News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bakal Cagub Sulteng Anwar Hafid Unggul dalam Simulasi Populi Center

Anwar Hafid, bakal calon gubernur Sulawesi Tengah yang diusung Partai Demokrat, unggul dalam simulasi yang digelar Populi Center.
Senin, 8 Juli 2024 - 19:36 WIB
Anwar Hafid, bakal calon gubernur Sulawesi Tengah yang diusung Partai Demokrat
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvonenews.com - Anwar Hafid, bakal calon gubernur Sulawesi Tengah yang diusung Partai Demokrat, unggul dalam simulasi yang digelar Populi Center. Anwar Hafid mendapat perolehan suara 46,7 persen.

Dari data tertulis yang diperoleh dari Populi Center, Senin (8/7/2024), Anwar Hafid menjadi tokoh yan paling banyak dipilih jika pemilihan gubernur (Pilgub) Sulteng digelar akhir Juni hingga awal Juli 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anwar bahkan tetap unggul di setiap simulasi putaran yang digelar. Dari empat simulasi pemilihan yang digelar hampir di setiap simulasi, nama Anawar Hafid selalu unggul dan menjadi calon dengan elektabilitas paling tinggi.

Pada simulasi pertama, Anwar Hafid unggul dengan perolehan suara 46,7 persen. Dia disusul Rusdy Mastura dengan selisih cukup jauh, yakni 26,8 persen. Kemudian di posisi ketiga ada Mohamad Irwan Lapata dengan perolehan suara hanya 6,6 persen.

Untuk simulasi kedua, Anwar kembali unggul dengan perolehan suara 38,6 persen. Disusul Ahmad Ali dengan perolehan suara 38,6 persen dan Mohamad Irwan Lapata dengan peroleh suara 6,5 persen.

Kemudian pada simulasi ketiga, Anwar Hafid kembali unggul dengan perolehan suara 37,3 persen, disusul Ahmad Ali 36,5 persen, dan Hidayat Lamakarate (11,2 persen).

Terakhir, pada simulasi keempat, Ahmad Ali unggul dengan 33,5 persen, disusul Anwar Hafid 31,8 persen, dan Rusdy Mastura 21 persen. Sisa angka pada setiap simulasi masuk kategori belum memutuskan dan tidak tahu atau tidak menjawab.

Sementara pada simulasi 2 calon (head to head), Anwar Hafid mendapatkan elektabilitas tertinggi di semua model simulasi calon. Pada simulasi pertama, Anwar Hafid dengan 65,6 persen mengungguli Mohamad Irwan Lapata dengan 11,1 persen.

Pada simulasi kedua, Anwar Hafid unggul dengan 63,7 persen mengungguli Hidayat Lamakarate dengan 14,3 persen. Pada simulasi ketiga, Anwar Hafid dengan 49,8 persen mengungguli Rusdy Mastura dengan 31 persen.

Pada simulasi keempat, Anwar Hafid unggul kembali dengan 43,3 persen dari Ahmad Ali dengan 41,4 persen. Pada simulasi pasangan, Anwar Hafid yang digadang-gadang akan berpasangan dengan Reny Lamadjido, unggul atas pasangan calon lainnya.

Pada simulasi pertama, pasangan Anwar Hafid-Reny Lamadjido dengan 43,4 persen mengungguli pasangan Rusdy Mastura-Ahmad Ali dengan 36,1 persen.

Pada simulasi kedua, pasangan Anwar Hafid-Reny Lamadjido dengan 41,4 persen mengungguli pasangan Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri dengan 39,9 persen. Sisa angka pada setiap simulasi masuk kategori belum memutuskan dan menolak menjawab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Survei ini dilakukan mulai 24 Juni hingga 3 Juli 2024. Sampel responden tersebar secara proporsional di 13 Kabupaten/Kota dengan tujuan untuk melihat peta persaingan terkini di antara calon-calon yang disebut-sebut akan berlaga dalam Pilgub Sulawesi Tengah.

Survei dilakukan dengan menggunakan pendanaan internal. Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) kepada 1.000 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan rentang Margin of Error (MoE) ± 4 - 4,8 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.(ito)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...
Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi skema bantuan sosial (bansos) yang dikhususkan menyasar anak.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT