News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Merasa Ada yang Aneh, Toni RM Soroti Kebohongan Pernyataan Terbaru Iptu Rudiana dan Beberkan Fakta Tak Terbantahkan Soal Kasus Vina

Pengacara Pegi Setiawan, Toni RM merasa curiga dengan pernyataan terbaru Iptu Rudiana soal kasus Vina. Ia menyoroti ada fakta tak terbantahkan dalam putusan..
Minggu, 4 Agustus 2024 - 07:05 WIB
Toni RM curiga Iptu Rudiana berbohong soal kasus Vina
Sumber :
  • Tangkapan layar - YouTube Pengacara Toni

Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara Pegi Setiawan, Toni RM menyoroti ada sebuah kebohongan dalam pernyataan terbaru Iptu Rudiana terkait kasus Vina.

Di sebuah konferensi pers terbaru, Iptu Rudiana mengatakan bahwa dirinya memang mengamankan para terpidana kasus Vina di tahun 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, Iptu Rudiana datang langsung ke SMP Negeri 11 Cirebon atas informasi dari Aep bahwa para terduga pelaku kasus Vina sedang berada di lokasi tersebut.

Iptu Rudiana pun menjelaskan bahwa dirinya mengamankan para terpidana kasus Vina saat itu dan membawa ke Polresta Cirebon secara baik-baik.

Setelahnya, ia mengamankan para terpidana kasus Vina saat itu di unit tempatnya bekerja yakni Satres Narkoba selama sekitar 15 menit sebelum dibawa ke Satreskrim.

Pernyataan terbaru dari Itu Rudiana ini pun dibantah mentah-mentah oleh pengacara Pegi Setiawan, Toni RM.

Melihat dari putusan pengadilan kasus Vina tahun 2016, pernyataan terbaru ayah Eky itu memiliki beberapa detail yang berbeda.

Toni pun menyoroti sejumlah perbedaan detail yang diungkapkan dalam pernyataan terbaru Iptu Rudiana dan putusan pengadilan yang ia baca.

"Jadi saya melihat Pak Rudiana ini di sisi lain memang mengakui dia mengamankan para terpidana, saat itu. Namun, mengenai waktu dan cara bertanya dia berbohong," kata Toni RM dalam tayangan YouTube Pengacara Toni berjudul 'Dinilai Berbohong, Toni RM Minta Mabes Polri Segera Periksa Iptu Rudiana, Tarohannya Institusi Polri'.

Di dalam videonya itu, Toni menjelaskan bahwa tertulis di dalam putusan Iptu Rudiana mendatangi Aep dan Dede untuk mencari informasi dengan tiga rekannya yang lain.

Hal itu dilakukan pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Aep menjelaskan bahwa terjadi pelemparan batu dan kejar-kejaran oleh sekelompok pemuda diduga geng motor.

Dikatakan pula bahwa Aep berjanji akan memberi kabar kepada Iptu Rudiana jika dirinya melihat para pelaku itu berkumpul kembali.

Sekitar dua jam kemudian, Aep akhirnya memberi tahu bahwa para terduga pelaku sedang berkumpul di depan SMP Negeri 11 Cirebon.

"Berarti dua jam kemudian setelah pergi, di sini jam 2 siang, dua jam kemudian berarti jam 4 sore," kata Toni menjelaskan putusan sidang kasus Vina tahun 2016.

Setelah itu, disebutkan bahwa Rudiana bersama rekan-rekannya menuju lokasi yang disebutkan dan mengamankan para pelaku yang sedang berkumpul di depan SMP Negeri 11 Cirebon sebanyak delapan orang.

Di dalam putusan sidang kasus Vina tersebut, dituliskan bahwa ayah Eky itu mengamankan para terpidana terlebih dulu dan menyerahkan ke bagian Satreskrim sekitar pukul 18.30 WIB.

Hal ini berarti, lanjut Toni, waktu 15 menit untuk mengamankan para pelaku dan bertanya secara baik-baik itu adalah sebuah kebohongan.

