GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Kisah Nimas Dikuntit Adi 'Aku Kasih Uang Lima Ribu, Kamu Kasih Aku Neraka 10 Tahun' Bakal Difilmkan

Kisah “Nimas Neraka 10 Tahun” yang diangkat dari kisah nyata seorang perempuan bernama Nimas dan dikuntit seorang laki-laki 10 tahun akan segera difilmkan.
Kamis, 30 Mei 2024 - 21:36 WIB
Nimas, perempuan yang kisahnya akan diangkat menjadi film Nimas Neraka 10 Tahun oleh rumah produksi Soraya Intercine Films.
Sumber :
  • ANTARA/HO-Soraya Intercine Films

Jakarta, tvOnenews.com - Kisah “Nimas Neraka 10 Tahun” yang diangkat dari kisah nyata seorang perempuan bernama Nimas dan dikuntit seorang laki-laki selama 10 tahun akan segera difilmkan oleh rumah produksi Soraya Intercine Films.

"Nggak pernah membayangkan sama sekali kalau kisahku akan difilmkan karena tujuan untuk memviralkan kemarin adalah untuk memberi sanksi sosial pada pelaku,” kata Nimas, perempuan yang kisahnya akan diangkat ke dalam film, dikutip dari keterangan persnya, Kamis (30/5/2024).

Dia mengaku kisahnya ini di luar ekspektasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang ada rezeki seperti ini ya aku alhamdulillah banget. Rezeki di luar ekspektasi," tegas dia. 

Diketahui, kisah tersebut bermula saat Nimas membagikan pengalaman tidak menyenangkannya itu di akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya.

tvonenews

Nimas bercerita ada seorang laki-laki yang menguntit dirinya selama 10 tahun hingga cerita tersebut sempat viral di dunia maya dan memantik rasa kesal warganet.

Melalui cerita yang dibagikannya, Nimas ingin agar pelaku mendapat sanksi sosial dan jera, sehingga tidak lagi menguntit dirinya.

Namun, dia tidak menyangka bahwa tulisannya langsung mendapat respons positif dari pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Kini, kisahnya siap diadaptasi ke dalam film oleh rumah produksi Soraya Intercine Films.

Dia sudah bertemu dengan Produser Sunil Soraya untuk menyetujui tawaran adaptasi kisah hidupnya.

Keyakinan tersebut juga didorong oleh keinginannya untuk mengajak korban lain seperti dirinya agar lebih berani bicara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Film ini dapat digunakan sebagai media agar tidak ada lagi korban, terutama perempuan yang diam jika mengalami pengalaman serupa.

"Aku butuh wadah, butuh ruang untuk speak up masalahku dan keserahanku. Ini menjadi ruang untuk perempuan lain yang merasakan hal sama,” kata Nimas.

Dia juga menambahkan benang merahnya adalah menjadi perempuan, sudah lemah tidak bisa berbuat apa-apa, lemah dan bingung selalu disepelekan jadi akhirnya berjuang sendiri. 

Jika film tersebut selesai diproduksi, Nimas berharap karya tersebut dapat menjadi bahan kajian di ranah akademik.

"Menjadi perempuan itu nggak mudah, (ada laki-laki) dibaikin jadi obsesi. Dijahatin salah juga. Jadi, posisi perempuan itu sangat rawan, ada ketidakadilan sosial. Semoga film dari kasusku ini membuat orang jadi lebih open minded,” tuturnya.(ant/lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Selengkapnya

Viral