News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seperti Mendengar Sahabat Petarung Bercerita

Vincent Lianto terus keluar dari kepompongnya, bertransformasi menjadi “kupu-kupu” yang tak lelah menebarkan kebaikan demi kebaikan dengan salah satu “mainan barunya” di Bali bernama: Dusun Bedugul Asri.
Jumat, 19 Juli 2024 - 19:21 WIB
Cover Buku "From Garage to The World"
Sumber :
  • ist

KENAPA buku biografi kebanyakan tak menarik saat dibaca? Salah satunya karena penulis mengglorifikasi sang tokoh sedemikian rupa. Sosok ditulis seperti batu pualam yang bersih, steril, tanpa bopeng dan cela. Sang tokoh dipaksa mengenakan baju yang kebesaran, terlampau longgar dengan bentuk tubuh. Alih alih bisa memperlihatkan bentuk tubuh yang proporsional dan serasi, tindakan itu justru mengerdilkan sosok yang ditulisnya.

Buku Vincentius Lianto, “From Garage to The Word, Perjalanan DV Medika Group dari Garasi Menuju Pasar Dunia” terhindar dari jebakan pertamanya: glorifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Membaca buku setebal 364 halaman yang diterbitkan PT Swasembada Media Bisnis, kita seperti tengah bercakap di sebuah beranda yang teduh, mendengar seorang Vincentius Lianto bercerita seperti seorang sahabat lama.

Dengan lancar, jernih, terbuka dan terkadang “telanjang” Lianto tak hanya menceritakan jatuh bangun DV Medika dari sebuah distributor kecil menjadi produsen dan eksportir alat kesehatan yang berkualitas -—dari pabrik DV Medika di Kendal inilah kebutuhan alat alat kesehatan warga Malaysia sesungguhnya dipasok—- tapi juga bagaimana penempaan etos kerja, pertumbuhan pemikiran dan perjalanan rohani seorang Vincentius Lianto.

(Pemred tvonenews.com, Ecep S Yasa)

Vincent Lianto —demikian saya biasa menyapa— jelas bukan sosok pelanjut atau pewaris bisnis, tapi penjelajah dan penemu. Etos kerja dan kegigihannya dibangun sejak kecil saat dia ditinggal sang ayah ketika umur 9 tahun. Ternyata itulah titik balik dalam sejarah hidup Vincent Lianto.

Sejak ditinggal Janto, sang ayah, kehidupan Eeng (nama panggilan Vincent Lianto ketika kecil) seketika berubah. Ekonomi keluarga surut mendadak seperti aliran irigasi di musim kemarau.

Tak bisa banyak mengeluh, Vincent Lianto melakukan apapun agar ekonomi keluarga tidak mati total. Ia nekat, untuk membantu ekonomi keluarga bahkan harus berjualan kue keliling kampung hingga jadi agen telur ayam kecil kecilan.

Dari usaha yang terakhir, Vincent Lianto mulai sadar, ia sebenarnya punya bakat berusaha. Sepulang sekolah dengan sepeda ia mengantar telur pada sejumlah warung makan di dekat rumah. Agen telur besar (rekan mendiang ayahnya) yang memberi kelonggaran membayar setelah telur terjual, cukup membuat Vincent Lianto bermanuver bisnis. Pendekatan pada pedagang warung makan, kelonggaran membayar telur di antaran berikutnya, dan pelayanan antar membuat pedagang menyukai mengambil telur pada Vincent Lianto.

Alhasil, setiap hari puluhan kilogram telur ia antar ke pedagang langganan. Dari sinilah, ia bisa membiayai sekolah di bangku SMP hingga tamat SMA.

(Cover Buku Vincentius Lianto “From Garage to The Word, Perjalanan DV Medika Group dari Garasi Menuju Pasar Dunia”. Sumber: ist)

Tak disadari, pengalaman inilah yang memberikan fondasi kokoh untuk kiprah Vincent Lianto di kemudian hari. Vincent Lianto jadi tahu, hal yang paling utama, suci, mendasar untuk sukses dalam berbisnis adalah kepercayaan, reputasi dan integritas. Nilai nilai ini yang dipegang sepanjang hidupnya. Dipeluk erat di manapun Lianto berkiprah, termasuk ketika meniti karir “kantoran” di PT Sinar Roda Utama.