Sebab, jika diangkap pada pukul 16.00 WIB dan diserahkan 18.30 WIB ke Satreskrim berarti ada waktu sekitar dua setengah jam para terpidana berada di Satres Narkoba, tempat Iptu Rudiana bekerja.

Pada waktu itulah, menurut Toni, kemungkinan para terpidana diintimidasi dan dilakukan penyiksaan oleh ayah Eky dan rekan-rekannya.

"Berarti kalau dari jam 4 ke 18.30, berarti ada waktu dua jam setengah, bukan 15 menit. Dua jam setengah itu kalau saya baca putusan di pengadilan digunakan untuk menginterogasi," kata Toni menjelaskan.

Ia pun menilai jika Rudiana mengatakan di pernyataan terbarunya bahwa dirinya mengajak baik-baik para terpidana ke kantor polisi, hal itu tidaklah benar.

"Saya menilainya Pak Rudiana itu bohong karena terungkap dalam putusan pengadilan, ini diinterogasi. Bukan diajak ngomong atau ditanya baik-baik," ujar Toni.

Dikutip dari putusan sidang pengadilan kasus Vina tahun 2016, dituliskan bahwa 'selanjutnya saksi membawa para terdakwa ke Polres Cirebon Kota untuk diinterogasi'.

Berdasarkan hasil interogasi tersebut, ayah Eky itu disebutkan mendapatkan informasi bahwa anaknya meninggal dunia karena dikeroyok oleh total 11 orang.

Selanjutnya, disebutkan pula dalam putusan sidang bahwa Iptu Rudiana kemudian melakukan pencarian terhadap tiga orang yang belum tertangkap.

Namun, tiga pelaku tersebut sudah kabur dan tidak dapat ditemukan di rumahnya.

"Ini sesuai dengan BAP bahwa munculnya 11 orang itu memang dari Pak Rudiana, hasil menginterogasi, bukan bertanya baik-baik, pada orang-orang yang telah diamankan itu," tegas Toni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani soal pemerintahan Prabowo dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polemik ini memicu diskursus soal batas kebebasan berpendapat di ruang publik.
Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Presiden RI, Prabowo Subianto menyaksikan langsung momentum besar pengembalian aset negara dari praktik ilegal sektor sumber daya alam.
Kasus Korupsi Pasar Panorama, Mantan Anggota Dewan Dituntut 7,5 Tahun dan Mantan Kadis 5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Pasar Panorama, Mantan Anggota Dewan Dituntut 7,5 Tahun dan Mantan Kadis 5 Tahun Penjara

Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan Pasar Panorama Bengkulu kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Jumat Siang (10/4/ 2026). Agenda persidang
Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Raih Tiga poin Perdananya, Surabaya Samator Panaskan Persaingan ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Raih Tiga poin Perdananya, Surabaya Samator Panaskan Persaingan ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April, setelah pertandingan terakhir di sektor putra pada putaran pertama.
Dituduh Janjikan Lamborghini, Rey Bicara Jujur Penyebab Skandal Nikah Siri Sesama Jenis dengan Intan di Malang

Dituduh Janjikan Lamborghini, Rey Bicara Jujur Penyebab Skandal Nikah Siri Sesama Jenis dengan Intan di Malang

Rey menyikapi skandal nikah siri sesama perempuan dengan Intan Anggraeni (28) di Malang. Tepis dugaan penipuan, pemalsuan dokumen, belikan mobil Lamborghini.
Terpopuler Timnas Indonesia: Jay Idzes dan Kevin Diks Dapat Izin FIFA, Percuma Garuda Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam

Terpopuler Timnas Indonesia: Jay Idzes dan Kevin Diks Dapat Izin FIFA, Percuma Garuda Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam

Dinamika Timnas Indonesia belakangan ini benar-benar menyita perhatian publik. Berikut rangkuman kabar terpopuler yang sedang membentuk wajah baru Skuad Garuda.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, bahwa hasil penyelidikan, tersangka sudah melakukan pengoplosan tabung gas sejak bulan Februari yang lalu.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, bertekad bawa sentuhan baru ke dalam tim yang ia tangani. Ia mengaku ingin terapkan pengalaman dan ilmu.
Selengkapnya

Viral