News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Sebut Kapolri Harus Turun Tangan Bereskan Kasus Vina yang Penuh Kejanggalan, Demi Nama Baik Polri Katanya...

Kapolri Jendral Pol Sigit Listyo Prabowo diminta untuk turun tangan langsung mengungkap kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina Eki di Cirebon pada tahun 2016. 
Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:30 WIB
Kesaksian Mengejutkan Ketua RT Pegi Perong Tersangka Pembunuhan Vina, Ternyata Sempat Lakukan Gelagat Aneh
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, tvOnenews.com - Kapolri Jendral Pol Sigit Listyo Prabowo diminta untuk turun tangan langsung mengungkap kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina Dewi Arsita (16) dan Muhammad Rizky atau Eki (16) di Cirebon pada tahun 2016 lalu. 

Hal ini karena kasus Vina Cirebon tidak jauh beda dengan kasus Sambo, yang penuh kejanggalan dan rekayasa yang dilakukan penyidik, karena salah satu pelaku adalah anak dari anggota Polri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan itu diungkap langsung oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Soenarno Edy Wibowo di kantor Jalan Rungkut Barata, Surabaya.

Menurut Soenarno kasus pembunuhan dan perkosaan Vina tersebut cukup keji dan biadab. 

Pakar Hukum Pidana Soenarno Edy Wibowo. (Sandi/tvOne)

Hal ini karena korban dianiaya dan diperkosa oleh sejumlah pemuda, hingga kemudian gadis malang tersebut tewas mengenaskan. 

Tragisnya lagi, kematian Vina direkayasa seolah-olah dia menjadi korban kecelakaan bersama sang kekasih, Eki.

Menyoroti kasus tersebut, yang akrab disaba Prof Bowo ini, menilai banyak kejanggalan dalam kasus pembunuhan Vina.

Bahkan, Bowo menilai kasus Vina ini tak jauh berbeda dengan kasus Sambo, yang terdapat banyak kejanggadan dan rekayasa, yang diduga melibatkan oknum penyidik polri.

“Kalau melihat kronologisnya dan fakta-fakta yang ada, jelas bahwa Vina dan Eki ini menjadi korban pembunuhan oleh sekelompok pemuda. Lalu untuk menutup-nutupi kasus tersebut sejumlah pihak melakukan rekayasa,” ungkap Bowo.

“Kasus ini sangat tragis dan butuh perhatian serius  semua pihak ,tak terkecuali Kapolri untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan memeriksa oknum-oknim polisi yang mencoba menutupi dan merekayasa kasus ini. Saya melihat kasus ini tidak jauh beda dengan kasus Sambo. Banyak kejannggalan yang dilakukan oknum untuk menutupi kasus sebenarnya,” paparnya.

Bowo menambahakan, jika kasus Sambo yang merupakan Jenderal Polisi Bintang Dua ini bisa dibongkar, mestinya kasus pembunuhan Vina dan Eki ini juga bisa dibongkar, dengan memeriksa semua pihak untuk mengusut tuntas agar kasus ini terang benderang.

Kapolri Jendral (Pol) Sigit Listyo Prabowo. (IST)

“Hal ini juga merupakan tantangan Polri untuk menunjukkan profesionalitasnya dalam menangani kasus hukum pidana. Jangan sampai masyarakat dibuat tidak percaya dengan kinerja polisi sehingga membuat mereka skeptis terhadap apa yang dilakukan polisi dalam menangani kasus,” tutur Bowo.

Karena itu, lanjut Bowo Propam Polri harus turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi pada proses penyelidikan yang terkesan lamban dan tak profesional dalam menangani kasus Vina ini. 

“Masyarakat kita itu sudah pintar, jika suatu kasus itu tidak sesuai dengan fakta dan penuh kejanggalan maka mereka akan berteriak di medsos. Ini bisa berbahaya bagi masa depan polisi jika sudah tidak dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus Vina dan Eki belum lama  ini kembali mencuat setelah kisahnya diangkat ke layar lebar berjudul Vina: Sebelum 7 Hari. 

Kejadian pembunuhan dan pemerkosaan Vina tersebut terjadi pada 27 Agustus 2016 di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Gadis berusia 16 tahun dan kekasihnya dibunuh secara keji oleh sekelompok geng motor. Saat itu, delapan orang pelaku pun ditangkap dan telah divonis bersalah. 

Sedangkan ada tiga orang pelaku yang menjadi buron dan salah satunya baru berhasil ditangkap pada Selasa (21/5/2024) lalu. (msi/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Selengkapnya

Viral