News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saksi Liga Akbar Dipaksa Beri Keterangan Bohong Soal Kasus Vina dan Eky, Beberkan Kejadian Sebenarnya di Malam Pembunuhan

Saksi kunci kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 2016 lalu, Liga Akbar mengungkapkan fakta mengejutkan baru-baru ini.
Kamis, 6 Juni 2024 - 06:00 WIB
Saksi Kunci Pembunuhan Vina dan Eky, Liga Akbar
Sumber :
  • Tim tvOne/Ilham Ariyansyah

Jakarta, tvOnenews.com - Saksi kunci kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 2016 lalu, Liga Akbar mengungkapkan fakta mengejutkan baru-baru ini.

Ia mengaku dipaksa memberikan kesaksian bohong dalam kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Liga Akbar sebelumnya dipanggil oleh Polda Jabar untuk dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan Vina dan Eky. Diketahui, dalam pengakuannya ia mengenal Eky cukup dekat.

Pada tahun 2016, Liga Akbar juga sempat menjadi saksi kasus pembunuhan Vina dan Eky serta disebutkan bahwa dirinya berada di dekat TKP.

Namun, di pemeriksaan Selasa (5/6/2024) lalu, Liga Akbar mencabut beberapa keterangannya saat penyelidikan awal kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Ia akhirnya mencabut kesaksiannya, ternyata karena sempat mengalami paksaan di awal penyelidikan.

Kuasa hukum salah satu tersangka Pegi Setiawan, Yudia Alamsyah mengungkapkan dirinya sudah mendengar keterangan lengkap dari Liga Akbar. 

Kesaksian sebenarnya menurut Liga adalah tidak ada kejadian pelemparan batu oleh sekelompok motor. 

Pada sore sebelum terjadi pembunuhan, Liga memang sempat bertemu dengan Eky. 

Setelah maghrib, Eky kemudian berpamitan untuk mejemput Vina dengan maksud akan berkumpul dengan salah satu geng motor.

"Setelah menjemput Vina, Eky pun kembali lagi ke tempat tongkrongan yaitu di warung depan SMA 4 Cirebon. Setelah dari situ, putus, tidak ada rangkaian lagi," ujar Yudia, dikutip Kamis (6/6/2024).

Liga Akbar mengatakan dirinya berada di depan SMA 4 Cirebon hingga malam hari dan tidak melihat adanya tindakan mencurigakan.

Hal itulah yang ingin diperjelas oleh Liga, bahwa kejadian pelemparan batu yang disebutkan itu tidak ada.

Pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB, barulah ia mendengar kabar bahwa Eky meninggal. Setelah ditelusuri temannya itu berada di RS Gunung Jati. 

Kini Liga pun mengungkapkan bahwa kesaksian itu baru bisa dijelaskannya karena sebelumnya ia dipaksa untuk memberi kesaksian tidak sesuai dengan fakta.

Yudia mengungkap selama ini Liga Akbar memilih diam karena merasa ketakutan akan kasus yang sedang terjadi. 

"Ini yang jadi permasalahan, kami coba untuk mendampingi Liga karena yang bersangkutan ini merasa ketakutan selama ini karena keterangan di kepolisian tidak sesuai dengan keadaannya atau faktanya," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan selama diperiksa sebagai saksi tahun 2016, semua rangkaian kejadian sudah dikondisikan.

Bahkan, sebenarnya dirinya sudah menolak untuk menandatangani BAP namun selalu dipaksa untuk melakukannya.

"Pada awalnya Liga Akbar ini sudah menolak tidak mau menandatangani BAP tersebut, akan tetapi dia selalu diarahkan untuk menandatangani BAP itu," ujar pengacara Pegi.

Sebelumnya, setelah pemeriksaan terhadap kesaksian Liga Akbar di Polda Jabar, terungkap bahwa ia mengenal baik kedua korban. 

Pengacara Liga Akbar, Bana mengungkapkan kliennya itu bahkan pernah menginap di rumah Eky.

"Saling mengenal kurang lebih sekitar 4 atau 6 bulan dengan korban Eky dan Vina," ujar Bana.

Berdasarkan kesaksian saksi kunci tersebut, mereka bahkan sangat dekat dan sudah seperti saudara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah kayak saudara (dengan Eky). Orang tua korban juga sudah tahu saya. Pernah menginap di rumah Eky," kata Liga mengenang temannya itu. (iwh/ree)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan

Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan

Selebgram Lucinta Luna bicara nasib alat vital atau kelamin yang sudah diubah menjadi perempuan. Ia pasrah fisiknya tidak bisa kembali sebagai Muhammad Fatah.
Prabowo Ungkap Borok Praktik Korupsi di Dalam Birokrasi: Ada Pihak yang Bantu Curi Uang Negara

Prabowo Ungkap Borok Praktik Korupsi di Dalam Birokrasi: Ada Pihak yang Bantu Curi Uang Negara

Presiden RI, Prabowo Subianto secara terbuka mengakui masih adanya praktik pengkhianatan di dalam tubuh birokrasi pemerintah.
Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani soal pemerintahan Prabowo dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polemik ini memicu diskursus soal batas kebebasan berpendapat di ruang publik.
Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Presiden RI, Prabowo Subianto menyaksikan langsung momentum besar pengembalian aset negara dari praktik ilegal sektor sumber daya alam.
Kasus Korupsi Pasar Panorama, Mantan Anggota Dewan Dituntut 7,5 Tahun dan Mantan Kadis 5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Pasar Panorama, Mantan Anggota Dewan Dituntut 7,5 Tahun dan Mantan Kadis 5 Tahun Penjara

Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan Pasar Panorama Bengkulu kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Jumat Siang (10/4/ 2026). Agenda persidang
Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Raih Tiga poin Perdananya, Surabaya Samator Panaskan Persaingan ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Raih Tiga poin Perdananya, Surabaya Samator Panaskan Persaingan ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April, setelah pertandingan terakhir di sektor putra pada putaran pertama.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, bahwa hasil penyelidikan, tersangka sudah melakukan pengoplosan tabung gas sejak bulan Februari yang lalu.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, bertekad bawa sentuhan baru ke dalam tim yang ia tangani. Ia mengaku ingin terapkan pengalaman dan ilmu.
Selengkapnya

Viral