News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aep Disebut Punya Dendam Kesumat ke Para Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon, Saksi Dede: Dia Pernah Dipukulin...

Aep disebut-sebut punya dendam kesumat ke para terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon mulai dari Rivaldi hingga Saka Tatal.
Minggu, 21 Juli 2024 - 04:22 WIB
Saksi Dede
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Aep disebut-sebut punya dendam kesumat ke para terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon mulai dari Rivaldi hingga Saka Tatal.

Adapun para tujuh terpidana itu kini menerima hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan, satu terpidana lainnya sudah bebas dari hukuman penjara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dendam Aep kepada para terpidana dibongkar oleh Dede. Dede merupakan salah satu saksi yang memberikan keterangan di BAP terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon. 

Dede pun menjelaskan awal mula Aep menyimpan dendam kepada mereka. Ternyata Dede dan Aep merupakan teman kerja di tempat steam

Dede. Dok: Tangkapan layar

Pada suatu hari, saat Dede tidak masuk kerja, Aep bercerita jika dia sempat jadi sasaran pemukulan. 

Aep pernah bermasalah dengan anak-anak yang nongkrong di depan SMP yang letaknya dekat dengan tempat steam

Dede akhirnya tahu Aep dipukuli mereka lantaran dia dan salah satu anak punk bernama Aceng pernah membawa perempuan yang bukan muhrimnya. 

Hari-hari berlalu, kasus pembunuhan Vina dan Eky itu pun terjadi. Tanpa mengetahui apa-apa, tiba-tiba Aep meneleponnya untuk mengantarkannya ke Polres sekaligus menjadi saksi.

“Awalnya malam-malam Aep telepon, ‘De antar ke Polres’. Posisi saya di rumah,” kata dia di tayangan YouTube Dedi Mulyadi berjudul Dede Temui KDM - Akui Kesaksian di BAP yang Melahirkan Delapan Terpidana Palsu pada Sabtu (21/7/2024). 

Dede mau mengantar Aep ke Polres karena khawatir Aep tidak tahu jalan di Cirebon lantaran teman kerjanya itu merupakan perantau.

Iptu Rudiana. Dok: Istimewa

Namun, ketika Dede memastikan lagi untuk apa Aep ke Polres, Aep menjawab untuk menjadi saksi lantaran anaknya Rudiana meninggal.

Dede yang tidak tahu apa-apa pun diminta untuk ikut-ikut saja. 

“Aep bilang, ‘Udah entar ikutin aja’,” ujarnya.  

Menurut Dede, Aep dan Rudiana sudah saling bicara satu sama lain. Hal inilah yang membuat Dede bingung. 

“Reaksi diminta jadi saksi bingung. Saya ingin enggak mau jadi saksi cuma saya udah di dalam (Polres). Saya bingung, saya takut, saya enggak ngerti hukum,” ujar Dede.

tvonenews

Dede pun semakin bingung lantaran diperintah untuk mengikuti skenario yang sudah dibuat Rudiana dan Aep. 

“Sebelum masuk (Polres) dibilang dulu, ‘Kamu bilang lagi nongkrong di warung ada gerombolan anak-anak bawa bambu lempar batu’. Aep dan Rudiana yang ngasih tahu saya,” terang dia. 

“Saya tanya Aep kenapa gini. Udah biarin aja katanya. Aep pernah bilang ke saya, ‘Saya kesal sama orang-orang itu karena pernah mukulin saya’,” ujar dia. 

Dede menyadari jika perbuatannya salah. Dia mengaku tidak tenang selama ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dari pas viral ingin berkata jujur. Saya keluar sendirian bisa apa. Sebenarnya saya merasa berdosa. Masuk ruangan terus di BAP. Terus ditanya kamu di warung? Iya. Sesuai skenario BAP. Di BAP satu jam setengah,” terangnya. 

Meski demikian, Dede mengatakan dia bukan orang yang diberi upah setelah membuat BAP ini. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eks Petinggi AC Milan Sebut Cristiano Ronaldo Hampir Gabung Rossoneri: Sudah Capai Kesepakatan

Eks Petinggi AC Milan Sebut Cristiano Ronaldo Hampir Gabung Rossoneri: Sudah Capai Kesepakatan

Cristiano Ronaldo ternyata pernah nyaris gabung AC Milan pada 2018. Fakta mengejutkan itu diungkap mantan direktur olahraga Rossoneri, Massimiliano Mirabelli.
Baru Juga FIFA Wacanakan Turnamen Baru, Media Vietnam Sudah Soroti Ambisi Besar Timnas Indonesia

Baru Juga FIFA Wacanakan Turnamen Baru, Media Vietnam Sudah Soroti Ambisi Besar Timnas Indonesia

Wacana penyelenggaraan Piala ASEAN FIFA 2026 belum benar-benar terealisasi, namun perhatian media Vietnam sudah lebih dulu tertuju kepada Timnas Indonesia.
Bursa Transfer AC Milan: Here We Go! Rossoneri Pecahkan Rekor Klub demi Boyong Goncalo Ramos dari PSG

Bursa Transfer AC Milan: Here We Go! Rossoneri Pecahkan Rekor Klub demi Boyong Goncalo Ramos dari PSG

Klub Liga italia, AC Milan dikabarkan tinggal selangkah lagi merampungkan transfer striker Paris Saint-Germain, Goncalo Ramos, pada bursa transfer musim panas.
Bayar Pajak Kendaraan di PRJ, Warga Bisa Dapat Souvenir Eksklusif dari Bapenda DKI

Bayar Pajak Kendaraan di PRJ, Warga Bisa Dapat Souvenir Eksklusif dari Bapenda DKI

Kehadiran Gerai Samsat di PRJ juga semakin relevan dengan adanya program pembebasan sanksi administratif untuk PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). 
Piala Dunia 2026: Debutan Tanjung Verde Cetak Sejarah, Lolos ke Babak 32 Besar Tanpa Sekali Pun Menang

Piala Dunia 2026: Debutan Tanjung Verde Cetak Sejarah, Lolos ke Babak 32 Besar Tanpa Sekali Pun Menang

Tanjung Verde kembali mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Berstatus sebagai debutan, mereka menorehkan sejarah dengan memastikan langkah ke babak 32 besar.
Dukung Indonesia Emas 2045, Kemendagri Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Dukung Indonesia Emas 2045, Kemendagri Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah menyelenggarakan Sosialisasi Penandaan Berdasarkan Kepmendagri Nomor 900.1-861 Tahun 2026 untuk Penyusunan APBD Tahun Anggaran (TA) 2027.

Trending

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Polresta Tangerang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun. Salah satunya merupakan ibu kandung korban
Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Norwegia dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan di dua laga awal. Duel dini hari nanti akan menentukan status juara Grup I Piala Dunia 2026.
Selengkapnya

Viral