan dalam menangkap pelaku pembunuhan Vina dan Eky karena yang terjadi sebenarnya adalah kecelakaan.

"Sebenarnya kasus ini bukan pembunuhan, tapi murni kecelakaan tunggal," kata Jogi, diwawancarai tvOne beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ia mendapatkan informasi kecelakaan itu setelah menerima laporan dari olah TKP oleh polisi lalu lintas.

Di TKP, terlihat jalan yang menurun memungkinkan terjadinya percepatan kendaraan. 

Selain itu, ia juga menyebut terdapat darah serta daging di sebuah tiang listrik sekitar TKP yang membuktikan adanya kecelakaan, bukan penganiayaan.

Tak hanya itu, Jogi juga menyebut para terpidana pembunuhan Vina dan Eky sempat dipukuli dan disetrum polisi di Polresta Cirebon, dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya.

"Karena mereka tidak tahan siksaan yang dilakukan oleh kepolisian resort Cirebon, akhirnya mereka pasrah dengan kondisi apapun asalkan mereka tidak disiksa lagi," ujar Jogi menambahkan.

Beda Kesaksian Ayah Eky

Di dalam Putusan Pengadilan Negeri Cirebon mengenai kasus pembunuhan Vina dan Eky, ayah Eky Iptu Rudiana memberikan kesaksiannya.

Iptu Rudiana saat itu menjabat sebagai Kanit Narkoba Polresta Cirebon di tahun 2016.

Pada 27 Agustus 2016, pertama kali ia menerima kabar sang anak meninggal karena kecelakaan.

Rudiana pun langsung tiba di RSUD Gunung Jati, tempat jenazah Eky berada setelah disebut terjadi kecelakaan.

"Bahwa saksi melihat kondisi jenazah anak saksi hanya memakai celana panjang jeans warna biru tidak memakai baju dalam kondisi fisik kepala (dahi) lunak, tangan sebelah kanan patah (bagian bahu), dadanya membiru, rahang mulut patah, gigi depannya habis," tulis isi putusan PN Cirebon.

Melihat kondisi anaknya yang sangat parah, Rudiana pun merasa curiga. Ia kemudian memeriksa motor yang dikendarai anaknya.

Ternyata, saat diperiksa kondisi motor tidak terlalu parah, berbeda dengan kondisi anaknya yang babak belur.

Setelah itu, berdasarkan keterangan dalam putusan, Rudiana berusaha mencari informasi mengenai peristiwa yang terjadi di malam kecelakaan tanggal 27 Agustus 2016.

Ia pun mendapatkan informasi bahwa terjadi keributan dan aksi pelemparan batu berujung kejar-kejaran antara sekelompok anak muda, salah satunya adalah Eky.

Bersama rekan-rekan polisi, Rudiana pun mencari sekelompok anak muda yang diduga terlibat atas kematian anaknya.

Setelah itu, Rudiana langsung membawa para terdakwa ke Polres Kota Cirebon untuk dilakukan interogasi.

Sebelumnya, Jogi mengklaim selama interogasi dilakukan ayah Eky dan rekannya terjadi kekerasan kepada para terpidana.

Namun, hal ini dibantah oleh Rudiana dan juga seorang saksi lainnya bernama Dodi Irwanto.

"Bahwa saat dilaukan interogasi terhadap para terdakwa tidak ada tindakan kekerasan," demikian pernyataan dalam putusan tersebut.

"Bahwa saat melakukan pengamanan terhadap para terdakwa tidak ada tindakan kekerasan atau penganiayaan," tulis pernyataan dari Dodi Irwanto dalam putusan. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral