GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelaku dan Korban Mutilasi di Garut Ternyata ODGJ Jalanan yang Tak Tercatat Dinas Sosial, Tapi Pernah Dapat Pengobatan Agar Tidak Kambuh

Dinsos Kabupaten Garut memastikan pelaku dan korban mutilasi yang terjadi di Kecamatan Cibalong merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) jalanan yang tidak tercatat.
Rabu, 3 Juli 2024 - 09:00 WIB
Pelaku ODGJ mutilasi ODGJ di Garut saat dibawa ke rumah sakit jiwa
Sumber :
  • Taufiq Hidayah-tvOne

Garut, tvOnenews.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut memastikan pelaku dan korban mutilasi yang terjadi di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) jalanan yang tidak tercatat.

Hal itu diketahui karena keluarga pasien tak pernah membawa konseling sehingga data orang tersebut tidak tercatat di Dinas Sosial. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akan tetapi, sesuai deteksi Dinas Sosial, keluarga pelaku pernah membawa yang bersangkutan ke medis setempat untuk mendapat obat agar penyakitnya tak kambuh.

Kasus ODGJ mutilasi ODGJ yang terjadi di Kampung Bantar Linus, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat membuat warga sekitar kaget. 

ODGJ mutilasi ODGJ di Garut. Dok: Istimewa

Dinas Sosial Kabupaten Garut menyebut ada dua jenis ODGJ, yaitu ODGJ yang tercatat dan ODGJ yang tidak tercatat. 

Untuk ODGJ yang tidak tercatat ini biasanya keluarga tak pernah membawa yang bersangkutan untuk konseling. Sehingga, proses data ODGJ tidak pernah tercatat dan bisa disebut ODGJ jalanan.

"Informasi dari Keswan Kecamatan Cibalong bahwa pelaku ODGJ, korban juga ODGJ. Nah, masuknya ODGJ jalanan tidak terdeteksi dengan catatan. Tapi itu adalah ODGJ yang di jalan," kata Tim Respon Sosial Dinas Sosial Garut Neneng Rina, Rabu (3/7/2024).

“Yang satu orang Cisompet dan informasinya tidak mendapatkan obat. Berarti si pelaku sudah mengalami atau pernah mendapat perawatan dari medis," tambahnya.

ODGJ mutilasi ODGJ di Garut. Dok: Istimewa

Dia menyebut langkah yang harus dilakukan oleh pihak terkait adalah membawa yang bersangkutan ke tim ahli kejiwaan dimana di Garut layanan kejiwaan secara spesialis belum ada sehingga polisi harus membawanya ke Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemeriksaan kejiwaannya ke dokter jiwa. Harus melakukan pendekatan agar bisa terbuka kemauannya apa. Jangan lupa untuk jangan menggunakan cara kekerasan karena perilaku untuk mengurus orang tersebut dengan cara halus seperti memperlakukan anak kecil. Memang tidak bisa dilakukan di Garut. Biasanya di RS Jiwa Bandung atau di RS Polri Sartika Asih," terang dia. 

Polisi memang telah menetapkan E sebagai tersangka utama mutilasi korban tanpa identitas.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Emas Babak Belur Sepekan Terakhir: UBS Menguap Rp78.000 per Gram dalam Sehari

Harga Emas Babak Belur Sepekan Terakhir: UBS Menguap Rp78.000 per Gram dalam Sehari

Koreksi harga tersebut membuat pelaku pasar kembali mencermati pergerakan emas domestik di tengah dinamika harga emas global dan nilai tukar rupiah.
KDM Larang Keras Masyarakat Bawa Bayi ke Lokasi Kirab Budaya di Kota Bandung, Ini Alasannya

KDM Larang Keras Masyarakat Bawa Bayi ke Lokasi Kirab Budaya di Kota Bandung, Ini Alasannya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melarang masyarakat membawa bayi ke lokasi Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam.
Anak di Jabar Menangis Histeris Sebut Nama KDM, Tak Disangka Ini Respons Menohok Dedi Mulyadi: Bawa ke Barak Loh

Anak di Jabar Menangis Histeris Sebut Nama KDM, Tak Disangka Ini Respons Menohok Dedi Mulyadi: Bawa ke Barak Loh

Sebuah video diunggah oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi dalam akun instagramnya.
Lama-lama Netizen Mulai Merasa Muak saat Lihat Konten Dedi Mulyadi, Ingatkan Warga Jawa Barat soal Sikap ke KDM

Lama-lama Netizen Mulai Merasa Muak saat Lihat Konten Dedi Mulyadi, Ingatkan Warga Jawa Barat soal Sikap ke KDM

Netizen menyoroti sebuah kebiasaan buruk yang selalu muncul dalam konten Dedi Mulyadi. Netizen mengkritik sikap warga Jawa Barat setiap kali Dedi Mulyadi datang
Cara Licik Daycare Little Aresha Yogyakarta Yakinkan Orang Tua, Pakai Kamar Percontohan, Janjikan 1 Anak 1 Pengasuh

Cara Licik Daycare Little Aresha Yogyakarta Yakinkan Orang Tua, Pakai Kamar Percontohan, Janjikan 1 Anak 1 Pengasuh

Salah satu metode yang digunakan ialah menampilkan ruang contoh dengan fasilitas yang terlihat nyaman dan aman bagi anak-anak.
Polri bersama Petani Jagung Tuban Bersiap Sambut Kehadiran Presiden RI pada Panen Raya

Polri bersama Petani Jagung Tuban Bersiap Sambut Kehadiran Presiden RI pada Panen Raya

Polri bersama petani jagung dan Gapoktan di Kabupaten Tuban bersiap sambut rencana kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Dedi Mulyadi Penuhi Permintaan Bocah Tasikmalaya yang Rewel Sampai Guling-guling Demi Bisa Foto dengan KDM

Dedi Mulyadi Penuhi Permintaan Bocah Tasikmalaya yang Rewel Sampai Guling-guling Demi Bisa Foto dengan KDM

Momen unik saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui seorang anak laki-laki asal Tasikmalaya yang viral guling-guling di kamar gegara ingin foto dengan KDM.
Akun Medsos Diduga Milik Juri LCC Indri Wahyuni Minta Maaf Hanya Lewat Bio Instagram, Warganet Geram

Akun Medsos Diduga Milik Juri LCC Indri Wahyuni Minta Maaf Hanya Lewat Bio Instagram, Warganet Geram

Warganet naik darah ketika menemukan akun medsos diduga milik juri LCC MPR Indri Wahyuni yang minta maaf hanya melalui bio serta foto profil Instagram-nya.
Selengkapnya

Viral