News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masya Allah Kakek Tuna Netra Asal Bali ini Naik Haji dari Hasil Memijat

Seorang jemaah haji tuna netra asal Tabanan Bali, yang bekerja sebagai tukang pijat, akhirnya bisa naik haji setelah menabung Rp25.000 setiap hari sejak 2013.
Kamis, 30 Mei 2024 - 18:39 WIB
Seorang jemaah haji tuna netra asal Tabanan Bali, yang bekerja sebagai tukang pijat, akhirnya bisa naik haji
Sumber :
  • Sandi Irwanto/tvOne

Surabaya, tvOnenews.com - Seorang jemaah haji tuna netra asal Tabanan Bali, yang bekerja sebagai tukang pijat, akhirnya bisa naik haji setelah menabung Rp25.000 setiap hari sejak tahun 2013 lalu. 

Dia menyisihkan uang dari hasil kerja memijat, yang digelutinya sejak remaja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pensiunan PNS Dinas Sosial Tabanan Bali ini berharap bisa menjadi haji yang mabrur.

Bersama 371 jemaah asal Bali tergabung dalam kloter 72, jemaah calon haji tuna netra bernama Kasiyo bin Joyo Winoto, akhirnya bisa berangkat naik haji tahun ini. 

Seorang jemaah haji tuna netra asal Tabanan Bali, yang bekerja sebagai tukang pijat, akhirnya bisa naik haji. (Sandi/tvOne)

Lelaki berusia 70 tahun asal Tabanan Bali tiba di embarkasi asrama haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/05/2024) siang.

Kakek 7 anak ini sangat bersyukur bisa naik haji, karena ibadah yang dimimpikan sejak lama akhirnya terkabul, sehingga bisa menjalankan ibadah haji di tanah suci, Mekkah. 

“Alhamdulillah, akhirnya mimpi saya terwujud bisa menunaikan rukun Islam ke lima, naik haji,” ungkap Kasiyo. 

Untuk bisa menunaikan ibadah haji, dirinya harus menabung dari penghasilannya memijat setiap hari.  

Kayiso menyisihkan uang Rp25.000 untuk ditabungkan di tabungan haji sejak tahun 2013 silam.

“Tiap kali memijat dalam satu hari ia bisa melayani 5 sampai 6 orang. Honor memijat pasien 1 sampai 4 digunakan untuk menghidupi ekonomi keluarga. Sedangkan honor pasien kelima dan keenam saya gunakan untuk menabung haji,” kisahnya.

Penghasilan Kasiyo sebagai tukang pijat tuna netra tidak menentu karena setiap hari tidak pasti melayani pasien yang banyak. 

Meski begitu dirinya tetap bersyukur, dan tidak mengeluh. 

“Jika mendapat 3 sampai 4 orang untuk dipijat,  uangnya digunakan untuk keluarga. Jika lebih dari 4 pasien, digunakan sisanya digunakan untuk menabung. Jka sehari tidak ada pasien maka saya tidak mendapat penghasilan apa-apa,” tuturnya.

Pensiunan pegawai negeri sipil di Dinas Sosial Tabanan Bali ini mengaku mengalami kebutaan sejak usia 2 tahun karena sakit panas. 

Kemudian setelah dewasa dirinya menjadi pemijat dan kini menjadi instruktur pemijat bagi penderita tuna netra lainnya.

“Saya berharap di tanah suci bisa menunaikan ibadah dengan baik dan benar serta dimudahkan dan lancar. Saya berdoa selalu diberi kesehatan dan keselamatan, dan bisa pulang ke Bali dengan menjadi haji yang mabrur,” tandasnya. (msi/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Pelatih Iran, Vahid Shamsaee, menegaskan timnya datang dengan status juara bertahan sekaligus pemilik rekor mentereng di ajang Piala Asia Futsal.
Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Umuh Muchtar sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) buka suara membeberkan identitas pemain baru Persib, Sergio Castel.
Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pulang Kampung ke Portugal

Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pulang Kampung ke Portugal

Cristiano Ronaldo pulang kampung ke negaranya, Portugal. Namun kepulangan megabintang berjuluk CR7 itu bukan sekadar agenda pribadi, melainkan diduga kuat ber-
Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Fenomena longsoran tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dinilai memerlukan penanganan segera. Ahli Geologi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Bambang Setiawan, menyarankan pengalihan aliran air permukaan sebagai langkah jangka pendek untuk memperlambat pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Kalimat “Fulham adalah ujian sesungguhnya bagi Michael Carrick” pun menggema di hari-hari awal masa tugasnya. Pertanyaannya bagaimana Setan Merah membongkar pertahanan
Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Seorang suami berinisial MA (29) tahun warga Asahan, Sumatera Utara, tega menganiaya istrinya berinisial AIP (20) hingga tewas. Ironisnya, pelaku berdalih kalau

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT