GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mencengangkan, Pegi Bocorkan Satu Nama, Polda Jabar Langsung Periksa Sosok Ini

Mencengangkan, baru-baru ini Pegi Setiawan alias Perong bocorkan satu nama. Sontak, hal itu membuat Polda Jabar langsung periksa sosok yang disebut Pegi.
Kamis, 6 Juni 2024 - 18:21 WIB
Mencengangkan, Pegi Bocorkan Satu Nama, Polda Jabar Langsung Periksa Sosok Ini
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Mencengangkan, baru-baru ini Pegi Setiawan alias Perong bocorkan satu nama. Sontak, hal itu membuat Polda Jabar langsung periksa sosok yang disebut Pegi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu nama yang disebut Pegi bernama Yadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Yadi ini mencuat karena Pegi buka suara soal sosok itu.

Di mana diketahui, Yadi merupakan saksi dan rekan sesama kuli bangunan saat Pegi bekerja di Bandung tahun 2016 silam.

Yadi diperiksa di Polda Jabar, Selasa (4/6/1024), ia berangkat bersama rombongan adik Pegi, Robi Setiawan dan kuasa hukumnya dari tempat tinggal Pegi di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Sebelum berangkat, Yadi memberikan keterangan yang dapat menjadi poin penting dalam memahami peristiwa yang terjadi pada tahun 2016.

Dalam wawancaranya, Yadi mengungkapkan, detail tentang pengalamannya saat bekerja bersama Pegi di Bandung pada tahun tersebut.

"Ya saya teman kerja Pegi Setiawan."

"Nah tapi waktu tahun 2016 saya lupa berangkat (ke Bandung) kapan," beber Yadi, Selasa (4/6/2024).

Menurutnya, saat itu dia ditawari pekerjaan oleh ayah Pegi, Rudi Iriawan.

"Lalu saya waktu itu berangkat sama Ibnu, seingat saya."

"Terus di Bandung saya ketemu sama Pegi," sambungnya menceritakan.

Tak hanya itu saja, Yadi juga bocorkan kegiatannya selama sekitar seminggu bekerja di Bandung bersama Pegi.

"Saya kerja kurang lebih satu mingguan, karena enggak betah."

"Di Bandung saya jadi tukang, bayarannya lupa enggak ingat," ungkap Yadi.

Yadi kembali menegaskan, bahwa keberadaan Pegi di Bandung pada waktu tersebut.

"Yang jelas, saya ingat betul Pegi ada Bandung," katanya.

Seperti diketahui, keterangan dari Yadi ini dapat menjadi bukti yang signifikan dalam kasus ini, karena memberikan konteks baru tentang kegiatan Pegi Setiawan pada periode yang relevan.

Hal ini mungkin dapat membantu pengembangan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus Vina Cirebon.

Sebelumnya, pengacara tersohor, Otto Hasibuan blak-blakan menyebutkan bahwa Pegi Setiawan alias Perong, yang diduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon, bisa bebas dari jeratan hukum. 

Hal itu Otto Hasibuan katakan, di kanal YouTube Intes Investigasi, pada Kamis 6 Juni 2024.

Bahkan, seperti yang dikutip tvOnenews dari kanal YouTube tersebut, Otto Hasibuan menyebutkan bila Pegi tidak bersalah dalam kasus Vina Cirebon, maka kasus ini harus diusut tuntas. 

Jangan sampai, sebut Otto, penetapan Pegi sebagai tersangka dalam kasus Vina Cirebon meruapakan kesalahan dari pihak kepolisian dan pengadilan.

"Katanya si Pegi Setiawan ini tidak ada di tempat (pembunuhan), tapi di tempat lain," ujar Otto seperti yang dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (6/6/2024).

Bahkan dia menilai, perlu ada beberapa hal yang perlu dibuktikan oleh Pegi Setiawan jika dirinya ingin bebas dari segala tuduhan dalam kasus Vina Cirebon.

"Kalau ada salah tangkap (Pegi Setiawan-red) ada mekanisme PK atau peninjauan kembali jadi selalu aturannya begitu," bebernya.

Maka dari itu, Otto Hasibuan pun mengaku siap membela Pegi Setiawan jika benar dirinya tidak bersalah dalam kasus Vina Cirebon. 

"Saya lihat Pegi tidak bersalah. Kalau tidak salah kita usut di mana tidak salahnya," ucapnya.

Di samping itu, Otto Hasibuan juga membandingkan kasus Vina ini dengan kasus Jessica Wongso. 

Menurutnya, kesamaan yang terjadi dari kasus Vina Cirebon dan Jesicca Wongso ini perlu jadi atensi seluruh pihak termasuk Kapolri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga jangan sampai kasus Vina Cirebon yang telah menetapkan Pegi Setiawan sebagai tersangka tidak berlarut-larut semakin rumit.

"Kalau dilaporkan selama ini benar ada kesalahan penanganan perkara tidak hanya kapolri tapi pengadilan juga tidak boleh salah," bebernya. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Santer Dikabarkan Tinggalkan Ducati pada MotoGP 2027, Francesco Bagnaia Akhirnya Buka Suara: Saya Sudah Memutuskan!

Santer Dikabarkan Tinggalkan Ducati pada MotoGP 2027, Francesco Bagnaia Akhirnya Buka Suara: Saya Sudah Memutuskan!

Spekulasi soal masa depan dari rider tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, untuk gelaran MotoGP 2027 kini semakin memanas.
Terbongkar dari Patroli Siber, Polres Kudus Sita 15,5 Kilogram Bahan Petasan dan Amankan 3 Pelaku

Terbongkar dari Patroli Siber, Polres Kudus Sita 15,5 Kilogram Bahan Petasan dan Amankan 3 Pelaku

Jajaran Satreskrim Polres Kudus berhasil mengungkap peredaran bahan baku petasan di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Hansi Flick Terapkan Denda Rp700 Juta di Barcelona, Pemain Telat 10 Menit Langsung Kena Sanksi Berat

Hansi Flick Terapkan Denda Rp700 Juta di Barcelona, Pemain Telat 10 Menit Langsung Kena Sanksi Berat

Hansi Flick bikin aturan super ketat di Barcelona. Pemain yang telat 10 menit saat hari pertandingan kini bisa didenda hingga Rp700 juta demi menjaga disiplin tim.
Kartel Narkotika Meksiko Tewas, Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Lockdown Usai Kerusuhan

Kartel Narkotika Meksiko Tewas, Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Lockdown Usai Kerusuhan

Guadalajara dilaporkan menaikkan status kota menjadi lockdown setelah berada dalam kondisi darurat menyusul operasi militer yang menewaskan pemimpin kartel besar negara tersebut.
Punya Pengalaman Main di Luar Negeri, Fahry Septian Bongkar Perbedaan Mental Suporter di Eropa dan Indonesia

Punya Pengalaman Main di Luar Negeri, Fahry Septian Bongkar Perbedaan Mental Suporter di Eropa dan Indonesia

Fahry Septian, membandingkan pengalaman bermain di Eropa dan Indonesia. Ia mengungkapkan bagaimana mental suporter di Bulgaria berbeda jauh, termasuk hujatan.
Polisi Ungkap Identitas Pria Aniaya Petugas SPBU di Cipinang, Pastikan Bukan Oknum Aparat Ternyata...

Polisi Ungkap Identitas Pria Aniaya Petugas SPBU di Cipinang, Pastikan Bukan Oknum Aparat Ternyata...

Polisi mengungkap identitas pria yang melakukan penganiayaan terhadap pegawai SPBU di wilayah Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (22/2/2026).

Trending

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Ceritakan Awal Mula Pihaknya "Terpancing" Kirim Surat ke UNICEF, Ternyata Bermula dari Bencana di Sumatera

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menceritakan awal mula pihaknya “terpancing” untuk mengirimkan surat ke UNICEF. 
Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler

Jadwal Proliga 2026 seri Sentul, yang akan diramaikan dengan penentuan nasib Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro dalam perebutan juara putaran kedua babak reguler.
BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN Patahkan Pernyataan Ketua BEM UGM Terkait Mitra MBG Untung Besar: Asumsi Fiktif!

BGN patahkan pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mengklaim mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar
Ketum FPTI Yenny Wahid Benarkan Kabar Penonaktifan Sementara Hendra Basir Sebagai Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ketum FPTI Yenny Wahid Benarkan Kabar Penonaktifan Sementara Hendra Basir Sebagai Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, membenarkan kabar terkait penonaktifan Hendra Basir sebagai kepala pelatih pelatnas panjat tebing.
Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Latar Belakang Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas, Lulusan Paket C Jadi Sorotan

Sosok Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan ramai setelah dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak Perlu Lagi Dinaturalisasi, Satu Pemain Timnas Indonesia di Belanda Siap Debut untuk John Herdman di FIFA Series 2026

Tak Perlu Lagi Dinaturalisasi, Satu Pemain Timnas Indonesia di Belanda Siap Debut untuk John Herdman di FIFA Series 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mendapatkan kabar baik dari Belanda pada Selasa (24/2/2026) dini hari tadi WIB. Satu pemain yang belum pernah dipanggil skuad Garuda kini berpeluang melakoni laga debutnya.
Dulu Sebut Prabowo Bodoh hingga Berani Tantang Debat, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kini Minta Maaf: kalau Presiden Mau Mendengar

Dulu Sebut Prabowo Bodoh hingga Berani Tantang Debat, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kini Minta Maaf: kalau Presiden Mau Mendengar

Tiyo Ardianto menyampaikan bahwa kritiknya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT