GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Walaupun Hasil Tes DNA Buktikan Bukan Anak Eks Bupati Cirebon, Pegi Setiawan Cianjur Terancam Digugat, Ini Alasannya

Praktisi hukum Herwanto Nurmansyah tetap akan menggugat Pegi Setiawan Cianjur meski hasil tes DNA telah membuktikan bahwa ia bukan anak dari mantan bupati Cirebon. Mengapa demikian?
Kamis, 18 Juli 2024 - 16:04 WIB
Dedi Mulyadi, Pegi Setiawan Cianjur
Sumber :
  • YouTube

Jakarta, tvOnenews.com -  Praktisi hukum Herwanto Nurmansyah tetap akan menggugat Pegi Setiawan Cianjur meski hasil tes DNA telah membuktikan bahwa ia bukan anak dari mantan bupati Cirebon. Mengapa demikian?

Meski demikian, Herwanto Nurmansyah mengatakan bahwa tes DNA Pegi Setiawan Cianjur sebenarnya tak menjadi fokus dalam laporannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemarin itu saya menyampaikan bahwa kalau perlu tes DNA, kan bahasa saya seperti itu. Sebenarnya tes DNA itu bukan fokus saya, saya mengatakan kalau perlu," ungkap Herwanto dalam tayangan di akun YouTube Cumicumi pada kamis (18/7/2024).

"Kenapa? Karena publik sudah gaduh menduga Pegi Setiawan Cianjur ini anak mantan bupati Cirebon. Nah, itu bukan permasalahan hukum, hanya memberikan kepastian," sambungnya lagi.

Herwanto menegaskan bahwa meskipun sudah ada hasil tes DNA yang menyatakan bahwa Pegi Setiawan Cianjur bukan anak mantan Bupati Cirebon, hal tersebut belum cukup untuk menghilangkan kecurigaan publik.

Pasalnya, yang menjadi permasalahan dari laporan sebelumnya adalah mempertanyakan Pegi Setiawan Cianjur sebagai pelaku kasus Vina Cirebon atau bukan.

Menurut Herwanto, hasil tes DNA belum mampu membuktikan Pegi Setiawan Cianjur sebagai pelaku atau bukan pelaku dari kasus Vina Cirebon.

"Sekarang tes DNA-nya sudah dilaksanakan, didampingi oleh Kang Dedi Mulyadi kan? Hasilnya 99,9 persen menyatakan cocok. Tetapi, kecurigaan orang kan masih ada nih," jelas Herwanto.

Sebelumnya, Sosok Pegi Setiawan Cianjur masih terus menjadi sorotan lantaran dirinya dicurigai sebagai pelaku asli kasus Vina Cirebon.

Pegi sendiri sudah melakukan tes DNA dengan bantuan Dedi Mulyadi, namun hal ini masih belum membuat publik puas.

Dedi Mulyadi sendiri mengaku sempat curiga dengan Pegi Setiawan Cianjur, oleh karena itu ia membantu Pegi melakukan tes DNA.

Hasil tes DNA Pegi membuktikan bahwa dirinya bukan anak mantan Bupati Cirebon.

Saat pegi terbukti bukan anak Bupati, nampaknya masih banyak pihak yang mencurigainya dan menduga hasil lab telah ditukar.

“Nggak ada masalah gitu loh kalau kita dituduh apapun, ya silakan saja tugas saya kan membawa orang ke arah kebenaran,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas TV.

Saat disinggung soal tujuan membantu Pegi Cianjur melakukan tes DNA, Dedi Mulyadi mengatakan hanya ingin membuktikan tudingan publik salah.

“Membuktikan bahwa mereka itu harus mendapat ketenangan dalam hidupnya. Nah saya kan buktikan dia bukan anak Bupati Cirebon, dia anak Pak Cecep,” terang Dedi Mulyadi.

Mantan Bupati Purwakarta ini lantas menantang siapa saja yang tidak puas dengan hasil tes DNA Pegi Cianjur untuk membawa bukti bantahan.

“Kalau ada yang bisa membuktikan ini adalah anak Bupati Cirebon bawa aja buktinya. Bawa DNA dari keluarga itu. DNA itu dibawa kemudian buat DNA terhadap mantan Bupati Cirebon nanti disamakan cocok nggak,” jelasnya.

Meski terbukti sebagai anak Pak Cecep, namun Dedi Mulyadi tidak menutup kemungkinan bahwa Pegi Cianjur bisa diperiksa sebagai salah satu saksi Vina Cirebon.

“Andai dia ada keterkaitan dengan kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eky di Cirebon, ya bawa aja alat bukti nih. Kan DNA tidak menghentikan terhadap kasus penyelidikan dong,” ujar Dedi Mulyadi.

Pegi Setiawan Akui jadi Dedengkot Geng Motor Moonraker dan Siap Bila Harus Diperiksa
Disisi lain, Pegi Setiawan Cianjur sendiri mengakui bahwa dirinya salah satu anggota geng motor, walaupun tidak terlibat dengan kasus Vina Cirebon.

“Benar saya ketua geng motor Moonraker Korwil Pacet,” kata Pegi Cianjur.

Lalu, Pegi mengungkap pandangannya saat dituding sebagai pelaku asli kasus Vina Cirebon.

Pegi nampak berani dan yakin bahwa dirinya tidak bersalah sehingga ia tidak masalah bila polisi ingin memeriksanya.

“Kalau memang terbukti Pegi siap mau dihukum apa aja, kalau memang benar terbukti ada sangkut paut masalah ini. Kalau ada bukti petunjuk siap diperiksa,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menambahkan bahwa kesaksian dari Sudirman sebagai salah satu terpidana patut dipertanyakan kebenarannya.

“Gini loh logikanya tujuh terpidana hari ini mendekam penjara seumur hidup menurut saya terindikasi karena fitnah. Proses BAP yang dilakukan itu adalah proses BAP yang terindikasi sesat,” ucap Dedi Mulyadi.

“Orang dipaksa mengaku dengan siksaan, kemudian yang memberi keterangan dari terpidana namanya Sudirman. Lulus SD umurnya 17 tahun, apakah seorang yang lulus SD umur 17 tahun layak kesaksiannya?” sambungnya.

Sang politikus lantas berpesan agar publik dan pihak kepolisian tidak fokus dengan kesaksian dari Sudirman.

Ia dengan tegas meragukan pernyataan Sudirman dan menyarankan agar kepolisian melakukan penyelidikan ulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sehingga saya katakan abaikan DPO ini, karena kita akan berkutat pada nama, siapa tahu pembunuhnya bukan itu,” tuturnya.

“Apabila ingin ditemukan pembunuh yang sebenarnya, abaikan ini. Mabes Polri lakukan penyelidikan ulang dari awal untuk membongkar ini,” pungkasnya. (ebs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Selengkapnya

Viral