News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah Kesurupan Arwah Vina, Linda Justru Mengaku Tak Dekat dengan Vina: Tidak Seperti di Film

Setelah lama hilang dan dicari-cari, sosok Linda teman Vina akhirnya muncul ke permukaan dan melakukan pemeriksaan ke polisi atas kasus pembunuhan Vina dan Eky
Selasa, 28 Mei 2024 - 12:46 WIB
Film Vina: Sebelum 7 Hari
Sumber :
  • Instagram @vinasebelum7hari.movie

Jakarta, tvOnenews.com - Setelah lama menghilang dan dicari-cari, sosok Linda teman Vina akhirnya muncul ke permukaan dan melakukan pemeriksaan ke polisi atas kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Nama Linda memang menjadi perbincangan hangat setelah Film Vina: Sebelum 7 Hari tayang di bioskop. Hal tersebut lantaran Linda menjadi sosok yang membongkar peristiwa pembunuhan Vina dan Eky.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 Saat kesurupan, Linda mengungkapkan pelaku yang telah melakukan pembunuhan Vina termasuk dugaan nama dan tindakan mengerikan yang dilakukan.

Pada tahun 2016, yakni beberapa pekan setelah kejadian Linda sempat mengaku kesurupan arwah Vina sebanyak dua kali.

Baru-baru ini, melalui kuasa hukum keluarga Vina, Linda terlihat sedang kesurupan kembali menjelaskan apa yang ia ketahui soal penyelidikan yang berjalan. 

Pada Senin (27/5/2024) akhirnya perempuan tersebut diperiksa Polresta Cirebon sebagai saksi. Ia diperiksa selama kurang lebih lima jam dan diberi 30 pertanyaan oleh polisi.

Setelah selesai diperiksa, Linda pun mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengenal 8 terpidana dan 1 tersangka yang saat ini ditahan. 

"Nggak kenal, nggak kenal sama sekali (dengan para terpidana termasuk Pegi)," kata Linda, ditemui usai diperiksa di Polresta Cirebon, Senin malam. 

Ia pun mengaku saat kejadian sedang berada di rumah dan tidak mengetahui ada kejadian pembunuhan Vina dan Eky. Selain itu, Linda membantah bahwa dirinya adalah teman dekat Vina. 

Bahkan, ia dan korban pembunuhan itu sudah lama tidak saling berhubungan. 

"Sudah lama (terakhir kontak), sudah lama banget, lebih dari enam bulan mungkin," kata Linda. 

"Kita tuh hubungannya tidak sedekat yang difilmkan lho, cuma teman biasa," kata dia menambahkan.

Pengakuan Pemilik Kontrakan

Pria bernama Pegi Setiawan alias Perong, pelaku kasus pembunuhan terhadap Vina dan Eky ditangkap polisi di wilayah Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/5). 

Polisi mengungkap bahwa Pegi selama ini kerap bekerja di Bandung sebagai buruh bangunan.  

Selama bekerja di Bandung, terungkap bahwa Pegi tinggal di sebuah kontrakan bersama ayahnya. Adapun ayah Pegi juga bekerja sebagai buruh bangunan.

Pemilik kontrakan Pegi, Dudi Suhendar mengungkap keseharian Pegi selama tinggal di Bandung.

Dudi menjelaskan bahwa awalnya ayah Pegi mengontrak di kontrakan miliknya sejak 2012.  Pegi, kata Dudi, beberapa kali kerap datang ke Bandung dari Cirebon untuk menengok ayahnya.

Pada akhir 2016, lanjut Dudi, Pegi lalu ikut mengontrak di kontrakannya, tetapi berbeda kamar dengan ayahnya. 

Saat itu, Pegi ikut ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan. Dudi pun mengungkap dirinya mengenal Pegi dengan nama Robi bukan Pegi. 

Ayah Pegi juga mengenalkan Pegi kepada Dudi sebagai keponakannya, bukan anaknya. 

"(Ayah Pegi) perkenalkannya nama Robi, kalau dulu memperkenalkannya sebagai keponakannya," kata Dudi saat diwawancarai tvOne dalam program Kabar Utama, Senin (27/5).

Dudi menambahkan, Pegi mengontrak di kontrakannya selama lima tahun atau hingga 2021. 

"Ya dia pulang alasannya saudaranya hajatan, ada hajatan saudaranya," ujar Dudi.

Dudi mengaku bertemu kembali dengan Pegi pada 19 Mei 2024 lalu. Saat itu Pegi menengok ayahnya di kontrakan tersebut. 

Dudi pun kaget ketika mengetahui bahwa Pegi ditangkap polisi karena kasus pembunuhan terhadap Vina dan Eky di Cirebon. 

Dudi juga baru mengetahui hubungan bapak-anak Pegi dengan ayahnya setelah Pegi ditangkap polisi. 

Sebelumnya, polisi telah mengumumkan perkembangan kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon. 

Kini satu orang dari Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, yaitu Pegi Setiawan alias Perong telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Pada Minggu (26/5) Polda Jabar mengadakan konferensi pers yang menunjukkan sosok Pegi Setiawan alias Perong, salah satu tersangka DPO kasus pembunuhan Vina.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak Polda Jabar meralat DPO yang selama ini terdapat tiga orang, kini hanya ada satu orang yaitu Pegi Setiawan (PS) alias

"DPO satu, bukan dua. Ternyata yang namanya Dani dan Andi itu tidak ada. Jadi yang benar DPO satu, atas nama PS (Pegi Setiawan)," kata Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, Minggu (26/5).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya peran Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) sebagai pilar moral dalam sistem birokrasi Indonesia. 
Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga sistem keamanan berbasis masyarakat dapat berjalan optimal dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Sulawesi Selatan
Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Kabar gembira untuk warga Bekasi nih, karena tidak lama lagi bisa punya listrik dari hasil olahan sampah. Berikut penjelasannya.
Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan dilakukannya peninjauan ulang secara menyeluruh terhadap program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Merah Putih. 
Persib Bandung Pinjamkan Wonderkid Zulkifli Lukmansyah Untuk Dapatkan Menit Bermain

Persib Bandung Pinjamkan Wonderkid Zulkifli Lukmansyah Untuk Dapatkan Menit Bermain

Persib sepakat untuk melepas Zulkifli Lukmansyah dengan status pinjaman di awal musim 2026/2027. ia diharapkan bisa menimba ilmu selama dipinjamkan ke klub lain
Pengurus DPW dan DPD PAN DKI Jakarta Dilantik, Eko Patrio Kepada Gubernur Pramono: Titip Anak-Anak Pak

Pengurus DPW dan DPD PAN DKI Jakarta Dilantik, Eko Patrio Kepada Gubernur Pramono: Titip Anak-Anak Pak

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta periode 2024-2029.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral