GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terang-benderang Pegi Setiawan Bebas dari Kasus Vina Cirebon, Keterangan Aep Disebut Barang Paling Merusak Pengungkapan Fakta

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung mengabulkan gugatan Pegi Setiawan di sidang praperadilan penetapan tersangka Polda Jabar. Keterangan Aep disorot.
Senin, 8 Juli 2024 - 15:47 WIB
Terang-benderang Pegi Setiawan Bebas dari Kasus Vina Cirebon, Keterangan Aep Disebut Barang Paling Merusak Pengungkapan Fakta
Sumber :
  • Kolase tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung mengabulkan gugatan Pegi Setiawan di sidang praperadilan penetapan tersangka dari Polda Jabar.

Hakim tunggal Eman Sulaeman dalam dalil putusannya menyebutkan Pegi Setiawan bebas dari status tersangka pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 2016 silam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi itu pun kembali mendapat sorotan tajam dari Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel terkait putusan praperadilan tersebut.

Reza menyinggung keterangan Aep, yang selama ini disebut sebagai saksi kunci pembunuhan Vina Cirebon.

"Aep perlu diproses hukum. Keterangannya, adalah barang paling merusak pengungkapan fakta," kata Reza dalam keterangannya, Senin (8/7/2024).

Dia menuding Aep memberikan keterangan palsu saat mengaku melihat Pegi Setiawan turut membunuh Vina dan Eky.

Bahkan, jauh sebelumnya pada 2016, Aep juga mengutarakan bahwa para terpidana kasus Vina terlibat.

Menurut Reza, Aep mesti segera diperiksa soal keterangannya yang berani dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Pasalnya, Aep tidak pernah dihadirkan selama persidangan kasus Vina 2016 silam.

"Persoalannya, keterangan palsu (false confession) Aep itu datang dari mana? Dari dirinya sendiri ataukah dari pengaruh eksternal? Jika dari pihak eksternal, siapakah pihak itu?"tambahnya.

 

Selain itu, Reza turut menyoroti keterangan terpidana Sudirman, yang mana mengakui bahwa Pegi Setiawan turut terlibat dalam kasus tersebut.

 

Dia mengatakan Sudirman ialah sosok yang rapuh karena ingatannya manusia terbatas.

 

"Sudirman, yang terindikasi memiliki perbedaan dari sisi intelektualitas, boleh jadi tergolong sebagai individu dengan suggestibility tinggi. Dengan kondisi tersebut, Sudirman sesungguhnya sosok rapuh," jelasnya.

 

Seperti diketahui, Sudirman dikatakan kuasa hukumnya, Titin Suhartin memiliki keterbatasan mental.

 

Oleh karena itu, Reza meminta Sudirman mendapatkan pendampingan ekstra agar tidak disalahgunakan keterangannya.

 

"Ingatannya, perkataannya, cara berpikirnya bisa berdampak kontraproduktif bahkan destruktif bagi proses penegakan hukum. Perlu pendampingan yang bisa menetralisasi segala bentuk pengaruh eksternal yang dapat 'menyalahgunakan' saksi dengan keunikan seperti Sudirman," tuturnya.

 

Sementara itu, Reza menilai framing yang dilakukan Polda Jabar soal Pegi Setiawan sebagai otak pelaku pembunuhan Vina dan Eky terpatahkan.

 

Menurutnya, kondisi tersebut bakal memengaruhi proses hukum para terpidana yang masih menjalani hukuman sumur hidup.

 

"Patahnya narasi Polda Jabar bahwa Pegi adalah sosok yang mengotaki pembunuhan berencana, berimplikasi serius terhadap nasib kedelapan terpidana," kata dia.

 

Reza lantas menyinggung keabsahan penegakan hukum terhadap para terpidana lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Bagaimana otoritas penegakan hukum dapat mempertahankan tesis bahwa kedelapan terpidana itu adalah kaki tangan Pegi? Benarkah mereka pelaku pembunuhan berencana, ketika interaksi masing-masing terpidana (selaku eksekutor) dengan Pegi (selaku mastermind) ternyata tidak pernah ada?"imbuhnya.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eks Direktur Vale Ditunjuk Pimpin DSI, Rosan Siapkan ‘Tim Tempur’ Berantas Kebocoran Ekspor SDA

Eks Direktur Vale Ditunjuk Pimpin DSI, Rosan Siapkan ‘Tim Tempur’ Berantas Kebocoran Ekspor SDA

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mulai membuka susunan awal pucuk pimpinan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), badan baru yang disiapkan pemerintah untuk mengawasi ekspor komoditas strategis nasional.
Dear Sassuolo, Tolong Lakukan 1 Hal Ini untuk Jay Idzes agar Bisa Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni

Dear Sassuolo, Tolong Lakukan 1 Hal Ini untuk Jay Idzes agar Bisa Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni

Kebugaran Jay Idzes masih menjadi misteri. Namun, Sassuolo bisa lakukan ini sebagai gambaran, jika kapten Timnas Indonesia tersebut bisa gabung Skuad Garuda.
Wamendagri Ribka Haluk: Data OAP Jadi Dasar Kebijakan Kesejahteraan hingga Penyaluran Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Haluk: Data OAP Jadi Dasar Kebijakan Kesejahteraan hingga Penyaluran Dana Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendataan dan sensus Orang Asli Papua (OAP) menjadi langkah strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan kesejahteraan masyarakat Papua.
Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Jaringan Pita Cukai Palsu di Jateng, Selamatkan Rp570 Miliar

Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Jaringan Pita Cukai Palsu di Jateng, Selamatkan Rp570 Miliar

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempertegas komitmen kuatnya dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal di tanah air. Bersama BAIS TNI melakukan
Omat Bobotoh Jangan Buat Persib Gagal Juara, Pitch Invasion Berujung Pada Kalah WO Baru Terjadi pada Slavia Praha

Omat Bobotoh Jangan Buat Persib Gagal Juara, Pitch Invasion Berujung Pada Kalah WO Baru Terjadi pada Slavia Praha

Suporter Persib, Bobotoh pun harus berkontribusi dengan tidak melakukan hal-hal yang merugikan Persib Bandung.
Media Italia Panik Bukan Main usai Jay Idzes Dikabarkan Siap Tampil Lawan Parma, Tanpa Bek Timnas Indonesia Ternyata Separah Ini

Media Italia Panik Bukan Main usai Jay Idzes Dikabarkan Siap Tampil Lawan Parma, Tanpa Bek Timnas Indonesia Ternyata Separah Ini

Media Italia menyoroti statistik mencolok Sassuolo tanpa Jay Idzes jelang lawan Parma. Absennya sang bek membuat lini belakang Neroverdi rapuh dalam 3 laga.

Trending

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak muda tiba-tiba menghampiri Dedi Mulyadi saat proses penertiban kios-kios di kawasan Pasar Cicadas, tak disangka pemuda itu ajak KDM tinjau kios pil haram.
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membagikan momen manis karena mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.
Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Bos Sassuolo berbicara tentang situasi Jay Idzes menjelang bursa transfer musim panas. Sang kapten Timnas Indonesia bisa pindah setelah musim ini berakhir.
Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sempat disorot adanya tudingan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan perusahaan nikel, PT Karya Wijaya.
Selengkapnya

Viral