Di sini Vincent Lianto terdidik menyelesaikan semua masalah sejak dari pekerjaan administrasi hingga pemasaran jasa perusahaan. Kemudian tim kerja di PT Sinar Roda Utama, dimana Vincent Lianto ada di dalamnya bahkan menjebolkan tender layanan hemodialisa di RSCM hingga lima tahun lamanya. Vincent Lianto lalu dipercaya jadi Wakil Kepala Cabang PT Sinar Roda Utama di Semarang. ia juga meluaskan daya jangkau bisnis perusahaan dengan membuka cabang di sejumlah kota lain di Pulau Jawa.

Petarung tak mau hanya jadi pelanjut. Penjelajah selalu ingin menemukan wilayah baru yang belum terjamah. Vincent Lianto secara tak diduga meninggalkan karirnya yang tengah moncer justru ketika usianya dimata banyak orang disebut tengah di masa keemasan (30 tahunan).

Ia lalu menjual rumahnya di Semarang dan membeli sebuah rumah kecil di Denpasar, Bali untuk memulai bisnis baru yang ia mulai dari nol. Setelah kerusuhan besar melanda kota kota besar di Jawa pada Mei 1998, Vincent Lianto memang sudah kerasan tinggal di Bali. “Bali selalu memberikan rasa aman,” ujarnya. Selain itu, Vincent Lianto sebenarnya tak ingin bersaing dengan para perusahaan besar di Semarang dan punya etika tak ingin mengganggu wilayah bisnis perusahaan yang pernah memberikan penghidupan: Sinar Roda Utama.

Pada 14 Juli 1999 dengan modal patungan berdirilah CV Surya Bali Makmur (SBM) yang bergerak di bidang distribusi alat alat kesehatan. Tempat pamer alat alat kesehatan yang ditawarkan menempati garasi rumah berukuran 4x5 meter. Vincent Lianto sehari hari juga tinggal di lantai dua rumah yang berada di Jalan Ahmad Yani, Denpasar, berhimpitan dengan bagian administrasi dan penjualan.

(Pemred tvonenews.com Ecep S yasa bersama penulis Buku Vincentius Lianto “From Garage to The Word, Perjalanan DV Medika Group dari Garasi Menuju Pasar Dunia”. Sumber: ist)

Ternyata tak mudah memulai bisnis dari dasar. Tahun tahun awal perusahaan berjalan sangat lambat. Vincent Lianto sempat terbersit untuk mundur, hingga sebuah titik krusial berhasil dilampauinya. Saat itu SBM berhasil menjual ventilator alat mesin untuk menunjang pernafasan pasien yang dipasarkan Siemens Healthcare, nama besar produsen alat kesehatan dari Jerman pada sebuah rumah sakit di Bali.

Keberhasilan itu tak hanya mengejutkan banyak pihak, tapi juga menandai awal dari hubungan bisnis dengan raksasa teknologi Siemens. SBM diangkat menjadi dealer resmi Siemens untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketika era otonomi daerah, ternyata meningkatkan permintaan alat alat kesehatan di sejumlah daerah di Indonesia Timur. Ketajaman insting bisnis Vincent Lianto kembali diuji. Ia menyadari untuk mengangkat bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi, diperlukan sebuah identitas yang lebih kuat.

Lianto lalu mendirikan PT D&V Medika Makmur Gemilang yang lanjutan dan CV Surya Bali Makmur. Kata “DV” artinya “DREAM” (mimpi) dan “VISION” (visi) untuk menggambarkan ambisi sebuah perusahaan yang berawal dari kesederhanaan garasi namun bertekad untuk tumbuh melampaui batas-batas regional dan keinginan mencapai panggung global. “Terasa pendek dan internasional aja,” tutur teman sejawat saya di Kelompok Ahli Badan Narkotoka Nasional (BNN) ini.

Vincent Lianto juga mendesain sebuah ruang pamer yang modern dan futuristik karya desainer interior Singapura di Jalan Sunset Road, Kuta. Tak hanya merangkum fungsi retail, pemasaran, keuangan dan akutansi, interior juga sangat dipikirkan estika sudut dan garisnya.

(Suasana Dusun Bedugul Asri, Bali. Sumber: is)

Usaha Vincent Lianto kian berbiak. Ia menguasai pangsa pasar alat kesehatan tak hanya di Bali, tapi juga wilayah Indonesia Timur. Ratusan klinik, rumah sakit, hingga perusahaan-perusahaan membeli ventilator, mesin anestesi, alat rontgen, CT scan, MRI dan sebagainya dari DV Medika.

Tak lalu, tak ada cobaan. Suatu ketika alat CT Scan yang akan ditempatkan di sebuah rumah sakit di Bali terjatuh dari forklift saat akan dipindahkan. Tak ayal alat canggih itu hancur. Barang seberat 3 ton dengan harga miliaran rupiah terpaksa harus diganti dengan yang baru agar reputasinya tak rusak di dunia medis dan alat alat kesehatan.

Kini, DV Medika terus terbang tinggi. Tak hanya kerja sama dengan perusahaan alat alat kesehatan kenamaan dari mancanegara yang terus berdatangan, tapi juga memiliki sejumlah pabrik yang mengekspor sejumlah perlengkapan kesehatan.

Lianto membangun pabrik di Kendal yang modern pada lahan seluas 10.000 m2 khusus untuk memproduksi hospital bed yang lebih canggih dari biasanya. Ranjang ranjang ini lalu diekspor ke sejumlah negara Asia Tenggara, seperti ke Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikian, membaca buku ini seperti mendengar seorang petarung bernama Vincent Lianto bercerita di hadapan saya dengan santai seperti seorang sahabat lama. “Saya bersyukur diberi kesempatan kedua oleh Tuhan untuk menikmati hidup,” demikian ia berujar pada satu sore yang sejuk di kawasan Bedugul, Bali. Saat wabah Covid19 sedang ganas-gasannya, ia memang seperti “diberi kehidupan kembali” oleh Tuhan, setelah sekian lama terbaring koma dan tak sadarkan diri. 

Saya tahu, di kesempatan kedua dalam hidupnya, kini Vincent Lianto terus keluar dari kepompongnya, bertransformasi menjadi “kupu-kupu” yang tak lelah menebarkan kebaikan demi kebaikan dengan salah satu “mainan barunya” di Bali bernama: Dusun Bedugul Asri. (Ecep Suwardaniyasa Muslimin)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan menilai MPR RI memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi di tengah
6 Fakta Jelang Laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

6 Fakta Jelang Laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Simak fakta menarik jelang laga Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Mulai dari rekor head-to-head, sejarah pertemuan, hingga perang bintang di SUGBK!
Blue Fire Muncul di Kawah Manuk Papandayan, Gas SO2 Tembus 230 ppm

Blue Fire Muncul di Kawah Manuk Papandayan, Gas SO2 Tembus 230 ppm

Fenomena blue fire muncul di Kawah Manuk Gunung Papandayan. PVMBG menemukan konsentrasi gas SO2 230 ppm dan H2S 120 ppm.
Head to Head Timnas Indonesia vs Malaysia: Harimau Malaya Unggul Tipis

Head to Head Timnas Indonesia vs Malaysia: Harimau Malaya Unggul Tipis

Jika bicara head to head Timnas Indonesia vs Malaysia jelang FIFA ASEAN Cup nanti malam, tim tamu Harimau Malaya justru unggul tipis atas tuan rumah, Garuda.
Bukan soal Skill, Pevoli Senior Hyundai Hillstate Justru Ungkap Satu Sisi Megawati Hangestri yang Bikin Kagum

Bukan soal Skill, Pevoli Senior Hyundai Hillstate Justru Ungkap Satu Sisi Megawati Hangestri yang Bikin Kagum

Megawati Hangestri mendapat sorotan positif dari pemain senior Hyundai Hillstate, Kim Hee-jin, menjelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026/2027. Apa katanya?
Pasca Kebakaran Hebat, Hamzah Batik Beri Pernyataan Resmi dan Permohonan Maaf

Pasca Kebakaran Hebat, Hamzah Batik Beri Pernyataan Resmi dan Permohonan Maaf

Pusat oleh-oleh khas Yogyakarta, Hamzah Batik yang terletak di kawasan Malioboro, ludes terbakar pada Senin (28/9/2026) dini hari. Hamzah Batik beri pernyataan

Trending

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Selengkapnya

Viral